Kamis, 30 April 2015

Belia Kufah Pembawa Pesan Ukhuwah [by KH Jalaluddin Rakhmat]


Lebih dari seribu tahun yang lalu di perbatasan Basrah
berhenti sebuah kafilah
pasukan para sahabat Nabi yang mulia
Kuda-kuda ditambatkan pejalan-pejalan kaki diistirahatkan
tapi lihat apa yang dilakukan sang Komandan
Ia turun dari kudanya berdiri menghadap Ka'bah yang berada di seberang sahara
Ia mengangkat tangannya berkali-kali
Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. duduk dan berdiri, rukuk dan sujud
Ia rebahkan pipinya air mata menggelegak mengalir membasahi pasir yang kering
dalam desah nafas dan isakan kepedihan
"Ya Allah Pemelihara langit dan yang dinaunginya pemelihara bumi dan
yang ditumbuhkannya

Rabu, 29 April 2015

Ali bin Abi Thalib dan Keadilan Insani [by KH Jalaluddin Rakhmat]

Seorang penulis Kristiani, George Jordac, kebetulan seorang Romo, tapi sekaligus juga sastrawan Lebanon. Ia menulis buku yang ditulis dengan bahasa Arab yang sangat indah. Menurut saya, belum pernah saya membaca buku riwayat tentang seorang tokoh muslim ditulis begitu indah oleh tokoh Nasrani seperti tulisan George Jordac.
Ia menulis riwayat imam Ali bin Abi Thalib dengan judul "Shautul 'adaalatil insaaniyah", the Voice of Human Justice, suara keadilan. Imam Ali, kata George Jordac adalah tokoh yang menegakkan keadilan dan seluruh hidupnya dipersembahkan untuk menegakan keadilan.

Selasa, 28 April 2015

Mengkaji Hadis yang Dikutip oleh Abu Jibril



Dalam Deklarasi Anti Syiah di Cijagra Bandung, 20 April 2014, Abu Jibril (salah seorang pembenci Syiah yang kini haus darah) dalam orasinya menyampaikan bahwa orang Syiah harus dibunuh sesuai dengan hadis Rasulullah saw. 
Benarkah hadisnya shahih yang disebut Abu Jibril tersebut? 
Berikut ini catatan yang diberikan oleh Zen Husein dalam facebook. Terima kasih kepada Ustadz Zen yang memberikan izin kepada redaksi untuk memuatnya dalam situs ini.

Senin, 27 April 2015

Mengenai Mimpi Bertemu Rasulullah SAW (2)

Kedua, kenapa saya tetap yakin pada pendirian sebagai Sunni ala mazhabil Imam Syafi'i rhm, hal ini disebabkan karena guru-guru dan masyikh-masyaikh yang kami menimba ilmu darinya itu adalah orang baik, baik akhlak dan tingkah lakunya, menjadi panutan dalam kehidupan kami, sehingga mereka kami dengar dan percayai.
Dalam pandanganku mereka adalah para sufi "waliyun min auliyaillah" , yang bertemu dengan nabi khidir mubasyaratan, dan mereka para masiyaikh kami bukanlah orang biasa; di antara kitab-kitab yang diajarkan adalah Ihya' , juga Minhajul'abidin, Sohih Bukhori dan Muslim (sebagaimana 'adat Sunni). Mereka juga menyampaikan bahwa "siapa yang mimpi bertemu Rasulullah, maka sebenarnya dia bertemu dengan Rasul, karena Rasul tidak bisa di serupai oleh setan.
Bagaimana tanggapan ikhwan mengenai orang Sunni yang bermimpi bertemu Rasul saw? Apakah hal tersebut menunjukkan ia benar dengan keimanannya atau kurang benar (bukan berarti tidak benar). Wallahu'alam.
JAWABAN Yang kedua, mengenai “mimpi bertemu dengan Nabi SAW”, mazhab Syiah juga tentu saja mengenal konsep ini. Di Syiah, tashawwufitu dikenal dengan nama “irfan”. Kami juga meyakini bahwa kita bisa bertemu dengan Nabi Khidhir assecara langsung. Juga ada keyakinan bahwa siapa saja yang mimpi bertemu dengan Rasul, pasti mimpinya itu benar, karena setan t ak mungkin bisa menyerupai manusia sesuci Rasul.

