Rabu, 28 Desember 2016

Hadits Sahih tentang Imam Hasan al-Askari Mempunyai Seorang Putra

Orang-orang yang anti dengan mazhab Syiah Imamiyah sering melemparkan tuduhan bahwa Imam Hasan Askari as mandul (tidak punya anak). Tuduhan tersebut tidak benar. Berikut ini salah satu riwayat sahih yang menerangkan Imam Askari as mempunyai putra (yang selanjutnya menjadi Imam Zaman).

 محمد بن يحيى، عن أحمد بن إسحاق، عن أبي هاشم الجعفري قال: قلت لأبي محمد عليه السلام: جلالتك تمنعني من مسألتك، فتأذن لي أن أسألك؟ فقال: سل، قلت: يا سيدي هل لك ولد؟ فقال: نعم، فقلت: فإن بك حدث فأين أسأل عنه؟ فقال: بالمدينة 

Muhammad bin Yahya dari Ahmad bin Ishaq dari Abu Hasyim al-Ja'fari yang berkata: Aku berkata kepada Abu Muhammad (Imam Hasan Askari as): ketinggian dan kemulian derajat dan status anda telah mencegahku untuk mengajukan pertanyaan kepada anda. Bolehkah aku bertanya kepada anda? Silakan saja jawab beliau, wahai junjunganku, apakah anda punya seorang putra? tanyaku. Punya, jawabnya. Jika terjadi sesuatu pada diri anda, kemana aku bertanya tentang dia? Di Madinah, jawabnya.

Riwayat tersebut tercantum dalam kitab Al-Kafi, volume 1, halaman 328, hadits no.2, karya Syaikh al-Kulaini; Kitab al-Irsyad juz 2 halaman 348 karya Syaikh al-Mufid. Hadits di atas menurut Allamah Majlisi dalam Mir'ah al-Uqul, volume 4 halaman 2, termasuk SAHIH.

(Kiriman dari Kamal dalam WhatsApp Group Misykat, 28-12-2016)


Minggu, 25 Desember 2016

Renungan Akhir Tahun: Prof Mulyadhi Kartanegara

Renungan:
UKIR LEMBARAN HARI DENGAN TINTA MAS

Lembaran-lembaran hari lepas satu demi satu, kadang tergores dengan tinta emas, kadang perak, kadang, dan ini yang sering kusesali, kosong tiada terisi, padahal setiap hari adalah peluang sangat berharga yang takkan pernah kembali untuk kedua kalinya.

Mungkin kita berfikir bahwa hari akan selalu tersedia setiap 24 jam sekali. Tetapi tidakkah kita perhatikan bahwa hanya dalam hitungan detik, tiba-tiba rarusan jiwa melayang di Italy dan juga di Aceh.

Siapa yang bisa menjamin bahwa bencana seperti itu hanya menimpa mereka dan di sana, takkan pernah menimpa kita di sini?

Tidakkah mereka yang jadi korban juga berfikir demikian sehari atau bahkan beberapa jam sebelum hal itu terjadi?

Oleh karena itu, selagi leluasa, selagi masih ada kesempatan, sebelum sakit datang nendera, mari kita isi hari-hari yang tersedia dengan kegiatan-kegiatan yang bermakna.

Mari kita ukir lembaran hari ini dan juga esok dengan tinta emas yang paling cemerlang, sehingga dunia masa kini dan mendatang tiada lagi suram dan kelam, tetapi tercerahkan dan terang benderang. Semoga esok akan lebih baik lagi.

(Mulyadhi Kartanegara)

Minggu, 18 Desember 2016

Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu! [Dr KH Jalaluddin Rakhmat]


image

Pada pertengahan tahun enam puluhan, saya membentuk keluarga sederhana di tengah tetangga-tetangga yang sederhana dan di perumahan sangat sederhana. Pendapat saya tentang agama juga sederhana. Pegangan saya Al-Quran dan hadis, titik. Saya tidak suka pada peringatan maulid, karena tidak diperintahkan dalam Al-Quran dan hadis. Saya tidak suka salawat yang bermacam-macam selain salawat yang memang tercantum dalam hadis-hadis sahih. Saya senang berdebat mempertahankan paham saya. Saya selalu menang, sampai saya bertemu dengan Mas Darwan.

