Jumat, 31 Juli 2015

Hadis Ghadir Khum


image
Hadis Al-Ghadir adalah hadis yang disampaikan oleh Rasulullah Saw di Ghadir Khum, suatu tempat antara Makkah dan Madinah, sesudah haji Wadâ’. Hadis ini disampaikan di depan kurang lebih 150.000 sahabat, di bawah terik matahari yang sangat panas, sambil memegang tangan Imam Ali ibn Abu Thalib (a.s.).
Hadis Al-Ghadir adalah hadis yang paling mutawatir dari semua hadis. Bahkan, bisa dikatakan, tidak ada satu pun hadis Nabi Saw. yang melebihi kemutawatiran hadis Al-Ghadir. Karena tidak satu pun hadis Nabi Saw. yang lain yang disaksikan dan didengarkan oleh puluhan ribu sahabat sebagaimana hadis ini.

Kamis, 30 Juli 2015

Mitos Konflik Ahlus Sunnah-Syiah

image
Sebelum bercokolnya kolonialisme modern yang dipimpin oleh AS dan bagian negara Eropa (Barat), tidak pernah ada konflik antara Syiah dan Ahlus Sunnah. Di beberapa negara yang di dalamnya Muslim Syiah berjumlah signifikan, tidak pernah ada konflik dengan Muslim Ahlus Sunnah, kecuali konflik spor adis di antara kelompok-kelompok kecil dari kedua kalangan. Contohnya di Irak, Lebanon, dan Suriah. Di Irak, masyarakat Irak yang multietnik dan ter- diri dari berbagai kelompok, hidup damai sampai kemudian Inggris melakukan invasi pada 1917.
Sejak saat itu hingga kini, Irak terus dilanda masalah sebagai akibat dari penjajahan dan intervensi asing. Justru, konflik ini berkembang ketika AS datang menduduki Irak. Wajar kemudian banyak pihak yang mengatakan konflik ini merupakan rekayasa penjajah untuk memecah perlawanan rakyat Irak.

Rabu, 29 Juli 2015

Penolakan Syiah terhadap Tahrif Al-Quran


image
Pembahasan hadis-hadis riwayat Al-Kulaini yang dianggap membenarkan adanya tahrif  Al-Quran.
Riwayat Pertama
… Abu Ja’far (Imam Al-Baqir) a.s. berkata, “Tidak seorang pun yang mengaku telah mengumpulkan Al-Quran sebagaimana yang telah diturunkan, melainkan ia adalah pembohong besar. Dan tidak ada yang mengumpulkan serta menghafalnya sebagaimana diturunkan, kecuali Ali ibn Abu Thalib dan para imam dari keturunannya.”

Selasa, 28 Juli 2015

Isu-Isu Ikhtilaf Ahlus Sunnah dan Syiah (2)


image
Syiah dan Hadis
Biasa dituduhkan bahwa Syiah mempercayai hadis-hadis yang berbeda dengan yang dipercayai Ahlus Sunnah. Hal ini sesungguhnya terbantah oleh sedikitnya tiga alasan.
Pertama , meski diriwayatkan dengan rantai periwayatan yang berbeda, banyak sekali hadis Syiah yang memiliki kesamaan kandungan den gan hadis-hadis yang beredar di kalangan Ahlus Sunnah. Hal ini mudah dilihat bagi orang-orang yang terbiasa membaca buku-buku Syiah dan Ahlus Sunnah sekaligus. Kenyataan seperti ini juga pernah dit ulis oleh Sayid Husayn Nasr, seorang intelektual ulama terkemuka Syiah pada masa kini, dalam buku yang disuntingnya berjudul Anthology of Islam.