Minggu, 26 April 2015

Mengenai Mimpi Bertemu Rasulullah saw (1)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Muslim Sunni, tapi bukan sunni yang suka mengkafirkan atau menyalahkan dan menyesatkan orang lain. Hal yang paling saya tidak suka adalah sekarang ini orang sibuk saling mengkafirkan dan menyalahkan, menyesatkan apa lagi sampai saling menumpahkan darah sesama warga indonesia umumnya dan muslim khususnya. (kalau sudah seperti itu, apa kata Dia dan Utusannya?).
Pertanyaan saya (pertama): Syiah Imamiyah atau Itsna Asyariyah yang mempercayai 12 Imam setelah Rasulullah SAW, setelah imam yang ke 11 tidak ada  siapa yang berhak memimpin? Lalu apa bedanya saya, yang bermazhab Syafi'i dengan ikhwan yang lain yang bermazhab Syiah yang merujuk kepada misalnya Ayatullah Khamenei. Padahal, beliau bukan imam?
JAWABAN Wa’alaikumussalam warahmahmatullahi wabarakatuhYang pertama, kami sampaikan ucapan salam persaudaraan. Kami juga yakin, jumlah orang Sunni yang berhati baik dan berpikiran jernih seperti Antum jauh lebih banyak dibandingkan dengan kaum takfiri.

Sabtu, 25 April 2015

Catatan Untuk Muslim Nurdin (5): Nikah Mutah dalam Quran dan Hadis

JUMAT , 13 Desember 2013, di Masjid Darussalam menemukan buletin Salam Qalam edisi 022, Shafar 1435/Desember 2013. Pada bagian kanan buletin halaman awal tertulis Buletin Jumat Darussalam. Juga terpampang susunan penanggungjawab dan orang-orang yang terlibat dalam redaksi, termasuk alamatnya: jalan Pasirwangi Raya no.1, Kelurahan Pasirluyu, Kecamatan Regol, kota Bandung 40254, dan nomor telepon 022-5221169.
Buletin Salam Qalam edisi 022 ini memuat tulisan berjudul Dari Gerakan Takfiri hingga Kawin Kontrak dengan penulis H.Muslim Nurdin, S.S.,M.Hum.
Dari gelarnya jelas saudara MN (Muslim Nurdin) ini seorang yang pernah belajar ilmu-ilmu humaniora, mungkin lulusan sejarah. Juga dalam susunan redaksi, MN ini termasuk dewan redaksi, pengasuh konsultasi keluarga Islami, dan dewan syariah DKM Darussalam. Inilah pembahasannya:
Bagian kelima tentang nikah mutah (yang oleh MN disebut kawin kontrak).Tertulis dalam bulletin kalimat berikut: “praktik mut’ah (kawin kontrak) merupakan bagian dari kehidupan kelompok yang mengaku Islam ini. Dalam pandangan mereka, para wanita seolah tanpa nilai sama sekali yang dapat diperlalukan dengan sesuka hati oleh para kaum lelaki. Penghambaan terhadap nafsu hewani menjadi suatu hal yang sulit dipisahkan dari tradisi mut’ah.”
TANGGAPAN: Sungguh kalimat tersebut tidak mencerminkan seorang master dan dewan syariah. Tanpa bukti langsung vonis. Sebelum menulis sebaiknya membaca dahulu buku Hak-hak Wanita dalam Islamkarya Murtadha Muthahhari (penerbit Lentera). Di sana dijelaskan dengan detil berkaitan dengan nikah mutah. Mulai dari persamaan dan perbedaannya dengan nikah permanen (daim). Singkatnya: n ikahmutah dan daim sama-sama memiliki rukun-rukunnya. Yang berbeda hanya berkaitan dengan batas waktu dan perjanjian dalam nikah.

