Rabu, 30 September 2015

Kisah Kang Jalal: Syiah dan Kiai Cirebon

image
Suatu hari saya menghadiri pengajian di Masjid Al-Munawwarah, Jalan Kampus (Kiaracondong) Bandung. Guru saya: Al-Ustadz Jalaluddin Rakhmat yang menjadi narasumbernya. Kalau sedang berhalangan, biasanya diganti oleh putranya, Ustadz Miftah, yang juga guru saya.
Di majelis Ustadz Jalal, siapa pun boleh datang untuk menyimak ceramahnya. Tidak ada daftar kehadiran yang harus diisi jamaah. Duduk pun bebas. Boleh di sudut masjid, belakang, depan atau menyandar di depan gerbang masjid sambil selonjoran kaki. Tidak ada aturan yang mengikat. Sekali datang, kemudian tidak datang lagi juga diperbolehkan.

Selasa, 29 September 2015

ISLAMIC WORLD UNITY (Persatuan Umat Islam Dunia)


Dalam rangka menjalin persaudaraan dan persatuan di antara sesama umat Islam; serta untuk mengurangi pengaruh dari gerakan anti Syiah yang merupakan anti persaudaraan umat Islam, maka di Makassar digelar acara Deklarasi Persatuan Umat Islam ditandatangani oleh perwakilan Ahlusunnah dan Syiah. Masing-masing perwakilan menyatakan pentingnya ukhuwah Islamiyyah. Di bawah ini deklarasinya:
Bahwa Rasulullah Muhammad saw diutus oleh Allah swt sebagai nabi dan rasul untuk seluruh umat manusia, menyampaikan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin .

Setelah melakukan seminar internasional dengan tema “ISLAMIC WORLD UNITY (Persatuan Umat Islam Dunia)”, dengan ini seminar merekomendasikan beberapa hal sebagai berikut :

Selasa, 15 September 2015

Mukmin dan Muslim

Sekitar lima puluh tahun setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Gubernur Madinah adalah Marwan bin Hakam. Sebagaimana lazimnya di zaman itu, gubernur harus menjadi imam shalat di Masjid Nabi. Pada suatu shalat Idul Fitri, Marwan berkhutbah sebelum shalat. Lalu seorang laki-laki berdiri dan berseru, “Khutbah sebelum shalat?” Ia mempertanyakan perilaku imam itu, karena sepanjang pengetahuannya Rasulullah SAW dan para khalifah sebelumnya melakukan shalat dulu baru kemudian khutbah. Jamaah tentu saja ramai. Maka jadilah perdebatan antara imam dengan salah seorang makmum.
Abu Sa’id al-Khudhri, salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat senior, maju menengahi diskusi yang tengah berlangsung. Ia berkata, sambil menunjuk makmum yang memprotes imam itu, “Orang ini telah melaksanakan apa yang aku dengar dari Rasulullah SAW. Beliau bersabda: Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran, maka hendaknya ia mengubahnya dengan tangannya. Apabila ia tidak mampu, maka dengan lidahnya. Apabila tidak mampu, maka dengan hatinya. Tetapi yang demikian itu iman yang paling lemah”.

Senin, 14 September 2015

Syiah Menjawab 10 Kriteria Aliran Sesat versi MUI

Pada buku Panduan MUI: Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia (MMPSI)disebutkan 10 Kriteria Aliran Sesat. Buku Inilah JalanKu yang Lurus! (karya Emilia Renita Az) menggunakan 10 Kriteria Aliran Sesat ciptaan MUI dan menemukan bahwa MUI memenuhi kriteria tersebut. Berikut ini akan diulas 10 kriteria aliran sesat dan sesudahnya Sikap Resmi Muhammadiyah terhadap SyiahImamiyah.

Pertama, mengingkari salah satu rukun iman dan rukun Islam
Rukun Iman dan rukun Islam yang disebarkan oleh MUI adalah perumusan para ulama, dari hadis ‘Umar bin Khattab. Dari para sahabat lainnya, kita menyaksikan rukun-rukun Islam lainnya, selain yang lima tersebut, seperti termaktub dalam kitab-kitab hadis shahih. Bahkan pada awalnya, Nabi saw menyebutkan rukun Islam sebagai tanda-tanda keimanan. Setelah itu, para ulama mutakhir juga menambahkan dan mengurangi rukun Iman dan rukun Islam tadi. Mereka memasukkan jihad, amar makruf nahi munkar dan silaturahim ke dalamnya.

