Selasa, 24 November 2015

Risalah Depok: Kesepakatan Ulama dan Cendekiawan Islam Indonesia



UKHUWAH


Risalah Depok tentang Persatuan Islam di Indonesia ini dirumuskan dalam Seminar Sehari  “Problem dan Prospek Persatuan Islam di Indonesia”, yang diselenggarakan di Depok, Jawa Barat, 27 Jumadi Al-Awal 1433 H/ 19 Mei 2012.
Menyimak situasi merosotnya toleransi beragama belakangan ini dan konflik antar kelompok yang memprihatinkan, serta menguatnya gejala ekstremisme dan eksklusivisme keagamaan di kalangan Muslm di negeri kita, kami merasa perlu mendeklarasikan Risalah Depok sebagai berikut :

Senin, 23 November 2015

Catatan Dr Kholid Al-Walid: Hatespeech dan Kebencian Wahabi

Saya dilahirkan dari keluarga yang mencintai Maulidan, Marhabanan, Ratiban, bahkan Likuran.
Semua terasa indah dulu ketika kecil. Betapa tidak saya jadi pusat perhatian ketika sunatan, Mantri yang menyunat saya bahkan memberi uang untuk saya. Nasi kuning dengan lauk ayam menjadi santapan utama.

Tapi semuanya menjadi penyesalan ketika saya mulai menjadi aktivis Harakah. Itu semua merupakan bid'ah dan setiap bid'ah adalah sesat dan setiap kesesatan masuk neraka. Saya tidak lagi hadir tahlilan yang diselenggarakan secara rutin di rumah kakek saya.

Saya mulai membenci kakek saya, yang menurut saya Kyai yang tidak punya ilmu dan penyebar bid'ah. Saya mulai bentrok dengan keluarga saya sendiri, yang saya nilai tidak memeluk Islam yang kaffah. Mereka hanya Islam keturunan dan jahiliyyah.

Catatan Dr Kholid Al-Walid: Syiah dan ISIS

Bangsa kita memang senang dengan lawakan. Di Televisi kita acara lawakan hampir menempati 65%dari keseluruhan program. Ada lawakan yang berisikan para pelawak, ada Stand Up Comedy, ada Sidang Lawakan, bahkan ada Ustad yang latah melawak. Ada lawakan yang lucu membuat kita sakit perut karena tertawa ada lawakan yang tak lucu membuat kita merasa mual. Di antara lawakan yang tak lucu adalah apa yang ditampilkan Wahabi belakangan ini. Ketika mencoba memfitnah Syiah dengan menyatakan ISIS adalah Syiah.
Betapa tidak? Wong sebelumnya masih sangat jelas bagaimana kelompok Wahabi teriak-teriak di jalan bawa bendera ISIS. Abu Bakar Baasyir berbaiat kepada Khalifah Al-Baghdadi. Kalangan ini memuja ISIS yang dianggap Mujahid yang akan meruntuhkan Rezim "Syiah" Basyar Asad. Sahabat saya yang asli Suriah dalam satu pertemuan dengan saya berkata: "Sejak kapan Basyar Asad jadi Syiah?" Saya bilang: "Sejak dimusuhi Wahabi". Siapa pun Anda akan dicap Syiah kalau menolak fitnah Wahabi.

Minggu, 22 November 2015

ANNAS Ditolak MUI Kaltim


Ketua Majelis Ulama Indonesia Kalimatan Timur (MUI Kaltim) KH Jamri Has menolak Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) bergerak di wilayahnya. Rencana pendirian ANNAS di kota Samarinda akhirnya terganjal karena MUI Kaltim menolaknya.

Ikhwal ditolaknya rencana ANNAS berawal dari kunjungan beberapa orang pemrakarsa organisasi Anti-Syiah itu ke kantor MUI Kaltim di Samarinda pada hari Kamis, 19 November 2015. Mereka melakukan temu bicara dengan Ketua MUI dan jajarannya.

Dalam pemaparan dan penjelasan, rombongan itu mencoba meyakinkan MUI bahwa gerakan anti Syi'ah ini adalah sebuah amar ma'ruf nahi munkar karena tokoh-tokoh dibalik ANNAS juga ada orang dalam tubuh MUI sendiri.