Jumat, 24 April 2015

Catatan untuk Muslim Nurdin (4): Taqiyah Bukan Kebohongan

JUMAT 13 Desember 2013, di Masjid Darussalam ditemukan buletin Salam Qalam edisi 022, Shafar 1435/Desember 2013. Pada bagian kanan buletin halaman awal tertulis Buletin Jumat Darussalam. Juga terpampang susunan penanggungjawab dan orang-orang yang terlibat dalam redaksi, termasuk alamatnya: jalan Pasirwangi Raya no.1, Kelurahan Pasirluyu, Kecamatan Regol, kota Bandung 40254, dan nomor telepon 022-5221169.
Buletin Salam Qalam edisi 022 ini memuat tulisan berjudul Dari Gerakan Takfiri hingga Kawin Kontrak dengan penulis H.Muslim Nurdin, S.S.,M.Hum.
Dari gelarnya jelas saudara MN (Muslim Nurdin) ini seorang yang pernah belajar ilmu-ilmu humaniora, mungkin lulusan sejarah. Juga dalam susunan redaksi, MN ini termasuk dewan redaksi, pengasuh konsultasi keluarga Islami, dan dewan syariah DKM Darussalam. Inilah pembahasannya:
Bagian keempat, tentang taqiyah yang sebut oleh MN sebagai berpura-pura dan bohong. MN menyebutkan Rasulullah saw mengecam orang yang memelihara sikap dusta.

Kamis, 23 April 2015

Catatan Untuk Muslim Nurdin (3): Rasulullah Saw dan Imam Ahlulbait adalah Maksum

JUMAT , 13 Desember 2013, di Masjid Darussalam menemukan buletin Salam Qalam edisi 022, Shafar 1435/Desember 2013. Pada bagian kanan buletin halaman awal tertulis Buletin Jumat Darussalam. Juga terpampang susunan penanggungjawab dan orang-orang yang terlibat dalam redaksi, termasuk alamatnya: jalan Pasirwangi Raya no.1, Kelurahan Pasirluyu, Kecamatan Regol, kota Bandung 40254, dan nomor telepon 022-5221169.
Dari gelarnya jelas saudara MN (Muslim Nurdin) ini seorang yang pernah belajar ilmu-ilmu humaniora, mungkin lulusan sejarah. Juga dalam susunan redaksi, MN ini termasuk dewan redaksi, pengasuh konsultasi keluarga Islami, dan dewan syariah DKM Darussalam. Inilah pembahasannya:
Ketiga, berkaitan dengan pernyataan MN bahwa “Ahlul bait dan seluruh imam (baca: imam dua belas) adalah maksum (terpelihara dari dosa dan kekhilafan).” Kemudian menyebutkan bahwa konsepsi maksum ini ambigu dan tidak konsisten serta paradoks dalam praktiknya. MN menyontohkan bahwa Ali masih berkomunikasi dengan Muawiyah dan Hasan membaiatnya.

Rabu, 22 April 2015

Catatan Untuk Muslim Nurdin (2): Tidak Ada Perubahan dalam Al-Quran

JUMAT , 13 Desember 2013, di Masjid Darussalam ditemukan buletin Salam Qalam edisi 022, Shafar 1435/Desember 2013. Pada bagian kanan buletin halaman awal tertulis Buletin Jumat Darussalam. Juga terpampang susunan penanggungjawab dan orang-orang yang terlibat dalam redaksi, termasuk alamatnya: jalan Pasirwangi Raya no.1, Kelurahan Pasirluyu, Kecamatan Regol, kota Bandung 40254, dan nomor telepon 022-5221169.
Buletin Salam Qalam edisi 022 ini memuat tulisan berjudul Dari Gerakan Takfiri hingga Kawin Kontrak dengan penulis H.Muslim Nurdin, S.S.,M.Hum.
Dari gelarnya jelas saudara MN (Muslim Nurdin) ini seorang yang pernah belajar ilmu-ilmu humaniora, mungkin lulusan sejarah. Juga dalam susunan redaksi, MN ini termasuk dewan redaksi, pengasuh konsultasi keluarga Islami, dan dewan syariah DKM Darussalam. Inilah pembahasannya:
KeduaMN menyebutkan bahwa ada upaya tahrif (pengubahan) terhadap kitab suci Al-Quran. MN menulis, “versi mereka bahwa dalam Quran terdapat sekitar 17.000 ayat” dan “…masalah mendasar lainnya adalah dalam aspek penafsiran yang cenderung menggunakan takwil tanpa dasar riwayat yang sharih.”
TANGGAPAN : Sampai sekarang ini belum menemukan Quran yang dimaksud oleh MN. Silakan lihat Tafsir Mizan karya Muhammad Husain Thabathabai, ulama dan ahli tafsir yang bermazhab Syiah. Dari awal sampai akhir ayat yang dibahas sama dengan Quran yang beredar sekarang pada umat Islam. Bahkan doctor cilik dari Iran yang hafal Quran dalam yutub atau mp3 jelas melafalkan Quran yang mulai dari surah Fatihah dan berakhir pada surah Annas. Bedanya adalah bahwa Al-Quran yang dipegang atau diterbitkan di negeri-negeri yang mayoritas Muslim Syiah lebih bagus jilid dan serta ada desain yang indah dengan tinta dari emas.