Sabtu, 10 Desember 2016

filsafat Keadilan


Saat ini kata keadilan menjadi kata yang favorit, dan dengan ringannya kata ıtu diucapkan. Tapi kalau saja kita tahu apa itu keadilan dan bagaimana mereaihnya, sepertinya kita akan berfikir seribu kali untuk mengklaim bahwa kıta adalah orang yang adil. Keadilan (العدالة) adalah kata yang sangat berat untuk disandang.

Kamis, 08 Desember 2016

Pengetahuan Otentik


Adalah menarik untuk memahami apa yang disebut pengetahuan yang otentik. Menurut pemahaman saya, pengetahuan otentik adalah pengetahuan yang kita dapatkan melalui perjuangan panjang untuk membina bangunan ilmu kita sendiri sebagaimana yang dipahami dan dialami oleh diri sang pencari.

Komitmennya adalah pada kebenaran bukan pada yang lainnya, seperti otoritas seseorang atau tradisi. Dalam kaitan ini, adalah menarik untuk mengaitkan soal pengetahuan otentik ini dengan apa yang disebut oleh Ibn Khaldun sebagai ilmu naqliyyah (transmitted sciences) dan ilmu ‘aqliyyah (rational sciences). Biasanya ilmu agama digolongkan pada yang pertama, sedangkan ilmu-ilmu umum pada yang kedua. Yang pertama mengandaikan bahwa ilmu diterima sebagai otoritas, sedangkan yang kedua pada penalaran akal.

Senin, 05 Desember 2016

Mengapa Harus Merayakan Maulid Nabi?



Meski dinyatakakan bid’ah, tetap saja Maulid Nabi Muhammad saw digelar oleh umat Islam Indonesia. Maulid Nabi Muhammad saw merupakan ekspresi kecintaan dari orang-orang yang beragama Islam. Orang yang cinta sulit dicegah dan dilarang. Apalagi kecintaan kepada Nabi Muhammad saw ini melibatkan umat Islam yang jumlahnya lebih banyak ketimbang yang melarang. Pemerintah Indonesia pun merayakannya. Ini menjadi legitimasi yang menegaskan Maulid Nabi sangat penting bagi umat Islam Indonesia.

Segelintir orang menyatakan Maulid Nabi adalah tradisi yang dibuat oleh kaum Muslimin Syiah. Mereka mengatakan Nabi tidak menyontohkan maulid. Mereka tidak sadar bahwa maulid merupakan wujud cinta orang Islam kepada Nabi. Orang yang cinta biasanya sangat mengenal yang dicintainya. Mulai dari lahir, makan, minum, keseharian, dan kebiasaan pun biasanya diketahui oleh orang yang mencintainya. Tentu mudah untuk mengenali kehidupan Rasulullah saw melalui hadis-hadis dan sejarah. Tinggal kita belajar dengan banyak membaca buku sirah nabawiyyah maupun hadis-hadis Rasulullah saw.

Minggu, 04 Desember 2016

Marhaban Baginda!

Sekarang ini memasuki bulan mawlid: Rabiul Awwal. Bulan penuh bahagia karena hadirnya Insan Mulia: Baginda Nabi Muhammad saw putra Abdullah bin Abdul Muthalib. Tentang Baginda Nabi sudah banyak karya tulis lahir sepanjang sejarah. Mulai dari puisi hingga prosa. Juga masuk dalam narasi mubaligh saat sampaikan ceramah agama dan lukisan kaligrafi-kaligrafi nama Baginda yang begitu indah. Hampir seluruh bangunan kaum Muslimin terdahulu di beberapa masiid dan madrasah terpampang kaligrafi nama Baginda Rasulullah saw dengan huruf-huruf yang indah. Bahkan saat bicara agama Islam, nama Nabi Muhammad saw selalu disebut. Senantiasa dirujuk hingga sekarang.

Kamis, 01 Desember 2016

Syiah di Indonesia: Mehr Dichtung dann Wahrheit!

Sekitar dua puluh tahun yang lalu, di Paramadina diadakan kajian  tentang  Syiah.  Seorang ulama  besar  Indonesia menjelaskan  Syiah.  Ia  membagi  Syiah  di  dunia  kepada dua  kelompok  besar:  Hasaniyah  yang  bersumber  pada Imam  Hasan  bin  Ali,  dan  Husainiyah  yang  bersumber pada  Imam  Husain.  Bangsa  Iran  adalah  pengikut  Imam Husain. Karena itu, kata Pak Kiyai dengan yakin, tempat-tempat ibadat mereka di Iran disebut Husainyah. 