Sabtu, 21 November 2015

MAJELIS UKHUWAH SUNNI SYIAH INDONESIA


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa aali Muhammad
0-MUHSINDemi melaksanakan perintah Allah swt: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah di antara saudaramu dan takutlah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat kasih-sayangNya,”

Jumat, 20 November 2015

Perbedaan antara Kebenaran dan Kebohongan

Sekarang ini situasi keagamaan di Indonesia sedang gencar dengan gerakan pembusukan ajaran Islam mazhab Syiah. Mereka ini adalah kaum takfiri, orang-orang yang mengkafirkan dan menyesatkan paham agama yang berbeda dengan paham mereka.

Gerakan takfiri ini bahaya untuk keutuhan dan persatuan bangsa. Apalagi umat Islam sekarang ini tidak semuanya mampu memilah informasi sehingga banyak yang mengikuti seruan takfiri hingga menyebarkannya. Seharusnya tidak langsung dipercaya, tetapi dicari kebenaranya supaya tidak jatuh dalam dosa besar berupa fitnah. Inilah yang harus dihindarkan oleh kita selaku umat Islam.

Rabu, 18 November 2015

Abu Lulu yang di Iran, Benarkah Pembunuh Khalifah Umar?

Belakangan ini muncul broadcast di media sosial bahwa orang Iran, yang bermazhab Syiah memuliakan makam Abu Lu’lu’ di Kashan (Iran), yang konon sebagai pembunuh Khalifah Umar bin Khaththab. Tentunya setiap kabar dalam media sosial harus dibuktikan kebenarannya. Sampai hari ini yang muncul di media sosial langsung dianggap benar. Padahal itu belum tentu benar dan memerlukan penyeledikan. Apalagi terkait dengan ajaran Agama Islam, harus bisa dibuktikan dengan dalil dan data-data sejarah. Karena itu, kita perlu waspada dengan setiap berita dari media sosial dan dari orang yang tidak jelas, supaya terhindar dari fitnah.

Berikut ini penjelasan tentang Abu Lu’lu yang dimakamkan di Kashan, Iran, berdasarkan informasi yang teruji kebenarannya:

Senin, 16 November 2015

Catatan Dr Kholid Al-Walid: Samakah, Syiah dan PKI?

image
Fitnah memang tidak perlu alasan logis, cukup disebarkan dalam beragam media terutama pada komunitas yang "Aqluhum Masturo" tapi semangat bc-bc (bukan baca-baca) begitu menggebu seakan merupakan bagian dari Jihad (Jika di Suriah ada Jihad Nikah maka di sini ada Jihad Fitnah). Nah, di antara Fitnah yang belakangan bertebaran melalui FB, WA, Twitter, bahkan lagu RAP mendudukkan Syiah = PKI. Sebagai pengajar logika dan Filsafat saya kebingungan bukan soal Fitnahnya, tetapi apa "Had al-Awsath" dari kedua Mafhum ini. Atau apa "Wajh al-Tasybih di antara keduanya sehingga didudukkan pada "Maqullah" (Cattegories) yang sama.
Kalau kita lacak Ideologi Komunisme baik yang dikembangkan oleh Marx dan Friedrich Engels atau Lenin, kedua-duanya berangkat dari asas Materialisme Dialektika dan Historis. Komunisme lahir sebagai bentuk perlawanan kaum Proletar (kalau tak paham maka padanannya kaum buruh) terhadap melawan para pemilik modal. Sedangkan Syiah adalah Mazhab yang didasarkan pada prinsip Tauhid dan Ketuhanan lahir di era awal sejarah Islam sebagai kritik atas pengabaian wasiat Nabi terhadap ke Imamahan Ali bin Abi Thalib. 

Minggu, 15 November 2015

Catatan Dr Kholid Al-Walid: Jihad Fitnah

Semua kita yang akalnya masih waras dikagetkan dengan idiom baru: Jihad Nikah. Perempuan-perempuan asal Tunisa, Libia, dan beberapa negara muslim Afrika (dari Indonesia saya tidak tahu) masuk wilayah Suriah dengan doktrin Jihad Nikah. Melayani "dahaga" Mujahilin yang memang rindu janji Tuhan tentang Hurr al-'Ayn (Bidadari Surga).