Catatan Untuk Muslim Nurdin (1): Benarkah Muslimin Syiah Menghujat Sahabat?

JUMAT , 13 Desember 2013, di Masjid Darussalam menemukan buletin Salam Qalam edisi 022, Shafar 1435/Desember 2013. Pada bagian kanan buletin halaman awal tertulis Buletin Jumat Darussalam. Juga terpampang susunan penanggungjawab dan orang-orang yang terlibat dalam redaksi, termasuk alamatnya: jalan Pasirwangi Raya no.1, Kelurahan Pasirluyu, Kecamatan Regol, kota Bandung 40254, dan nomor telepon 022-5221169.

Dari gelarnya jelas saudara MN (Muslim Nurdin) ini seorang yang pernah belajar ilmu-ilmu humaniora, mungkin lulusan sejarah. Juga dalam susunan redaksi, MN ini termasuk dewan redaksi, pengasuh konsultasi keluarga Islami, dan dewan syariah DKM Darussalam. Inilah pembahasannya:
Dalam paragrap empat MN menyebutkan ada beberapa racun dan doktrin yang disebarkan di tengah masyarakat. Menurut MN ada lima racun yang berbahaya (akan dibahas satu persatu).
Pertama, tentang seluruh sahabat Rasulullah saw adalah kafir kecuali Jafar dan Salman. Bahkan mengkafirkan sahabat yang dijanjikan surga oleh Rasulullah saw seperti Abu Bakar, Umar bin Khatab, dan Utsman bin Affan. MN juga menjelaskan bahwa pengkafiran sahabat akan menjadikan masalah dalam masalah hadis karena seluruh jalur riwayat melaluinya.
TANGGAPAN : Dari uraian MN itu tampaknya MN perlu mengkaji ulang tentang definisi sahabat dan kriterianya serta kehidupannya saat bersama Nabi dan setelah Rasulullah saw wafat. Silakan baca desertasi yang sudah dibukukan dengan judul Sahabat Nabi karya Dr.Fuad Jabali (penerbit mizan).

Selasa, 21 April 2015

Duka Cita dan Akun FB Penghujat

Salam wa rahmah. Seorang kawan mengabari bahwa di IJABI (Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia) pekan ini ada dua orang yang wafat. Pertama adalah Habib Arifin di Manado. Beliau termasuk penasihat IJABI. Seingat saya, Kang Jalal (Dr KH Jalaluddin Rakhmat) dalam sebuah ceramah di Masjid Al-Munawwarah pernah cerita bahwa Habib Arifin sangat cinta dengan IJABI sehingga bergabung dalam organisasi. Kedua adalah Sutisna, seorang ijabiyyun (warga IJABI) di Bandung yang ketika sakit hanya mengenakan baju yang bergambar Kang Jalal dan menggumamkan nama IJABI.

Senin, 20 April 2015

Catatan untuk Muslim Nurdin: Kedudukan Hadis Kitabullah wa Sunnah

image
JUMAT , 13 Desember 2013, di Masjid Darussalam menemukan buletin Salam Qalam edisi 022, Shafar 1435/Desember 2013. Pada bagian kanan buletin halaman awal tertulis Buletin Jumat Darussalam. Juga terpampang susunan penanggungjawab dan orang-orang yang terlibat dalam redaksi, termasuk alamatnya: jalan Pasirwangi Raya no.1, Kelurahan Pasirluyu, Kecamatan Regol, kota Bandung 40254, dan nomor telepon 022-5221169.
Buletin Salam Qalam edisi 022 ini memuat tulisan berjudul Dari Gerakan Takfiri hingga Kawin Kontrak dengan penulis H.Muslim Nurdin, S.S.,M.Hum.
Dari gelarnya jelas saudara MN (Muslim Nurdin) ini seorang yang pernah belajar ilmu-ilmu humaniora, mungkin lulusan sejarah. Juga dalam susunan redaksi, MN ini termasuk dewan redaksi, pengasuh konsultasi keluarga Islami, dan dewan syariah DKM Darussalam.