Senin, 27 Juli 2015

Isu-Isu Ikhtilaf Ahlus Sunnah dan Syiah (1)


image


Tahrif Al-Quran
Orang Syiah meyakini bahwa pendapat yang menyatakan adanya kemungkinan perubahan dalam Al-Quran adalah mengingkari Al-Quran dan jaminan Allah untuk menjaganya, berikut ini:  ٩ ﹶﹶﺎﻓﹺﻈﹸﻮﹾﻥﹶ﴿ﺍ ﳊﺠﺮ ﺇﹺﻧﱠﺎ ﻧﹶﺤﹾﻦﹸ ﻧﹶﺰﱠﻟﹾﻨﹶﺎ ﺍﻟﺬﱢﻛﹾﺮﹶ ﻭﹶﺇﹺﻧﱠﺎ ﻟﹶﻪﹸ  “Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya kami benar- benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr [15]: 9).
Jumhur ulama Syiah meyakini bahwa Al-Quran yang ada di tangan kaum Muslim saat ini adalah satu-satunya Al-Quran dan merupakan wahyu Allah yang turun kepada Muhammad Rasulullah. Misalnya, pandangan ahli tafsir Syiah, Al-Faidh Al-Kâsyâni terhadap kesucian Al-Quran tertera di mukadimah keenam tafsir Ash-Shâfi, Tafsir bil-Ma’tsûr (1/40-55).

Minggu, 26 Juli 2015

Penerjemahan Buku-Buku Syiah yang Dipalsukan


image
Pemahaman yang salah terhadap Syiah juga disebabkan banyaknya pemalsuan buku-buku Syiah oleh oknum-oknum yang antipersatuan Islam. Salah satu buku yang dipalsukan adalah Kitab Kasyful Asrar yang ditulis oleh Imam Khomeini.
Pada tahun 1943, seorang yang bernama Ali Akbar Hokmi Zadeh—putra seorang ulama—menerbitkan buku setebal 38 halaman dengan judul Asrar Umruha Alfu ‘Am  (Rahasia-Rahasia Selama Seribu Tahun) sebagai bantahan terhadap agama secara umum, dan Syiah secara khusus.

Sabtu, 25 Juli 2015

Sahabat menurut Mazhab Syiah


image
Sahabat
Syiah mendefinisikan sahabat seperti yang dikemukakan dalam kamus-kamus bahasa Arab sebagai berikut: Kata as-shâhib dalam bentuk jamaknya (plural) ialah shahab, ashab, shihab, dan shahabah.
Kata al-shâ hib berarti yang menemani (al-mu‘asyir) dan yang selalu menyertai ke mana pun (al-mulâzim) serta “tidak dikatakan kecuali kepada seseorang yang sering menyertai temannya”, “Dan persahabatan mensyaratkan adanya kebersamaan yang lama”.

Jumat, 24 Juli 2015

Sikap Syiah terhadap Sahabat, Istri-Istri Nabi, dan Ahlus Sunnah


image
Para Khulafaur Rasyidin adalah fakta sejarah yang tidak bisa ditolak kebenarannya dan mereka juga adalah sahabat Nabi Muhammad Saw yang mulia dan, faktanya, mereka pun memiliki banyak prestasi.
Begitu juga, terkait dengan kemaslahatan umum Islam Imam Ali telah mengirim putra-putranya untuk turut serta dalam jihad dan berperang membela Islam dengan mereka dan para tentara Islam.
Memang Syiah berpendapat bahwa Imam Ali lebih berhak atas khilafah sebagai penerus Rasulullah Saw. Meski demikian, hal ini tidak menghalangi para pengikut Syiah untuk memberikan apresiasi terhadap prestasi para khilafah ini dan memberikan penghormatan yang layak kepada mereka.

Kamis, 23 Juli 2015

Pakaian Kecipratan Air Kencing

image
Mungkin banyak dari kita yang menganggap remeh bila mengalami kecipratan kencing di celana. Padahal kejadian ini bisa kapan dan di mana saja terjadi serta menentukan sah tidaknya shalat yang kita lakukan. 
Imam Ja’far ash-Shadiq as ketika ditanya tentang kencing yang mengenai baju atau tubuh seseorang, dijawab oleh Beliau: “Cucilah dua kali.” Artinya, perintah tersebut bermaksud agar baju atau tubuh seseorang disucikan dahulu." 