Minggu, 13 September 2015

Pensesatan Syiah Sudah Dijawab Ulama

Ustadz Muhammad Babul Ulum dalam sebuah pengajian menyampaikan bahwa isu penyesatan terhadap Syiah tidak ada yang baru dan masih berulang-ulang. Bahkan, isu yang dipakai untuk menyerang Syiah sudah banyak dijawab oleh ulama Syiah.

Ustadz Babul sekarang ini telah menyelesaikan desertasi doktor pemikiran Islam dengan mengambil penelitian tentang Al-Muawiyyat. Ustadz lulusan Pesantren Gontor ini mengaku mengambil judul tersebut terinspirasi dari buku Al-Mushthafa: Manusia Pilihan yang Disucikan karya Jalaluddin Rakhmat.

Menurut Ustadz Babul, Ustadz Jalal dalam bukunya menyajikan informasi sejarah zaman kekuasaan Bani Umayyah, khususnya Muawiyah bin Abu Sufyan, yang memerintahkan orang-orang yang terdekatnya untuk membuat hadits-hadits keutamaan sahabat-sahabat Nabi. Hal itu dilakukan agar hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan Imam Ali dan Ahlulbait menjadi hilang. Muawiyah juga sempat melarang orang meriwayatkan keutamaan Imam Ali. Bahkan memerintahkan khatib untuk mencaci maki Imam Ali dan pengikutnya dalam khutbah jumat. Hal itu dilakukan ratusan tahun.

Sabtu, 12 September 2015

Titik Temu Sunni dan Syiah

Di dalam buku biografi pemikiran yang sangat terkenal, al-Fihrist, karya Ibn al-Nadim, disebutkan bahwa Imam Syafii sangat mencintai Syiah (syadid al-tasyayyu’ ). Salah satu kecintaan Imam Syafii kepada Syiah ditunjukkan ketika fatwanya bertentangan dengan fatwa Imam Ali, maka Imam Syafii langsung mengubah fatwanya, dan memilih untuk mengikuti fatwa Imam Ali.

Kisah ini dituturkan oleh Kang Jalal, panggilan akrab cendekiawan muslim, Jalaluddin Rakhmat dalam sebuah diskusi bulanan Forum Gusdurian, Jumat, 7 Februari di Jakarta. Bahkan, Kang Jalal mengutip ungkapan Imam Syafii yang lain, “Jika pengagum Imam Ali disebut sebagai Rafidhi, maka aku rela dipanggil sebagai Rafidhi”. Panggilan Rafidhi, sangat populer di kalangan Sunni, yang konotasinya cenderung negatif dan menyudutkan pengikut Syiah.

Jumat, 11 September 2015

Syiah menurut Syiah, Akhlak Pengikut Syiah

Selama ini, kita sering mendengarkan bahwa Syiah adalah mazhab yang sesat, kafir, dan tentu saja di luar Islam. Katanya, bagaimana tidak, Syiah adalah sebuah agama yang mengikuti seorang Yahudi yang pernah menyamar jadi orang Islam, lalu merusak Islam dari dalam. Syiah dituduh mengkafirkan sahabat-sahabat Nabi Muhammad Saw, mempercayai bahwa Alquran telah diubah, memiliki Alquran yang berbeda, menghalalkan nikah mut’ah yang setali tiga uang dengan perzinaan, memiliki rukun Iman dan pilar Islam yang berbeda, dan tuduhan-tuduhan lainnya.
Mereka yang melemparkan tuduhan tersebut tidak jarang mengutip literatur-literatur Syiah sendiri untuk menjustifikasi tuduhannya. Hanya saja, selain memotong sumber informasi agar “sesuai” dengan yang diinginkan, sering pula mereka mengutip informasi yang di kalangan mayoritas Syiah sendiri ditolak.

Kamis, 10 September 2015

PROBLEM DAN PROSPEK PERSATUAN ISLAM DI INDONESIA

Risalah Depok tentang persatuan Islam di Indonesia ini dirumuskan dalam seminar sehari  “Problem dan Prospek Persatuan Islam di Indonesia”, yang diselenggarakan di Depok, Jawa Barat, 27 Jumadi al-Awal 1433 / 19 Mei 2012.
Menyimak situasi merosotnya toleransi beragama belakangan ini dan konflik antar kelompok yang memprihatinkan, serta menguatnya gejala ekstremisme dan eksklusivisme keagamaan di kalangan Muslm di negeri kita, kami merasa perlu mendeklarasikan Risalah Depok sebagai berikut :