Minggu, 19 April 2015

Dua Belas Imam dalam Kitab Hadis Ahlussunah

Dari Said bin Jubair dari Ibn Abbas berkata Rasulullah Saw bersabda : “Sesungguhnya khalifah-khalifahku dan wasi-wasiku, hujah-hujah Allah di atas makhlukNya selepasku ialah 12 orang; yang pertama Ali dan yang akhirnya cicitku al-Mahdi; maka itulah Isa putra Maryam shalat di belakang al-Mahdi (Yanabi al-Mawaddah, hlm. 447) 


Hadits yang dikeluarkan oleh Abu al-Mu’ayyid Ibn Ahmad al-Khawarizmi dengan sanadnya dari Abu Sulaiman yang berkata : “Aku mendengar Rasulullah SAWW dan Ahli Baitnya berkata : Di malam aku dinaikkan ke langit (Mi’raj) Allah SWT berkata kepadaku...lihatlah di kanan Arasy, lalu aku berpaling kearahnya, maka aku dapati Ali, Fatimah, Hasan, Husayn, Ali b. Husayn, Muhammad b. Ali, Ja’far b. Muhammad, Musa b. Ja’far, Ali b. Musa, Muhammad b. Ali, Ali b. Muhammad, Hasan b. Ali, dan Muhammad al-Mahdi b. Hasan; ia seperti cakerawala yang berputar di kalangan mereka. Dan dia berfirman: “Wahai Muhammad, mereka itulah hujah-hujahKu ke atas hamba-hambaKu, merekalah wasi-wasiKu (khalifah-khalifahku)”. (Yanabi al-Mawaddah, hlm. 487). 

Sabtu, 18 April 2015

Duabelas Imam dalam Kitab Hadis Syiah

Redaksi Misykat menerima surat berisi permintaan tentang 12 Imam dalam Kitab Hadis Syiah. Berikut suratnya: “ass.. saya mengaharapkan bantuannya tuk memberikan penjelasan / argumentasi ttg 12 Imam as dari versi syiah (referensi syiah) bukan referensi dalam kitab kitab sunni. terimakasih ditunggu tanggapannya segera, saya masih memiliki beberpa pertanyaan , saya ajukan satu dulu klw boleh saya beri nomor , maka ini pertanyaan nomor 1, berikutnya saya hanya memberi no 2 dst tuk menunjukan dan mengingatkan saya juga. terima kasih. semoga Allah swt memberi kemudahan pada misykat.net dalam tugas yang mulia ini. Was.”
Salam wa rahmah. Terima kasih atas suratnya dan doanya. Berikut ini hadis-hadis yang menerangkan Duabelas Imam dari kitab hadis Syiah.

Jumat, 17 April 2015

Seminar UNISBA: Aktivis KAMMI Kalah Debat Dengan Muslim Syiah

Seseorang yang bernama Acep Saeful Milah dalam seminar Syiah di Universitas Islam Bandung (UNISBA) bersama Prof Maman Abdurrahman (Ketua Umum Persatuan Islam), dan Wildan dari Jakarta menyampaikan tentang (mazhab Islam) Syiah.
Dalam seminar itu, saya tidak menemukan hal baru. Hanya perulangan dari isu dan fitnah lama yang sebetulnya sudah terjawab dalam buku-buku  yang ditulis asatidz dan cendekiawan dari Muslim Syiah. Apalagi dari tiga pembicara yang dihadirkan tidak ada yang berasal dari mazhab Syiah. Lebih bisa dikatakan penghakiman ketimbang kajian.