Rabu, 22 Juli 2015

Mengenal Fikih Imam Jafar Shadiq [by KH Umar Shahab]


image
“Jangan sampai jika terjadi pertengkaran atau perselisihan mengenai keuangan di antara kamu, kamu angkat persoalannya kepada para fasik itu. Pilihlah seseorang yang mengetahui urusan yang halal dan haram diantara kamu sebagai pemutus perkara, karena aku telah tetapkan ia sebagai qadi, hakim bagimu. Aku peringatkan, jangan sampai ada diantara kamu yang mengangkat perselisihannya kepada penguasa yang zalim.”
Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Imam Ja’far Shadiq, imam ke enam dalam keyakinan Syiah Itsna-’Asyariyah atau Syiah Dua Belas Imam. Dalam tradisi fiqih Syiah, Imam Ja’far Shadiq dapat disebut sebagai bapak fiqih Syiah, karena sebagian besar masalah fiqih yang dibahas dalam fiqih Syiah bersumber atau mencerminkan “pandangan-pandangannya”.

Selasa, 21 Juli 2015

Istri Nabi bukan Ahlulbait

Seseorang mengirimkan e-mail dan bertanya:mengapa Syiah menetapkan Ahlulbait yang terdapat pada surah ahzab ayat 33 sebagai keluarga Nabi yang khusus: Rasulullah, Ali, Fatimah, Hasan dan Husain?
Sedangkan para istri dan keluarga besar dari Bani Hasyim yang jelas ada kekerabatan dengan Nabi tidak masuk dalam Ahlulbait. Padahal dalam surah Hud ayat 70-73 bahwa istri Nabi Ibrahim as disapa dengan Ahlulbait oleh malaikat yang memberikan kabar gembira istri Nabi Ibrahim akan melahirkan anak.
Kemudian berkaitan dengan Perang Ahzab yang membuat parit dengan saran dari Salman Al-Farisi. Semua sahabat memujinya dan mengaku Salman dari Bani mereka. Lalu, datang Nabi seraya mengatakan: Salman min Ahlulbait; Salman dari (golongan) Ahlulbait. Dari riwayat ini dan surah Hud jelas bahwa yang masuk dalam Ahlulbait adalah sahabat dan istri Nabi. Nah, kenapa Syiah menetapkan menjadi terbatas?

Senin, 20 Juli 2015

Misteri Wasiat Nabi karya Kang Jalal



Buku Misteri Wasiat Nabi karya Jalaluddin Rakhmat ini merupakan ringkasan desertasi Asal Usul Sunnah Shahabat: Studi Historiografis atas Tarikh Tasyri, yang sudah lulus dalam sidang doktoral di UIN Alauddin Makassar.

Sesuai dengan judulnya, Kang Jalal—sapaan akrab Jalaluddin Rakhmat—menyampaikan Rasulullah saw telah mewasiatkan penerus risalah sekaligus otoritas dalam agama Islam setelah Rasulullah saw wafat. Wasiat inilah yang menjadi poin kajian yang membedakan Sunni dan Syiah, yang telaahnya didasarkan sejumlah literatur dari Ahlussunnah dan Syiah.

Minggu, 19 Juli 2015

Ketua IJABI Jabar: Tak Boleh Mengafirkan


Deklarasi dibacakan K.H. Athian Ali Da'i dan ditandatangani Pengurus Harian Aliansi Nasional Anti-Syiah, termasuk K.H. Athian Ali Da'i (Ketua), K.H. Atif Latiful Hayata, S.H., L.L.M., Ph.D. (Ketua Dewan Pakar), dan K.H. Abdul Hamid Baidlowi (Ketua Majelis Syura).Sejumlah ulama mendeklarasikan Aliansi Nasional Anti-Syiah di Masjid Al-Fajr, Jalan Cijagra, Buahbatu, Bandung, Minggu (20/4). Deklarasi dihadiri ratusan umat muslim dari berbagai daerah serta sejumlah ormas Islam. Namun tak satu pun pejabat dari Pemprov Jabar yang menghadiri acara tersebut.
Menurut Athian, deklarasi ini tak lain untuk menyelamatkan akidah umat Islam. "Kegiatan ini merupakan hasil musyawarah yang pernah dilakukan pada 20 April 2012, yang dihadiri 187 ulama seluruh Tanah Air," kata Athian. 