Selasa, 08 September 2015

Muhammadiyah Terima Perbedaan Fikih, Sunni, Syiah

“Yang penting ada ruang untuk selalu terbuka, fikih itu biasa dikonstruksi, direkonstruksi dan didekonstruksi, sehingga bisa menjadi dinamis,” kata Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Haidar Nashir, dalam peluncuran buku “Fikih Kebinekaan: Pandangan Islam Indonesia tentang Umat, Kewargaan dan Pemimpin non-Muslim” di markas besar organisasi di Jakarta, Kamis pekan lalu. Muhammadiyah terbuka terhadap aneka rupa perbedaan di kalangan Muslimin, termasuk dalam soal fikih, kata pejabat tertinggi organisasi, menegaskan komitmen lembaga pada ‘pluralitas’. 
Menurut Haidar, posisi Muhammadiyah, sebagaimana terungkap dalam muktamar organisasi di Makassar belum lama ini, adalah “membuka diri dan menerima perbedaan”. 

Senin, 07 September 2015

Di Bandung, Tradisi Muawiyah Berulang

Di daerah Soekarno Hatta Bandung, di sebuah masjid ada kultum. Menjelang shalat dzuhur berjamaah ada kuliah singkat sambil menunggu jamaah. Tampil seorang pemuda menyampaikan kesesatan Syiah. Dia menyampaikan cerita yang sama dengan yang disampaikan kaum takfiri penuh fitnah.
Seorang kawan mengabarkan pemuda tersebut masih terus beri kuliah menjelang shalat dzuhur di masjid tentang Syiah versi yang salah. Memang menjadi kesempatan yang efektif karena masjid tersebut masjid perusahaan sehingga banyak jamaah dari perkantoran. Momen itu dimanfaatkan oleh orang-orang yang mengobarkan kebencian. Sayangnya, pemuda itu tidak baca buku-buku tentang Syiah dari ulama Syiah atau konfirmasi dari orang Syiah sendiri.

Minggu, 06 September 2015

Penjual Buku Syiah Diusir

Pekan ini saya tidak punya bahan untuk menulis. Kemudian saya lihat facebook dan menemukan ulasan yang mencerahkan yang ditulis oleh pakar buku Hernowo dari penerbit Mizan. Saya merasa malu dengan Pak Hernowo.

Sudah lima ulasan yang dihasilkan atas pembacaannya dari buku Kang Jalal, Misteri Wasiat Nabi

Saya belum bisa menghasilkan ulasan yang renyah dan bergizi seperti Pak Hernowo. Mudah-mudahan saya bisa belajar banyak dari ulasan Pak Hernowo, dan memahami secara komprehensif setiap buku yang saya baca.

Berkaitan dengan buku, rabu kemarin saya ke pameran buku Islam di jalan Braga Bandung. Tiba pada stan yang menjual buku-buku karya ulama Syiah. Saya mengetahui ada stan buku tersebut dari kawan di facebook. Saya ke stand kemudian membeli buku. Saya ngobrol dengan penjualnya. Penjual buku itu mengatakan, ada beberapa orang yang datang kemudian tanya-tanya.

Resensi Buku: Spiritual Traveller, Sebuah Kisah Pencarian Makna

 Makna kehidupan tak cukup dihayati hanya dengan “katanya dan kata orang”. Dalam banyak hal, manusia memiliki tanggungjawab pribadi untuk mencarinya sendiri. Tentu, pencarian seperti ini membawa kita melewati banyak pertanyaan, keraguan, penolakan, bahkan tantangan.

Buku ini mengajak kita menelaah perjalanan intelektual dan spiritual seorang manusia, membuka kembali wawasan yang pernah dimiliki, menggugah lagi keyakinan yang pernah diimani. Kisah-kisahnya akan membawa Anda melakukan safari rohani, dialog sejarah, hingga wisata logika yang bernas.

Sabtu, 05 September 2015

Prof.Dr.Muhibbin: Hadis Palsu dan Lemah Dalam Sahih Bukhari

Sebagian besar umat Islam di seluruh dunia, yakin dan percaya bahwa kitab hadis Jami' al-Shahih karya Imam Bukhari adalah sebuah kitab yang berisi kumpulan hadis-hadis paling sahih. Karena keyakinan itu pula, sebagian besar ulama pun turut meyakini dan menempatkannya pada urutan pertama kitab hadis sahih.