Selasa, 22 November 2016

Soal Membela Agama


image

Soal apakah agama perlu dibela atau tidak, kelihatannya masih diperdebatkan. Ada yang bilang perlu, ada yang bilang tidak perlu. Menurut saya apabila agama kita dipandang keji atau Tuhan kita dipandang tidak benar atau hanya khayalan manusia saja, saya kira kita perlu membelanya.

Turun ke jalan berdemo dengan menamakan diri pembela agama mungkin salah satu cara untuk melakukannya, tapi pasti bukan satu-satunya.

Senin, 21 November 2016

Al-Kindi: Apa itu Kecemasan (Ghamm)?


Dalam bukunya al-Hilah lidaf'i al-Ahzan (Seni Menepis Kesedihan) al-Kindi mendiskusikan apa itu kecemasan. Kata beliau kecemasan itu adalah penyakit jiwa di mana kita merasa sakit dan sedih (huzn) terhadap yang belum terjadi. 

Dan tentu saja ini tindakan bodoh, karena apa yang dicemaskan itu belum terjadi, dan belum tentu terjadi. Karena kalau bicara apa yang akan terjadi, maka seribu satu kemungkinan bisa terbayang.

Apa yang barus dilakukan untuk menghadapi cemas?

Minggu, 20 November 2016

Tard Al-Ghamm: Menghindari Kecemasan



Apa yang mendorong seseorang bekerja, telah banyak mendapat jawaban. Misalnya Nietzsche mengatakan "will to power," Darwin "for survival," Freud "for Libido."

Lalu apa kata Ibn Hazm? Menurut Ibn Hazm, dalam bukunya "Tard al-Ghamm," seseorang bekerja atau berbuat sesuatu karena didorong (kadang secara tak sadar) oleh keinginan menghindarkan kecemasan (tard al-ghamm). 

Minggu, 13 November 2016

Catatan Dr Kholid Al-Walid: Sosial Media dan Buku di Indonesia



Beberapa waktu lalu saya melakukan penelitian kecil tentang kecenderungan masyarakat Indonesia ber-Sosial Media dan saya mendapatkan data-data yang sangat mencengangkan. Mencengangkan karena Indonesia berada di urutan ke 6 negara pengguna internet terbesar di dunia. Setelah China, USA, India, Brazil, Japan, dan tahun 2017 diperkirakan akan naik mengalahkan Japan. Dengan jumlah pemakai aktif 102.8 juta.

Dari kota terbesar pemakai Sosial Media, Jakarta ada pada urutan pertama dunia dan Bandung pada urutan kelima. Di antara keduanya: Tokyo, London, Sao Paolo dan New York. Sekira 87% pengguna internet tersebut menggunakannya untuk sosial media. Sekira 88% pengguna WhatsApp dan di bawahnya Facebook. Pengguna (smartphone) android meningkat 4000 kali antara tahun 2010-2016. Hampir rata-rata 14 jam perhari waktu yang digunakan di internet, baik melalui mobil handphone maupun komputer. Mengagetkan bukan? Bagi saya pribadi yang melakukan penelitian kecil ini sangat mengagetkan.

Kamis, 10 November 2016

Kepemimpinan Islam dan Kontekstualisasi Kebangsaan

 oleh  A.M.Safwan (pengasuh Ponpes Mahasiswa Madrasah Muthahhari- RausyanFikr)

Dalam sebuah postingan di pertemanan fb saya, seorang teman memposting sebuah tulisan tentang pandangan seorang pengajar dengan keterangan : "Hukum Memilih Pemimpin Non Muslim Menurut Ustadz Syiah".

Saya sebagai orang yang ingin memahami berbagai pandangan tentang kepemimpinan Islam tentu tertarik mempelajarinya apalagi saya bukan ahli dalam bidang ini (saya pastikan ini). Dari pandangan yang diposting ini intinya menyatakan (saya kutip persis):

Rabu, 09 November 2016

Bicara yang Baik atau Diam

Katakanlah yang Baik dan Benar, atau (kalau tak mampu) Diamlah! (فليقل خيرا او ليسمت)

Suatu saat Imam al-Ghazali diminta mengajar, tapi setelah di depan siswa-siswanya, tidak ada kata yang bisa keluar dari mulutnya, karena saat itu beliau tengah dilanda oleh syak atau keraguan. Kenapa? Menurut beliau hanya kebenaran (dan kebaikan) yang boleh keluar dari mulutnya, khawatir bahwa yang keluarnya itu kesalahan atau kata-kata yang tak patut yang keluar dari hawa nafsunya. Karena menurut beliau setiap kata yang diucapkan akan dimintai pertanggung-jawabannya nanti di akhirat.