Rabu, 15 Juli 2015

Kang Jalal: Ormas yang Ingin Dirikan Negara Islam Sama Dengan ISIS


Anggota Komisi VIII DPR RI Jalaluddin Rakhmat atau yang akrab disapa Kang Jalal, berpendapat bahwa ‎ancaman Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tidak hanya gerakannya yang masif merekrut  warga Indonesia untuk masuk menjadi bagian dari anggota ISIS, tapi Jalal meminta publik memahami apa tujuan utama dari terbentuknya ISIS.

‎Menurutnya, ISIS adalah gerakan Islam radikal yang ingin mendirikan terbentuknya negara Islam. Jika publik sepakat dengan istilah itu, maka, kata dia, banyak juga organisasi masyarakat di Indonesia yang sejak dulu gigih memperjuangkan terbentuknya negara Islam di Indonesia, seperti dulu ada Darul Islam atau Tentara Islam Indonesia DI/TII dengan tokoh utamanya Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo dan saat ini ada juga Hizbur Tahrir (HTI) dan kelompok Mujahidin.

Senin, 13 Juli 2015

Tata Cara Wudhu

image
Perintah melakukan wudhu sebelum shalat tercantum dalam Al-Quran surah Al-Maidah ayat 6, “wahai orang-orang yang beriman apabila kalian hendak mengerjakan shalat maka basuhlah wajah dan tangan kalian bersama siku dan usaplah sebagian dari kepala kalian dan kaki kalian sampai mata kaki (pergelangan).”
Dalam riwayat disebutkan bahwa Imam Ja'far Ash-Shadiq bin Imam Muhammad Al-Baqir bin Imam  Ali Zainal Abidin bin Imam Husain bin Imam Ali bin Abi Thalib berkata: “Wajibnya membasuh anggota wudhu adalah sekali saja. Untuk basuhan yang kedua tidak mendapat pahala, dan untuk basuhan ketiga dianggap bid'ah, dan bid'ah adalah sesat.”
Berikut ini urutan dan tata cara wudhu berdasarkan Fikih Mazhab Ahlulbait yang diambil dari situs Al-Shia
Pertama kali, berniatlah untuk berwudhu dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah. Ambillah air wudhu dengan tangan kanan.
Kedua, basuhlah wajah Anda dengan air tersebut dimulai dari tempat tumbuhnya rambut di dahi hingga ujung janggut. Membasuh wajah disyaratkan dari atas ke bawah. 

Minggu, 12 Juli 2015

Sosok, Pendidikan, dan Karya KH Jalaluddin Rakhmat

image
KH Jalaluddin Rakhmat yang biasa dipanggil Kang Jalal, dilahirkan di Bojongsalam-Bandung pada 29 Agustus 1949. Pada usia yang relatif kecil, Kang Jalal sudah dapat menguasai bahasa arab di pesantren NU (Nahdlatul Ulama) asuhan Kiai Shidik. Di pesantren inilah Kang Jalal dididik oleh kiainya sampai bisa hafal Alfiyah Ibnu Malik. Bukan cuma itu, Shidik juga diakui Kang Jalal bersifat "liberal".
Semula ia NU, lalu berubah menjadi Muhammadiyah dan berkiblat politik ke Masyumi. Sikap non-sektarian, dalam pengertian terbuka terhadap pelbagai mazhab dan sikap menghormati perbedaan pendapat yang akhir-akhir ini dikembangkan Jalal, barangkali tak lain merupakan jejak warisan yang diperoleh dari gurunya.

Sabtu, 11 Juli 2015

Takfiri di Bandung Semakin Gencar

Setelah meluncurkan Aliansi Anti Syiah, segelintir kaum takfiri melanjutkan aksinya dengan mengerahkan khatib Jumat menyampaikan Syiah dengan tinjauan yang negatif. Anehnya, orang-orang takfiri ini dahulu tidak gencar dalam menyesatkan mazhab Syiah. Hanya sekarang ini bermunculan. Bandung sebentar lagi disebut kawasan intoleran jika setiap orang tak peduli dengan kaum takfiri yang terus beraksi ke masyarakat bawah. Kalau sebelumnya pernah menghalangi kegiatan Asyura Muslim Syiah pada 10 Muharram 1435 Hijriah dan menyebut bidah pada kegiatan tahlilan, shalawat dan dzikir bersama, melarang baca Al-Barzanji pada saat Maulid Nabi, dan selamatan lainnya. Kini, mulai memprovokasi masyarakat bawah untuk membenci sesama umat Islam.