Sejak setahun belakangan ini kita merasakan juga Jihad tersebut, tapi yang dilakukan dalam pola yang berbeda. Adalah Jonru, PKS Piyungan, Arrahmah dot com menjadi Panglima-panglima dalam menyebarkan berita-berita yang aneh bin ajaib, yang tak perlu orang waras untuk tahu bahwa hal tersebut FITNAH, cukup akalnya bekerja 5% saja bisa tahu bahwa berita tersebut Mustahil al-Wujud. 

Sabtu, 14 November 2015

Apakah Syiah itu Islam? [Dr Kholid Al-Walid]


Apakah Syiah itu Islam? Tidak dapat ditolak bahwa Syiah adalah Mazhab yang paling pertama muncul dalam sejarah Islam. Mazhab Syiah muncul karena pengikut Ali bin Abi Thalib as meyakini bahwa Nabi Saw telah menetapkan kepemimpinan Ali bin Abi Thalib pasca wafatnya Nabi Saw. Inilah sejarah awal terbentuknya Mazhab Syiah. Disebut Syiah yang berarti Pengikut Ali bin Abi Thalib. (Saya tidak akan menjelaskan panjang persoalan sejarah ini dalam ruang singkat ini).

Kenapa Syiah disebut sebagai Mazhab? Karena atas dasar hal di atas Syiah memiliki prinsip Mazhab, yaitu Imamah pasca Nabi saw. Demikian juga Ahlussunnah disebut Mazhab karena memiliki prinsip Mazhab. Perbedaan Prinsip Mazhab (Ushul al-Mazhab) itu, apakah akan mengeluarkan pengikut Mazhab itu dari Islam? Jelas tidak. Karena yang mengeluarkan seseorang dari Islam jika orang tersebut memiliki keyakinan yang bertentangan dengan Prinsip Agama (Ushul al-Dien).

Jumat, 13 November 2015

Deklarasi Makkah untuk Persatuan Umat Islam

Ketika kondisi di Irak semakin memanas paska pendudukan Amerika, khususnya rawannya hubungan mazhab-mazhab Islam di wilayah tersebut, ulama Irak dari mazhab Sunni maupun Syiah kemudian berkumpul di Makkah al-Mukarramah di bulan Ramadhan tahun 2006 untuk mendiskusikan masalah ini. Mereka kemudian menghasilkan sebuah deklarasi berikut ini: 
Segala pujian dan kemuliaan adalah milik Tuhan yang Maha agung. Semoga salam dan berkah-Nya senantiasa dianugerahkan kepada Nabi Muhammad Saw., keluarga, dan para sahabatnya.
Dengan mempertimbangkan:

Kamis, 12 November 2015

Takfiri Hebat dalam Marketing Kebencian

Suatu hari saya mengomentari kalimat dalam grup whatsapp, yang menyerang kaum takfiri dengan program anti syiah. Memang patut disesalkan karena kaum takfiri masih terus saja tak berhenti untuk menyesatkan dan coba mengeluarkan Syiah dari agama Islam. 

Diperparah dengan agenda provokasi hingga masjid dan sekolah ditempeli dengan poster yang menyebutkan kesesatan Syiah. Bahkan, kabar terakhir akan menyelenggarakan pelatiha anti Syiah untuk guru-guru dan menghilangkan pelajaran Agama Islam dari unsur Syiah. Entah benar atau tidak (saya mendapatkan di whatsapp), tetapi perilaku tersebut telah membuat sejumlah orang yang pro Syiah marah dan mengecamnya di medsos.

DOWNLOAD BUKU KARYA PROF ABOEBAKAR ATJEH



1 Ahlus sunnah wal djama'ah : filsafat perkembangan hukum dalam
Islam / oleh: Aboebakar Atjeh
oleh Aceh, Abubakar
Jajasan "Baitul Mal", 1969 Pdf 
http://goo.gl/Yxro1P

2 Aliran Syi'ah di Nusantara / oleh: Aboebakar Atjeh
oleh Aceh, Abubakar
Islamic Research Institute, 1977 Pdf 
http://goo.gl/D1jl5n

3 Ibn Arabi : tokoh tasawwuf dan filsafat agama / Aboebakar Atjeh
oleh Aceh, Abubakar
Tintamas, 1965 Pdf 
http://goo.gl/fG2Cnc

Sabtu, 07 November 2015

Dasar Anak Syiah

Saya dapat kabar dari teman di Bandung bahwa salah seorang muridnya bercerita. Teman muridnya dari sekolah yang berbeda mengejek. ''Dasar anak Syiah, aku doakan supaya celaka kamu,'' katanya menirukan.