Benarkah demikian? ''Tidak semua hadis yang terdapat dalam kitab Jami' al-Shahih karya Imam Bukhari itu benar-benar sahih. Terdapat beberapa hadis yang termasuk kategori lemah dan palsu,'' kata Prof Dr H Muhibbin MAg, guru besar dan pembantu Rektor I IAIN Walisongo, Semarang.
Menurutnya, berdasarkan penelitian yang dilakukannya (hasilnya penelitian Muhibbin ini sudah dibukukan--Red), terdapat hadis yang bertentangan dengan Alquran maupun antarhadis di dalam kitab tersebut.
''Hadis palsunya bermacam-macam. Ada yang karena tidak sesuai atau bertentangan dengan Alquran, namun ada pula yang tidak sesuai dengan kondisi kekinian,'' terang mantan dekan Fakultas Syariah IAIN Walisongo ini.
Kepada Syahruddin El-Fikri, wartawan RepublikaProf Muhibbin(sekarang Rektor IAIN Wali Songo Semarang) mengungkapkan berbagai kelemahan hadis yang terdapat dalam kitab Jami' al-Shahih tersebut. Berikut petikannya.

Jumat, 04 September 2015

Kang Jalal Munculkan Islam Madani

image
Orang-orang memadati ruang aula Muthahhari. Sebagian orang yang tidak mendapatkan kursi, duduk lesehan di karpet. Jamaah yang hadir tidak hanya dari Bandung, tetapi dari luar kota. Maklum pagi itu Aula Muthahhari menggelar Kajian Kang Jalal dengan tema refleksi pemikiran Dr. KH. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc yang dikenal Kang Jalal, dengan menghadirkan Drs. H. Dedy Djamaluddin Malik, M.S dan dimoderatori oleh Ustadz Babul Ulum.  
Dedy Djamaluddin Malik sebagai narasumber pertama menguraikan kisah seorang lelaki yang menikah dengan perempuan Islam. Setelah menikah, ternyata suaminya tidak pernah shalat dan puasa. Ketika ditanya, suami itu mengatakan kalau dia memeluk agama leluhurnya. Kemudian perempuan itu meninggalkan suaminya dan pergi ke Garut pada orangtuanya.

Kamis, 03 September 2015

Bertanyalah kepada Guru-guru Anda!

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad

Mungkin Anda tahu kisah Malaikat yang berani bertanya kepada Allah tentang penciptaan manusia (Adam). Sebagai orang beragama, selayaknya mengetahui. Dari pertanyaan atau mempertanyakan atas ciptaan Allah kemudian para malaikat mendapatkan penjelasan dari-Nya. 

Nah... Bertanyalah, niscaya akan dapat pengetahuan! Entah slogan atau sekadar motivasi. Kalimat demikian biasanya muncul dari orang-orang yang bergelut dalam kajian filsafat. Ada seseorang yang berkata bahwa orang yang tidak bertanya, atau tidak merespons adalah termasuk orang sombong. Karena itu, segera respons terhadap segala hal dengan cara yang baik dan kalimat yang baik. Sesuatu yang benar jika dilakukan tidak benar, hasilnya tidak akan baik.

Rabu, 02 September 2015

Kisah Ustadz: Hanya kepada Allah, Kami Meminta Tolong


Salam wa rahmah. Seorang Ustadz yang membimbing jamaah umrah mengisahkan sebuah cerita yang dialaminya ketika berdoa di depan makam Rasulullah saw. Saat membaca doa tawasul kepada Rasulullah saw, tiba-tiba seorang tentara “syariah” yang berjaga-jaga di masjid Nabawi mendekat. 

Dengan menggunakan bahasa Arab, tentara “syariah” menyatakan terlarang berdoa dengan meminta kepada Rasulullah saw yang sudah wafat. Tentara "syariah" bilang dalam bahasa Arab bahwa berdoa harus langsung kepada Allah bukan pada manusia yang sudah mati. Namun, tidak dipedulikan oleh Ustadz tersebut. Malah kemudian diganti dengan bahasa Indonesia.

Selasa, 01 September 2015

Bendera ISIS dan Spanduk Anti Syiah Muncul dalam Parade Tauhid

image
Tanggal 16 Agustus 2015 di Solo ada rombongan Parade Tauhid. Dalam parade itu muncul bendera ISIS dan spanduk intoleran dengan tulisan menolak mazhab Syiah di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tentu saja seruan tersebut merupakan provokasi untuk memecah belah umat Islam di Indonesia.
Sudah diketahui oleh warga Indonesia dan dunia bahwa ISIS merupakan gerakan radikal yang mengatasnamakan agama Islam. ISIS gemar menumpahkan darah, membunuh, dan menyerang Umat Islam yang tidak setuju dengan gerakannya. Sekarang ini gerakan ISIS dikecam oleh warga dunia. Begitu juga Pemerintah Repuplik Indonesia menyatakan sebagai organisasi terlarang dan disebut sebagai bagian dari teroris. Lalu, mengapa berkibar dalam Parade Tauhid? Ini harusnya segera dilacak kemudian dilaporkan kepada pihak berwajib.