Menyimak Dr Ahmad Shahrohti di Muthahhari

Di Aula Muthahhari Bandung, Rabu (8 Juli 2015) kemarin sore ada tamu dari Iran: Dr Ahmad Shahrohti. Seorang penghafal al-Quran dan pakar hokum Islam. Pendidikan S3—kalau tidak salah dengar dari pembawa acara—dari Universitas Murtadha Muthahhari, Iran. Dia ditemani Ustad Imam Gozali, penerjemah.

Sebelum ke Bandung, pernah ke Batam dan Makassar. Di dua kota itu, Shahrohti disambut dengan baik oleh tokoh agama seperti MUI. Pembawa acara mengisahkan bahwa dalam sebuah pertemuan di Makassar, Shahrohti melantunkan ayat-ayat Al-Quran begitu merdu dan indah. Tanpa menggunakan mushaf. Dari pembacaan al-Quran itu, tokoh Islam di Makassar menjadi terbuka: ternyata orang Syiah membaca Al-Quran yang sama dengan orang Sunni. Sehingga isu Syiah punya al-Quran sendiri terbantahkan.

Jumat, 10 Juli 2015

Tokoh Indonesia Bicara Syiah

image
Fitnah terhadap Kaum Muslim Syiah di Indonesia begitu gencar. Entah apa yang melatarinya sehingga kian hari beredar informasi yang keliru berkaitan dengan Syiah. Sejak negeri Indonesia berdiri tidak terdengar hujatan dan penyesatan terhadap Syiah.
Baru sekarang-sekarang ini muncul gerakan yang mencoba menyesatkan mazhab Syiah, bahkan ada yang anggap sebagai agama tersendiri. Padahal sejumlah ulama dan cendekiawan Islam di seluruh dunia dalam sebuah konferensi Islam Internasional menyatakan Deklarasi Risalah Amman , yang di dalamnya menegaskan mazhab Syiah sebagai Islam.
Bahkan sejumlah tokoh Indonesia menyatakan hal yang sama. Silakan simak pernyataan mereka di bawah ini:

Rabu, 08 Juli 2015

Buku Misteri Wasiat Nabi, Jangan Dibaca oleh Orang yang Baru Belajar Agama

Sabtu pagi saya dapat SMS kegiatan di Muthahhari Bandung. Isinya informasi Diskusi Buku: Misteri Wasiat Nabi yang ditulis oleh Dr.KH. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc,  tanggal 4 Juli 2015 sore di Aula Muthahhari Bandung.

Saya datang tepat ketika kegiatan baru dimulai dengan pembukaan oleh Ketua PP IJABI (Pengurus Pusat Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) Syamsuddin Baharuddin.

Depan peserta tampak Kang Jalal (Jalaluddin Rakhmat), Dr. Ali Masrur, Prof Rosihon Anwar dari UIN SGD Bandung, dan Dr. H. Muhammad Babul Ulum, M.Ag, yang berposisi sebagai pembaca makalah Prof. Dr. H. Mohamad Anton Athoillah, M.M.

Sore itu ruang Aula Muthahhari tampak padat. Mungkin terasa sesak, seorang panitia meminta jamaah untuk bergeser ke depan mendekat pada meja pembicara. Tapi tetap saja masih ada yang berdatangan dan berdesakan di belakang dekat pintu.

Selasa, 07 Juli 2015

Buku yang Gurih sekaligus Bergizi?: Mengenal Buku Misteri Wasiat Nabi [by HERNOWO]

Dalam studi ini sudah terbukti ada tahrif (pemotongan atau penambahan) dalam teks-teks hadis dan sejarah. Studi tentang tahrif dalam kitab-kitab hadis bisa dimulai dari kitab-kitab hadis yang dipandang paling otentik—seperti Al-Bukhari, Muslim hingga ke kitab-kitab hadis di luar Kutub al-Sittah seperti Musnad Ahmad, Sunan al-Darimi, Al-Thabrani, dan Al-Hakim.