Selasa, 08 November 2016

Siapa Berwenang Menafsirkan al-Quran?


image


Dalam sebuah kultum seorang penceramah menyampaikan (bilmakna), “Di antara kehebatan Al-Quran adalah ia bisa dipahami oleh semua orang, oleh semua kalangan.”

Kalimat ini (dengan variasi redaksi) mungkin pernah disampaikan di berbagai tempat lain, oleh berbagai penceramah. Malah, jangan-jangan kalimat ini sudah populer dan masuk dalam alam bawah sadar sebagian besar orang...

Saya mencoba memahami bahwa maksud penceramah ini adalah sedang menjelaskan keagungan Al-Quran.. Karenanya saya tetap mengapresiasi. Hanya saja, kontennya tidak benar. Sebab, jika Al-Quran bisa dipahami oleh semua orang dan semua kalangan, dengan kadar intelektualitas ilmu yang berbeda, dan kualitas hati yang bervariasi, maka bisa dibayangkan seperti apa produk pemahaman mereka, dan pemahaman siapa yang akan dijadikan pegangan...

Senin, 07 November 2016

Doa untuk Bangsa



اَللَّهُمَّ إِنَّا نَشْكُوْ إِلَيْكَ فَقْدَ نَبِيِّنَا صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ غَيْبَةَ وَلِيِّنَا (إِمَامِنَا) وَ كَثْرَةَ عَدُوِّنَا وَ قِلَّةَ عَدَدِنَا وَ شِدَّةَ الْفِتَنِ بِنَا وَ تَظَاهُرَ الزَّمَانِ عَلَيْنَا، فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ (و آلِ مُحَمَّدٍ) وَ أَعِنَّا عَلَى ذَلِكَ بِفَتْحٍ مِنْكَ تُعَجِّلُهُ وَ بِضُرٍّ تَكْشِفُهُ وَ نَصْرٍ تُعِزُّهُ وَ سُلْطَانِ حَقٍّ تُظْهِرُهُ وَ رَحْمَةٍ مِنْكَ تُجَلِّلُنَاهَا وَ عَافِيَةٍ مِنْكَ تُلْبِسُنَاهَا، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Ya Allah, kami mengadu kepada-Mu ketiadaan Nabi kami—semoga shalawat-Mu selalu tercurahkan atasnya dan atas keluarganya—, keghaiban imam kami, banyaknya musuh kami, sedikitnya jumlah kami, keganasan fitnah terhadap kami, dan kemenangan masa atas kami. Maka, curahkan shalawat atas Muhammad dan keluarganya, dan bantulah kami (untuk mengatasi) semua itu dengan kemenangan dari-Mu yang Kau segerakan, kesengsaraan yang Kau singkapkan, pertolongan yang Kau kokohkan, kerajaan haq yang Kau menangkan, rahmat dari-Mu yang Kau agungkan kami dengannya, dan ‘afiat dari-Mu yang Kau sandangkan pada kami, demi rahmat-Mu wahai Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

Minggu, 06 November 2016

Kebebasan Beragama Terancam

Sore pada Jumat, 7 Oktober 2016, begitu cerah. Para siswa SMA Plus Muthahhari Bandung berhamburan keluar dari kelas. Bel tanda berakhirnya pelajaran baru saja berdering. Halaman sekolah yang tak begitu luas ramai oleh lalu lalang dan derai tawa mereka. Kendaraan roda dua berbagi tempat dengan para pejalan kaki keluar dari gerbang sekolah yang tak berpintu itu.
Suasana sekolah yang ceria dan damai berubah tatkala sekelompok massa merangsek memasuki halaman. Massa yang mengenakan atribut umat Islam itu menggelar aksi demontstrasi. Dalam orasinya, perwakilan kelompok yang menamakan diri Aliansi Nasional Anti Syiah (ANAS) itu, menuntut sejumlah hal. Satu di antaranya ANAS melarang kegiatan peringatan syahidnya cucu nabi, Imam Husein bin Ali, baik di kompleks sekolah maupun di tempat lain.
Kejadian serupa berulang. Berselang lima hari dari aksi yang pertama, mereka kembali “menyeruduk” lembaga pendidikan ini. Pada Selasa malam, 12 Oktober 2016, sekitar seratus motor meraung-raung tak jauh dari kampus SMA Plus Muthahhari. Aparat kepolisian mengantisipasi aksi ini dengan menutup akses jalan; Upaya yang berhasil membuat para demonstran tertahan. Seperti pada aksinya terdahulu, pengunjuk rasa menuntut kegiatan As Syuro (peristiwa syahidnya cucu nabi itu) ditiadakan. Massa ANAS pun menuntut Mazhab Syiah dibubarkan. Syiah ancaman bagi NKRI, begitu bunyi sepanduk yang terbentang.

