Selasa, 29 Desember 2015

IJABI, Mau Tahu Perbedaan Sunni dan Syiah?


image

Dimanakah letak perbedaan dua mazhab besar Islam, Sunni dan Syiah? Ternyata, menurut Ketua Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalaluddin Rakhmat, terletak dasar hadits yang digunakan kedua aliran besar tersebut.

“Sunni memiliki empat mazhab Hambali, Syafi’i, Maliki dan Hanafi. Apakah ajaran keempat mazhab itu sama? Tidak ada yang berbeda,” katanya dalam seminar dan deklarasi Majelis Sunni Syiah Indonesia (MUHSIN) di Masjid Akbar, Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/5/2012).

Jalaluddin mengatakan perbedaan keduanya hanya terletak pada hadits. Jika hadits Sunni paling besar berasal dari sahabat nabi seperti Abu Hurairoh, maka hadtis Syiah berasal dari Ahlul Bait (Keluarga Nabi Muhammad SAW).

Selasa, 15 Desember 2015

Buku Kyai Alawi: Di Mana Spektakuler dan Ilmiahnya?

image
Saya dapat buku karya Kyai Alawi yang terbaru. Di sampulnya tertulis "spektakuler" dan bab I diawali dengan kalimat "Karya ilmiah ini". Ternyata saya kecele. Jauh panggang dari api, euy! Seperti disebutkan oleh Kyai Alawi dalam kata pengantarnya, gaya penulisan bukunya tidak sama dengan gaya penulisan desertasi doktoralnya Dr. Jalaluddin Rakhmat. 
Memang tidak sama. Berikut adalah perbedaannya. Pertama, disertasi tentu menggunakan metode ilmiah yang dijelaskan secara terperinci dan bisa diverifikasi. Dalam hal ini Ustaz Jalal menggunakan metode historis dan jarh wa al- ta'dil. Saya tidak tahu apa metode yang digunakan Kyai Alawi. Kedua,  Ustaz Jalal menggunakan data dan fakta yang sudah diverifikasi, Kyai Alawi menggunakan prasangka dan imajinasi (khayalan) untuk menopang argumentasinya. Ketiga, untuk menilai derajat hadis, Kyai Alawi menggunakan metode sendiri dan mengabaikan penilaian para ahli hadis. Hadis yang cocok dengan argumentasinya disahihkan, yang tidak cocok didhaifkan. Tampaknya beliau tidak mengenal ilmu jarh wa al-ta'dil. Eh, tapi nulis buku tentang hadis, bahkan kritik hadis. Hebaat. 

Senin, 14 Desember 2015

Mengutuk Serangan Militer Nigeria terhadap Warga Muslim Syiah

Pada Ahad, 13 Desember 2015, militer Nigeria menyerang secara membabi buta Husainiyah Baqiyatullah, pusat keagamaan warga Muslim Syiah di Zaria, Nigeria, yang sekaligus kediaman ulama Syaikh Ibrahim Zakzaky. Serangan yang telah menewaskan puluhan orang itu dilakukan secara sewenang-wenang dan tanpa sebab. Klaim pihak militer bahwa Warga Muslim Syiah menyetop konvoi seorang petinggi militer sama sekali tidak terbukti, apalagi warga Muslim Syiah yang tidak bersenjata telah membantah tegas tuduhan tersebut.
Serangan militer Nigeria atas komunitas Muslim Syiah bukan pertama kalinya terjadi. Rezim Abuja secara konstan mempersekusi warga Muslim Syiah yang dipimpin oleh Syaikh Ibrahim Zakzaky. Setahun lalu, militer Nigeria menembaki warga Muslim Syiah yang sedang menyuarakan dukungan bagi rakyat Palestina dalam peringatan Hari Internasional al-Quds. Sekitar 40 warga dilaporkan tewas akibat penembakan brutal tersebut, termasuk tiga putra Syaikh Zakzaky.

Kamis, 03 Desember 2015

Menanggapi Buku Kyai Alawi: Rasulullah Saw Menetapkan Abu Bakar sebagai Khalifah

Saya menemukan post Kyai Alawi tentang hadis bahwa Rasulullah saw sudah menetapkan Abu Bakar sebagai khalifah sepeninggalnya. Di tempat lain saya juga menemukan Kyai Alawi berkata tentang penulis buku yang beliau kritik: kebanyakan bohongnya, masa doktor nggak bisa bedain hadis sahih dan maudu.

Nah, kita lihat bagaimana kualitas hadis yang disebutkan Kyai Alawi dalam bukunya yang beliau sebut bener-bener ilmiah dan terbuka.

Ada dua kritik thd hadis ini: kritik sanad dan kritik matan. Dari segi sanad hadis ini maudu atau hadis bohong atau palsu.

Rabu, 02 Desember 2015

Menanggapi Buku Kyai Alawi Al-Bantani: Hadis Khalifah Abubakar

Saya senang dengan cara Kyai Alawi Al-Bantani dalam menyanggah karya penulis-penulis Syiah. Beliau tidak mengafirkan maupun mencemooh, melainkan membuat tulisan yang santun. Budaya ilmiah semacam ini yang mestinya digalakkan. Sehingga,  tercipta suasana ilmiah yang dinamis, dengan tetap mengedepankan ukhuwah.

Oleh sebab itu, dengan semangat itu pula saya ingin sedikit menanggapi tulisan/buku Kyai Alawi [Kyai NU Membedah Pemikiran Syiah] halaman 35, dengan segala keterbatasan saya.

Pada halaman tersebut, Kyai Alawi merujuk sebuah hadis yang berisi penetapan Rasul saw terhadap 
khilafah Abubakar, terkait surat At-Tahrim ayat 3. Muncul pertanyaan dalam diri saya, bukankah selama ini Ahlusunnah meyakini bahwa Rasul saw tidak pernah meninggalkan wasiat tentang kepemimpinan pasca Beliau saw? Dengan kata lain, Ahlusunnah meyakini bahwa urusan kepemimpinan umat diserahkan kepada umat sendiri. Hadis yang biasa digunakan sebagai dalil adalah: "Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian" (Sahih Muslim).