Murid itu tak membalas, malah meninggalkannya. Lalu, beberapa hari kemudian dapat kabar bahwa temannya itu celaka di jalan. ''Tuh, kena doanya sendiri,'' katanya.

Dia tanya: menurut Bapak bagaimana? Saya hanya senyum dan bilang bahwa Nabi Muhammad saw ketika disapa oleh seorang Yahudi dengan kalimat: assamu'alaika. Nabi menjawab: wa'alaika.

Awas Kelompok Makar di Indonesia!

image
Kaum takfiri yang benci dengan Islam mazhab Syiah menyebarkan isu akan terjadinya makar dari kalangan Muslim Syiah. Kaum takfiri menyebut imamah dan wilayah faqih sebagai ideologi yang bisa menggantikan Pancasila di Indonesia kalau Muslim Syiah memiliki massa yang banyak dan menguasai parlemen.
Sejarah Indonesia membuktikan bahwa tidak ada orang Islam Syiah yang melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Indonesia. Yang tercatat justru berasal dari umat Islam non Syiah dan non Islam seperti Pemberontakan DI/TII, Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), Pemberontakan G30S/PKI, Republik Maluku Selatan (RMS), Pemberontakan Permesta, dan lainnya.

Jumat, 06 November 2015

Ulama Meminta Agar Menarik Buku Mengenal dan Mewaspadai Syiah di Indonesia

Bertempat di Ballroom Hotel Pacific, Sabtu (24/5) Yayasan Anzal Al Ishlah, sebuah lembaga pendorong persatuan dan pengembangan Muslimin di Balikapapan, menggelar Dialog Antar Mazhab bertema “Merajut Ukhuwah Islamiyah dan Meretas Program Ummat.” 

Dialog dihadiri sejumlah tokoh, ulama, akademisi, para petinggi takmir masjid, dan unsur mahasiswa di Balikpapan. Ketua MUI Balikpapan, KH. Muh, Idris, Sekretaris Umum MUI Makasar, Prof. DR. K.H. Muhammad Galib, MA, tokoh masyarakat Dr. H. Andi Syarifudin, Kesbangpol Balikpapan Dr. Sutadi, Msi serta perwakilan dari pihak Kepolisian dan 
Kejaksaan Balikpapan tampak hadir di acara itu.

Kamis, 05 November 2015

Tuduhan Ijazah Palsu Dua Anggota DPR Dinyatakan Tidak Terbukti

image
Sidang paripurna DPR RI menyatakan bahwa kasus dugaan penggunaan ijazah palsu anggota Fraksi Hanura Nurdin Tampubolon dan anggota Fraksi PDI Perjuangan Jalaluddin Rakhmat tidak terbukti. Nama baik keduanya langsung direhabilitasi dalam paripurna yang digelar pada Jumat (3/7/2015).
Ketetapan paripurna terkait kasus dugaan penggunaan ijazah palsu dua anggota DPR itu merupakan tindak lanjut atas keputusan sidang Mahkamah Kehormatan Dewan. Sidang paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan didampingi Ketua DPR Setya Novanto.

Selasa, 03 November 2015

Syiah Tidak akan Pernah Hilang di Indonesia

image
Tidak dapat disangkal bahwa di masyarakat Islam Indonesia terdapat orang-orang yang kurang kritis dalam banyak hal termasuk agama. Pada sebagian mereka agama tidak lebih sebagai alat mewujudkan harapan dan keinginan. Pada sebagian lagi agama adalah kumpulan ayat-ayat dan atribut. Kondisi psiko-sosial yang seperti ini tentu memberi udara bagi kalangan literalis (Wahabi Salafi) untuk melancarkan doktrin-doktrinnya.
Dengan bermodal gelar LC, menggunakan sorban dan kesalehan ritual, mereka melancarkan jurus-jurusnya. Mendoktrin masyarakat dengan ayat-ayat untuk menjauhi sikap kritis dan menanamkan benih-benih kebencian pada setiap orang yang tidak sekelompok.

