Selasa, 23 Januari 2018

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Tidak Ada Waktu yang Luang dalam Islam


Soal: Ada ungkapan bahwa tidak ada waktu yang luang dalam Islam. Konsep ini disimpulkan dari ayat 7 surat al-Insyirah: Maka apabila kamu telah selesai (dari tugasmu) segera kerjakan dengan sungguh-sungguh yang lain. Bagaimana pendapat Anda?

Jawab: Waktu luang maknanya adalah waktu di mana seseorang tidak lagi memiliki tugas sosial, agama, dan bisnis. Bahkan waktu luang ini diharapkan bebas dari penyimpangan atau perbuatan-perbuatan amoral yang terlarang.


(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Minggu, 21 Januari 2018

Alasan Pelarangan Sebuah Permainan


Soal: Apa saja yang haram karena alasan sebagai sesuatu yang berlebihan berkaitan dengan permainam-permainan tersebut?

Jawab: Berlebihan dalam permainan-permainan tersebut membuatnya (permainan-permainan tersebut) dilarang karena konsekuensi-konsekuensi negatifnya. Sesuatu yang berlebihan sesungguhnya mengalihkan orang dari kewajiban sosial dan agama.

Soal: Sebagian fukaha bersikap skeptis berkenaan dengan konsekuensi-konsekuensi negatifnya. Misalnya, prasangka dan kebencian yang mungkin tercipta di antara para pemain, bagaimanakah pendapat Anda?

Jawab: Kami telah menyebutkan bahwa permainan-permainan tersebut tidak dilarang. Namun, ketika permainan-permainan tersebut menyebabkan perasaan benci, hina, dan penyimpangan, maka tentu menjadi terlarang. Dalam kasus ini, mereka (game tersebut) berakibat sama dengan efek-efek alkohol dan judi yang Allah sebutkan dalam kitab suci Al-Qur'an: Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, lantaran khamar dan berjudi, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (QS al-Maidah: 91).


(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Jumat, 19 Januari 2018

Ngaji Kitab Manazil al-Sairin, Manzilah Tafakur



Allah Swt berfirman, "Dan kami turunkan padamu al-Qur'an untuk memberikan penjelasan pada manusia apa-apa yang sebelumnya telah diturunkan untuk mereka agar mereka berfikir" (QS 16:44). Ketahuilah bahwa sesungguhnya tafakur adalah sentuhan mata bathin untuk memahami hakikat. Ada tiga manzilah pada Manzilah Tafakur ini.

Kamis, 18 Januari 2018

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Permainan yang Boleh dan Permainan yang Dilarang


Soal: Apakah ada pedoman-pedoman tertentu untuk pusat-pusat hiburan dan game sehingga diketahui mana yang boleh dan mana yang dilarang?

Jawab: Untuk menentukan boleh tidaknya suatu game (permainan) tidak bergantung pada keadaan game tersebut, tetapi pada cara orang-orang menggunakannya. Misalnya, game-game ini memfasilitasi penyimpangan dan ketika orang tersebut begitu kecanduan pada game tersebut sehingga dia lupa akan kewajiban agama, kewajiban sosial, dan tanggung jawab keluarga, maka game tersebut tentu menjadi terlarang. Namun, bila game tersebut hanya untuk hiburan dan jika tidak ada unsur judi atau taruhan, maka game buatan apa pun dibolehkan.[]


(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)