Kamis, 16 April 2015

Menjawab Fitnah Terhadap Islam mazhab Syiah (3)



Masih dalam e-mail, Muhyi menulis: Dari buku-buku referensi utama agama Syiah, jelas sangat berbahaya bagi NKRI, di mana: (1) HAM sudah dijamin, sementara agama Syiah menyiksa dan membunuh adalah ibadah; (2) Seks bebas di luar nikah adalah tindakan asusila, di agama Syiah tindakan asusila ini adalah ibadah (bahkan pahala dan ampunannya sangat luar biasa, dan diekspresikan dengan tidak senonoh); (3) Mencaci-maki Sahabat RA versi Islam, adalah penistaan atas agama Islam; (4) Terorisme dilarang di NKRI, tapi agama Syiah malah menumpahkan darah kaum muslimin itu ibadah? 
Jika pun ada kesamaan-kesamaan antara agama Syiah dengan agama Islam (agama para nabi dan rasul), maka cuma satu posisinya: yaitu ketika melaksanakan taqiyyah atau kemunafikan, mengaku beragama dan berkeyakinan tertentu padahal di hatinya tidak. Dan sebaiknya para penganut agama Syiah tidak usah mengemis untuk diakui Islam. Sebaiknya memang buat saja agama baru yang ke-7 di NKRI, barangkali bisa diterima ajaran-ajaran terorismenya itu. 

Rabu, 15 April 2015

Menjawab Fitnah Terhadap Islam Mazhab Syiah (2)

MUHYI menulis: Secara akidah, Syiah itu tidak menyembah Allah SWT. Rasulnya juga bukan Muhammad SAW. Kitab sucinya juga bukan Quran. Syiah adalah complete set of a new religion, secara: - akidah - ibadah - mualamah. Ada baiknya nanti Anda saya beri buku-buku asli para ulama Syiah, agar paham agama Syiah itu seperti apa? Bagaimana berbagai kedustaan dinisbatkan kepada para imam versi Syiah, baik secara akidah, ibadah, dan muamalah.
Tapi ini menarik sekali. Sepertinya Anda juga beragama Syiah, tapi tidak mau mengakui. Semua pembendaharaan Anda ini dari Syiah kontemporer/modern semua, yang notabene sudah sangat jauh dari Islam. Ciri-ciri orang beragama Syiah memang demikian, biasanya. Melontarkan syubuhat-syubuhat, karena di agama Syiah, syubuhat itu menjadi dalil.

Selasa, 14 April 2015

Menjawab Fitnah Terhadap Islam mazhab Syiah (1)

Seseorang yang bernama Muhyi sempat dialog dengan kami tentang Islam Syiah. Kemudian kami sampaikan tentang Syiah yang kami ketahui. Menurutnya, Syiah itu agama tersendiri.
Muhyi jelas bohong karena sekira 300 ulama dari seluruh dunia menegaskan dalam konferensi Islam di Amman, Jordania, hingga melahirkan Risalah Amman bahwa Syiah (Jafari dan Zaidi), empat mazhab (fikih) Sunni, Ibadhi, dan Salafy adalah benar-benar bagian dari Islam.

Senin, 13 April 2015

Mengkaji Riwayat Debat Imam Al-Baqir dengan Abu Hanifah

Alkisah bahwa pada saat Abu Hanifah pergi haji, Abu Jafar Muhammad Al-Baqir menghadangnya di Madinah. Kemudian berkata: “kamulah yang merubah agama kakekku dengan qiyas!”
Abu Hanifah berkata: “aku berlindung pada allah untuk melakukan itu.”
Berkata Abu Jafar: “tapi kamu telah merubah!”
Abu Hanifah berkata: “duduklah...aku ingin ingin bertanya padamu tiga pertanyaan, dan jawablah pertanyaanku. Apakah laki laki lebih kuat dari perempuan?”
Jawab Abu Jafar : “ya..laki laki yang lebih kuat.”
Berkata Abu Hanifah: “Berapa bagian untuk laki laki dan berapa bagian untuk perempuan?”
Jawab Abu Jafar: “laki laki mendapat dua bagian, dan perempuan mendapat satu bagian.”
Berkata Abu hanifah : “ini adalah perkataan kakekmu (nabi). Maka jika saya merubah agama kakekmu, dengan qiyas menjadi terbalik antara kedudukan laki laki dan perempuan, karena perempuan lebih lemah dari laki laki. Mana yang lebih utama, puasa atau shalat?”
Jawab Abu Jafar: “shalat.”