Senin, 02 November 2015

Takfiri dan Kekerasan [Dr.H.Nadirsyah Hosen]

Gerakan yang senang mengkafirkan orang lain yang berbeda pandangan itu sudah sejak lama terdapat dalam sejarah Islam. Ini bukan gerakan yang sama sekali baru, mungkin tokoh dan mediumnya saja yang baru; isinya sih barang yang sudah lama.

Paling celaka kalau gerakan ini berkolaborasi dengan kekuasaan, maka dari semula hanya mengkafirkan orang lain, kemudian mereka memiliki kekuasaan untuk mengeksekusi siapa saja yang mereka anggap kafir. Mereka senang meminjam tangan penguasa, dan anehnya ada banyak penguasa yang senang berkolaborasi dengan mereka sebagai imbalan mendapat dukungan politik.

Minggu, 01 November 2015

Syiah berbahaya untuk NKRI?



Sejarah mengisahkan yang bahaya bagi NKRI adalah gerakan-gerakan radikal Islam yang anti dengan pancasila dan menyebut thogut pada pemerintah RI. Gerakan DI/TII, Permesta, dan gerakan Islam Daud Beureuh di Aceh jelas mengobarkan semangat anti NKRI. Kemudian di negeri ini ada kelompok yang merindukan tegaknya khilafah Islamiyyah dan kelompok anti Syiah yang mendukung gerakan ISIS. Mengapa yang demikian tidak disebut anti NKRI? Mengapa yang menyerukan permusuhan di antara sesama umat Islam tidak disebut bahaya bagi NKRI? 


Sudah jelas dalam kegiatan kaum yang anti Syiah telah menunjukan kebencian terhadap orang Islam yang bermazhab Syiah. Apa salahnya orang Syiah sehingga dibenci dan difitnah terus menerus?
Jika benar kelompok anti Syiah merasa paling Islam, silakan buktikan dengan mengajak dialog kaum Muslimin Syiah yang dianggap sesat. Beranikah mereka? Lagi-lagi masjid yang seharusnya dipakai sarana ibadah malah dijadikan tempat kemungkaran dengan hujat dan caci maki kaum Muslim Syiah.
Saya percaya bahwa kaum Muslim Syiah di Indonesia yang tergabung dalam ormas IJABI dan ABI, tidak bercita-cita untuk mendirikan pemerintahan sendiri. Kedua ormas Syiah ini memakai azas Pancasila dan menerima NKRI. Kedua ormas ini berada dalam lingkungan NKRI dan menjungjung persatuan dan kesatuan bangsa serta memiliki rasa nasionalisme. Terbukti dalam sejumlah kegiatan besar seperti Asyura, Ghadir Khum, dan Mawlid Rasulullah saw diisi dengan unsur kebangsaan. IJABI dalam hampir setiap kegiatan dan acara diisi lagu Indonesia Raya dengan menyeru seluruh hadirin untuk berdiri.
Saya melihat pada kedua ormas Syiah ini, justru pluralisme yang dikedepankan, bukan masalah kepentingan mazhab yang bersifat sekterian. Saya kira NKRI merupakan bentuk final bagi seluruh umat Islam Indonesia. Mereka yang berupaya mengganti NKRI dengan Khilafah Islamiyyah yang seharusnya dicurigai. Bahkan, orang-orang Islam yang tidak melakukan hormat bendera dan tidak menyanyikan lagu Indonesia raya sekaligus menolak berdiri ketika kumandang lagu Indonesia raya, yang seharusnya dicurigai tidak memiliki jiwa kebangsaan.
Saya yang berkawan dengan orang-orang Islam yang bermazhab Syiah, percaya bahwa tidak ada cita-cita tersembunyi dari orang-orang Islam Syiah Indonesia untuk mendirikan negara. Justru kehadiran kaum Muslim Syiah telah menyumbang khazanah Islam Indonesia dengan aneka ragam budaya dan pemikiran. 

(Misykat)

Sikap yang Salah Pada Umat Islam

Saya sebagai sarjana sebenarnya kurang suka dengan sikap menggolongkan para ilmuan ke dalam bingkai sektarian. Yang terpenting bagi saya adalah membaca karyanya terlebih dahlu, lalu mengambil yang bermanfaat, mengkritik secara ilmiah yang salah.