Minggu, 30 Oktober 2016

Sayyid Muhammad Husain Fadlullah: Persatuan Umat Islam

Gerakan Pendekatan Mazhab Islam sangat efektif dalam mendekatkan pemikiran-pemikiran setiap mazhab dan menciptakan unsur kebersamaan di dalamnya. Tak diragukan lagi bahwa gerakan tersebut juga dapat menyingkirkan sikap saling mengkafirkan pada diri setiap Muslim terhadap sesama saudaranya.

Gerakan Pendekatan Mazhab-Mazhab Islam di Mesir merupakan sebuah gerakan budaya yang menunjukkan sejauhmana tingkat keberagaman, intelektual, akidah, sejarah dan fikih umat Islam. Tentu saja usaha tersebut menemui berbagai rintangan sosial-politik dan tipu daya musuh-musuh Islam.

Gerakan Pendekatan Mazhab Islam sangat efektif dalam mendekatkan pemikiran-pemikiran setiap mazhab dan menciptakan unsur kebersamaan di dalamnya. Tak diragukan lagi bahwa gerakan tersebut juga dapat menyingkirkan sikap saling mengkafirkan pada diri setiap Muslim terhadap sesama saudaranya. Tentu saja usaha tersebut menemui berbagai rintangan sosial-politik dan tipu daya musuh-musuh Islam.

Kamis, 13 Oktober 2016

Istighashah dan Muharraman: Asyura di Cirebon


image

Istighashah dan Muharraman: Asyura di Cirebon

Selasa siang, 11 Oktober 2016, bertempat di sebuah hotel di jalan Wahidin Sudirohusodo, Cirebon, digelar acara Istighasah dan Muharraman. Ruang kapasitas sekira dua ribu itu padat. Acara diawali dengan pengajian dan pembacaan dzikir yang dipandu oleh kiai-kiai sepuh di Cirebon: KH Zaelani (Ponpes Buntet), KH Ibrahim Rozi (Syuriah Nahdlatul Ulama), KH Jajuli (Ponpes Kaliwadas), KH Syamsuddin (Ponpes Plered), KH Nasiruddin (Ponpes Plered), dan KH Nuruddin Siraj (tokoh Nahdlatul Ulama). Kang Jalal (KH Jalaluddin Rakhmat) selaku tokoh Islam nasional dan anggota DPR RI pun turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kang Jalal duduk bersama para kiai sepuh dan menyimak pembicaraan para kiai sepuh.

Selesai istighashah, dilanjutkan dengan acara Muharraman. Di panggung, terdapat baliho Macan Ali sebagai lambang “sakral” masyarakat Cirebon. Sebelah kiri dan kanan terpampang kaligrafi nama Keluarga Rasulullah saw.

Minggu, 09 Oktober 2016

Mengenang Perjuangan Imam Husein as

Realisme Cinta: Imam Husein dan Pergerakan Sosial

By A.M. Safwan- RausyanFikr Institute

Imam Husein adalah cucu Nabi Muhammad saw, putra Imam Ali dan Sayyidah Fatimah Zahra, lahir pada 3 Syakban tahun 4 Hijriah. Kehidupan Imam Husein digambarkan berpuncak pada kedukaan karena terbunuh oleh kaki tangan penguasa dari dinasti Umayyah. Kisah Imam Husein banyak dikenal dalam tradisi kebudayaan kita di Indonesia, misalnya Tabot di Bengkulu, Tabuik di Pariaman, Hasan Husein dalam senandung syair lagu pada masyarakat Aceh, bubur merah dan bubur putih dalam masyarakat Jawa Islam. Bulan Muharram dalam beberapa tradisi dihindari melakukan beberapa kegiatan yang bersuka cita misalnya pesta perkawinan.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Para Perampok di Jalan Tuhan