Itulah salah satu rekomendasi Kang Jalal untuk para peneliti yang ingin melanjutkan penelitiannya yang telah membuahkan disertasi berjudul Asal-Usul Sunnah Sahabat. Dalam daftar rekomendasi Kang Jalal, ada sebelas rekomendasi lagi yang ditujukan untuk para peneliti di bidang studi-studi Islam. Dua di antara rekomendasi yang, menurut saya menarik, adalah terkait dengan (1) penggunaan abductive methods untuk menguji peristiwa-peristiwa sejarah yang kontroversial (misalnya permusyawaratan di Saqifah Bani Sa’idah, perang Riddah, jatuhnya kekuasaan Islam baik di Baghdad maupun Andalusia) dan (2) pembentukan isnad dalam hadis-hadis mauquf yang di-marfu’-kan. 

Senin, 06 Juli 2015

Inikah Bentuk Kecanggihan Metode Penelitian Kang Jalal?: Mengenal Buku Misteri Wasiat Nabi [by HERNOWO]

Charles Sanders Peirce (CSP), pendiri filsafat pragmatisme Amerika (yang ia sebut pragmatisisme) adalah juga ahli logika, bahasa, komunikasi, dan semiotik. Ia menulis berbagai topik sejak matematika dan logika hingga psikologi, antropologi, sejarah, dan ekonomi. Dalam logika, penemuan utamanya adalah metode abduktif, yang sekarang diterapkan dalam berbagai ilmu alamiah dan artificial intelligence. 

Saya menemukan nama CSP, sang penemu metode abduktif, di halaman 38 buku Misteri Wasiat Nabi. Kata-kata yang mengawali tulisan ini muncul di catatan kaki nomor 32. Terus terang tak mudah saya memahami metode abduktif (dalam penelitian historis) yang dipakai Kang Jalal untuk menyusun disertasinya.

Minggu, 05 Juli 2015

Konsep Adalat Al-Shahabat dan Kemusykilannya: Mengenal Buku Misteri Wasiat Nabi [by HERNOWO]


Di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekelilingmu, ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik). Mereka telah terbiasa dalam kemunafikan. Engkau (Nabi Muhammad Saw.) tidak mengetahui (siapa) mereka, tetapi Kami mengetahui mereka. Kelak mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar (QS Al-Taubah [9]: 101). 

Di tengah tumpukan literatur berbahasa asing yang sangat banyak dan beragam, tersembul (setidaknya) tiga literatur karya penulis Indonesia yang digunakan oleh Kang Jalal untuk memperkuat “Tinjauan Pustaka” disertasinya. “Tinjauan Pustaka” untuk penyusunan disertasinya tersebut dibagi menjadi dua bagian: (1) kajian apolegtis tentang Sahabat dan (2) kajian kritis terhadap Sahabat.

Menurut Kang Jalal, dalam konteks yang pertama, penulisan sejarah para sahabat pada awalnya ditandai dengan kesetiaan para ahli hadis dan muarikh akan konsep ‘adalat al-shahabat (semua sahabat adalah 'udul, yaitu tidak pernah berbohong dan semacamnya). Dalam konteks yang kedua, perlahan-lahan kesetiaan terhadap konsep ‘adalat al-shabat mulai berguncang. “Jangan dulu melihat sejarah, mulailah dari pembacaan Al-Quran,” tulis Kang Jalal untuk mencermati dan membuktikan keberguncangan itu. 

Sabtu, 04 Juli 2015

Memahami Invasi Ignaz Goldziher dan Joseph Schacht: Mengenal Buku Misteri Wasiat Nabi [by HERNOWO]


"Saya harus menghaturkan terima kasih yang tidak terhingga kepada pimpinan UIN Alauddin Makassar yang memberikan kehormatan kepada "orang yang menginvasi disiplin Islam dari disiplin 'sekular'."

Ucapan terima kasih Kang Jalal untuk beberapa tokoh yang disampaikan di "Kata Pengantar" buku Misteri Wasiat Nabi ada yang unik. Di awal ucapan terima kasih tersebut, saya menemukan kata-kata sebagaimana saya kutip untuk mengawali tulisan ini. Saya menemukannya di halaman 7. Apakah "orang yang menginvasi disiplin Islam dari disiplin 'sekular'" adalah Kang Jalal sendiri?