Minggu, 12 April 2015

Fatimah Az-Zahra dan Keadilan Insani [by KH Jalaluddin Rakhmat]

Jadi, Fatimah sangat mirip dengan Nabi Muhammad saw, khalqan wa khuluqan, baik dalam penampilan fisiknya maupun dalam akhlaknya. Ini yang terpenting dibicarakan pada diri Fatimah, karena ia adalah tokoh sebagaimana suaminya (Ali ibn Abi Thalib) penegak keadilan.Tokoh perempuan yang terbesar dalam sejarah Islam adalah putri Rasulullah saw, yakni Fatimah az-Zahra. Fatimah az-Zahra berdasarkan data sejarah, sangat sulit menolak pesona yang dimilikinya. Karena kata Aisyah, tidak ada orang yang cara berjalannya, berbicaranya begitu mirip Nabi saw seperti Fatimah.
Ketika Rasulullah meninggal dunia, Fatimah datang menuntut tanah Fadak yang dihadiahkan Nabi saw kepadanya. Kisah tanah Fadak diceritakan dalam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i, dan sunan At-Turmudzi.

Sabtu, 11 April 2015

Mengkaji Riwayat Debat Imam Jafar Shadiq dengan Abu Hanifah

Suatu ketika bertemulah Abu Hanifah (nama yang biasa dipanggil Numan), salah seorang fuqaha Ahlu Sunnah wal Jamaah, ke rumah Imam Jafar Shadiq as. Abu Hanifah meminta izin untuk bertemu, tetapi Imam Jafar tidak memperkenankannya. Kebetulan datang rombongan orang Kufah meminta izin untuk bertemu dan Abu Hanifah masuk dengan mereka. 
Setelah selesai pertemuan dengan orang-orang Kufah, Abu Hanifah berkata: “Wahai Putra Rasulullah, alangkah baiknya jika Anda menyuruh orang pergi ke Kufah dan melarang penduduknya mengecam sahabat Rasulullah saw. Aku lihat di sana lebih dari 10.000 orang mengecam sahabat." 
Imam Jafar: “Mereka tidak akan menerima laranganku wahai Numan.” 

Jumat, 10 April 2015

Kisah Keledai Ufair: Benarkah Shahih Haditsnya?


image
Seseorang telah meminta redaksi Misykat:  … boleh minta tolong para ustadz untuk menyampaikan tanggapan, sanggahan, bantahan atas kutipan ini. Yakni tentang ulasan buku Banyolan Syiah Imamiyah karya Firanda Andirja Abidin, Lc, MA yang dimuat dalam situs Salam-Online; yang isinya menyatakan perawi hadis Syiah terdapat keledai. Benarkah riwayat tersebut shahih dalam khazanah hadis-hadis dalam mazhab Syiah Imamiyah? Simak uraian redaksi Misykat di bawah ini!
Jawaban
Terima kasih sudah berkenan untuk melakukan tabayun. Insya Allah akan kami kupas sedikit tentang hadis dan perawis yang Anda maksudkan. Alhamdulillah, kami sudah langsung membaca inti dari tulisan tersebut dan kami tanggapi secara singkat.

Kamis, 09 April 2015

Telaah Manuskrip: Debat Imam Jafar dengan Rafidhah

Pada sebuah situs dimuat satu manuskrip tentang debat Imam Jafar Shadiq as dengan Rafidhah. Setelah membaca, kami meragukan kebenarannya karena tidak sesuai dengan teks-teks riwayat atau hadis-hadis Imam Jafar yang pernah dibaca. Juga manuskrip itu tidak jelas dari mana asal usulnya sehingga sangat sulit diverifikasi kebenarannya.
Selain tidak mencantumkan sanad, juga ada kejanggalan pada matan manuskrip tersebut. Hadis yang dikutip Imam Jafar Ash-Shadiq as tentang Abu Bakar dan Umar bin Khaththab adalah penghulu para orang tua di surga. Segera setelah pengutipan hadis tersebut, manuskrip mencantumkan sejumlah sumber rujukan (Tirmidzi, Ibnu Majjah, dan lainnya). 
Kesannya, Imam Jafar Ash-Shadiq as mengutip hadis itu dari sumber para ahli hadis terkenal. Tentu ini menabrak logika sejarah. Tidak mungkin Imam Jafar Ash-Shadiq as yang wafat tahun 148 H. mengutip perkataan Tirmidzi yang wafat tahun 270 H atau Ibnu Majjah (wafat tahun 273 H). 

Senin, 06 April 2015

Tabayun: Sudah Hilangkah?

Baru-baru ini kita dapat kabar bahwa kaum Muslimin Nahdlatul Ulama (NU) di Madura dan Cirebon berani menolak gerakan Wahabi dan membatalkan deklarasi anti Syiah. Saya salut dengan keberanian NU ketika orang-orang hanya bisa komentar dalam situs sosial media. Tindakan berani untuk kerukunan umat beragama di Indonesia. Dan itu bentuk nyata dari pengakuan pluralitas umat Islam untuk menjaga keutuhan bangsa.
Hampir di setiap acara deklarasi anti Syiah digaungkan, logo NU terpasang pada spanduk. Seakan-akan benar diwakili kalangan NU. Bahkan logo Muhammadiyah pun dipasang bersama logo ormas lainnya. Kadang timbul tanya dalam benak: benarkah pihak yang empunya logo ikut serta secara resmi? Atau hanya segelintir orang dari masing-masing ormas? Jika benar keputusan resmi tentu harus menjadi keputusan nasional dan segelintir orang tidak layak digeneralisir sebagai wakil umat Islam.

Jumat, 03 April 2015

Menjawab Tahrif Al-Quran

Asslklm wr, wb. Redaksi Misykat yang terhormat, saya juga ingin bertanya sehubungan dengan tulisan yang saya baca pada blog fajrul Islam. Tulisan tersebut membahas beberapa hal di antaranya keyakinan Syiah mengenai tahrif al-Quran yang diambil dari literatur Syiah yang otoritatif yang dicocokan dengan data di lapangan; dengan mengambil contoh (katanya) seorang tokoh Syiah di Pasuruan. 

Di sisi lain, saya pernah membaca Buku Putih Mazhab Syiah yang diterbitkan ABI yang menolak pandangan tahrif al-Quran. Yang saya tanyakan adalah mengapa ada dualisme pandangan dalam Syiah mengenai tahrif al-Quran? Bagaimana hadits dari para Imam yang paling shahih mengenai isu ini? Juzitu khairan. Wassalaam.

Salam wa rahmah
Adanya perbedaan pendapat di kalangan internal sebuah mazhab adalah hal yang sangat wajar, termasuk yang terkait dengan isu sangat sensitif semisal isu tahrif Al-Quran. Ini juga yang terjadi pada kedua mazhab: Sunni dan Syiah. Hanya saja, munculnya perbedaan tersebut tidak bisa serta-merta menjadi dalil bahwa terjadi dualisme pandangan dalam mazhab tersebut. Jika pandangan yang pertama disampaikan oleh sekelompok ulama otoritatif, sedangkan pendapat kedua disampaikan satu-dua ulama biasa, tentu tidak bisa dikatakan telah terjadi dualisme.

Rabu, 01 April 2015

Selamat untuk Dr Muhammad Babul Ulum

Selamat dan sukses untuk Ustadz Muhammad Babul Ulum yang meraih gelar DOKTOR dengan mempertahankan desertasi Al-Muawiyyat dalam sidang promosi doktor di Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta, Senin 30 Maret 2015.

ABSTRAK
Aliansi politik menentukan kriteria penilaian hadis. Kesahihan dan kedaifan hadis ditentukan oleh keberpihakannya pada penguasa. Hadis yang mendukung penguasa cenderung diterima, perawinya diapresiasi. Hadis yang mendukung oposisi  cenderung ditolak, perawinya dipersekusi. Seorang rawi semakin dekat dengan penguasa cenderung semakin tinggi penilaian kualitas hadis yang diterima. Semakin dekat dengan oposisi cenderung semakin rendah penilaian kualitas hadis yang dibawa.