Saya tentu harus berhati-hati dalam mencari tahu siapa orang “yang menginvasi” itu dan memaknai katai-kata itu. Namun, ketika saya membaca "Bab II Metodologi"—yang tidak mudah bagi saya untuk memahaminya—keyakinan saya bahwa orang yang "menginvasi" adalah Kang Jalal perlahan-lahan seperti mendapatkan pembenaran.
 

Jumat, 03 Juli 2015

Writing History, Constructing Religion: Mengenal Buku Misteri Wasiat Nabi karya Kang Jalal [by HERNOWO]

Saat ini saya sedang membaca ringkasan disertasi Kang Jalal—sapaan akrab Dr. K.H. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc.—dalam bentuk buku setebal 136 halaman. Judul disertasi Kang Jalal (yang diraih di UIN Alauddin Makassar) adalah Asal-Usul Sunnah Sahabat: Studi Historiografis atas Tarikh Tasyri'. Setahu saya, sudah lama Kang Jalal menekuni topik disertasinya ini. Dari “Daftar Pustaka” yang dicantumkan di akhir buku—ada sekitar 20 halaman—kita dapat merasakan betapa kaya dan beragam referensi yang dibaca Kang Jalal untuk keperluan penyusunan disertasinya tersebut.

Judul ringkasan disertasi yang diterbitkan dalam bentuk buku—yang baru saja terbit pada Mei 2015—menurut saya, lebih menarik dan menggigit: Misteri Wasiat Nabi. Misteri? Ya, pemilihan kata "misteri" ini dapat menjadi perdebatan panjang. Mengapa misteri? Menurut saya karena inti disertasi Kang Jalal di samping membahas tentang kemunculan sunnah sahabat, juga membahas tentang apakah Nabi Saw. memberikan wasiat atau tidak sebelum wafatnya. Wasiat Nabi yang dijadikan misteri oleh Kang Jalal, tentu saja, bukan wasiat yang sepele dan remeh-temeh. Wasiat tersebut berkaitan dengan hal sangat penting: siapa pemimpinan umat sepeninggal Nabi?

Kamis, 02 Juli 2015

Meluruskan Tangan Dalam Shalat

image
 Imam Ahmad mencatat Jabir bin Samara berkata: “Rasulullah saw keluar mendekati kami dan berkata: “Kenapa kau melipat tanganmu seperti tali kuda, kau harus menurunkannya dalam shalat” (Musnad Ahmad bin Hanbal, Jilid 5 halaman 93, Hadis 20905). 
Imam Syaukani mencatat dalam Nayl al-Awhar, juz 2 halaman 200: “Mereka yang tidak melipat tangan (dalam shalat) bersandar pada riwayat Jabir bin Samara: mengapa kau lipat tanganmu.”
Dalam Sahih Bukhari juz 1 Nomor hadis 507: Anas berkata: “Aku tidak melihat (saat ini) sesuatu yang mereka lakukan pada masa Rasulullah. Seorang berkata padanya: “Shalat.”
Anas berkata: “Sudahkah anda lakukan sesutu yang telah anda lakukan dalam shalat?” (maksudnya apakah tidak ada yang tertinggal).

Rabu, 01 Juli 2015

Nikah Mutah Tidak Dilarang oleh Rasulullah saw

Nikah mutah adalah salah satu fikih yang paling kontroversial di dalam Islam. Ada dua mazhab dalam menyikapi masalah ini: yang membolehkan dan yang mengharamkan. Kedua pendapat merujuk kepada dalil masing-masing. Yang membolehkan mengatakan bahwa Nabi Saw tidak pernah melarang nikah mutah sampai wafatnya dan yang melarang adalah Umar bin Khattab. Yang mengharamkan mengatakan bahwa Rasulullah Saw melarang nikah mutah sebelum wafatnya. Namun demikian, kedua mazhab sepakat bahwa nikah mutah pernah dibolehkan oleh Allah dan RasulNya. 
Kita telusuri dalil-dalilnya di dalam Kutubussittah. Penomoran disini mengikuti Lidwa Software.