Jalaluddin Rakhmat: Para Perampok di Jalan Tuhan

Sects and Errors are synonymous. If you are a peripatetic and I am a Platonist, then we are both wrong, for you combat Plato only because his illusions offend you, and I dislike Aristotle only because it seems to me that he doesn’t know what he’s talking about.
- Voltaire, Philosophical Dictionary

"Aku tidak bisa melepaskan diri dari bayangan guruku. Ia masuk dalam mimpi-mimpiku. Pada suatu malam aku pernah terbangun. Aku duduk dalam lingkaran. Di situ ada guruku, Nabi Muhammad, Tuhan, dan Yesus. Guruku menyebutku Hafshah, salah seorang istri Nabi Muhammad. Aku pernah melihat Nabi Muhammad datang kepadaku; memanggilku dengan mesra. Pendeknya, kemudian terjadilah pergaulan suami-istri antara Hafshah dan Nabi Muhammad. Beberapa saat setelah itu, aku baru sadar bahwa Hafshah itu aku dan Nabi Muhammad itu adalah guruku itu,” Helen, bukan nama sebenarnya, mengadukan nasibnya kepadaku.

Jumat, 07 Oktober 2016

Puisi Miftah Fauzi Rakhmat: adakah kau angin yang sama

ADAKAH KAU ANGIN YANG SAMA...?

Angin lembut sentuh wajahku
Adakah kau angin yang sama?

Bisik deru singgah di telingaku, apakah kau bisik yang sama?

Engkaukah itu, yang selimuti luka. Yang sentuh paras, bermandi darah. Yang sibakkan keringat, yang lentur berkhidmat pada raga yang penuh taat.

Kamis, 06 Oktober 2016

Muharram Empat

MUHARRAM EMPAT (by Ustadz Miftah Fauzi Rakhmat)

Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

Allahumma Ya Rabbana, tanpa terasa Muharram mempergilirkan siang dan malamnya. Kafilah Al-Husain ‘alaihimus salaam sampai di Karbala pada hari yang kedua, 61 tahun setelah hijrah Baginda Saw itu. Inilah saat-saat indah kepasrahan menampakkan puncaknya. Kapan lagi Tuhan diibadati dalam sebaik-baik persembahan kecuali saat segala sesuatu diserahkan ke hadiratNya. Saat ketaatan menemukan bentuk terbaiknya. Saat Dia dipatuhi, saat Dia diikuti.

Rabu, 05 Oktober 2016

Penjelasan Sosial Asyura

Penjelasan Sosial Asyura :
Ideologi sebagai Alat Analisis Sosial dalam Dialog Antara Agama dan Budaya

Sebagaimana telah saya uraikan pada tulisan sebelumnya bahwa  Asyura sebagai sejarah pengorbanan Imam Husain dalam ke Indonesiaan kita menjadi  kisah yang hadir sebagai bagian tradisi budaya. Dalam sejarah Islam, asyura menggambarkan perjuangan Imam Husain dalam menegakkan agama yang dibawa kakeknya Rasul Muhammad Saw. Perjuangan dan pengorbanan Iman Husain sebagai jalan dakwah amar ma'ruf nahi mungkar.

Selasa, 04 Oktober 2016

Muharram Tiga

MUHARRAM TIGA [by Miftah F. Rakhmat]

Allahumma ya Rabbana, Muharram tak hanya menyingkapkan bagi kami tirai duka. Di atas semuanya, ia hamparkan altar cinta. Kapan lagi cinta hadirkan wujud terbaiknya, kecuali pada saat persembahannya. Lagu bukankah lagu sebelum dinyanyikan. Melodi bukanlah senandung sebelum dilantunkan. Cinta bukanlah cinta sebelum dikorbankan.

Senin, 03 Oktober 2016

Imam Husain dan Konteks Pergerakan Sosialnya



Imam Husain adalah putra Imam Ali dan Sayyidah Fatimaah Az Zahra, cucu Nabi Muhammad Saw datang berziarah ke pusara Rasulullah Saw sebelum berangkat ke Karbala (tempat yang menjadi saksi terbunuhnya Imam Husain secara tragis). Dalam ziarahnya, Imam Husain sempat tertidur dan bermimpi ketemu Rasul setelah sepanjang ziarahnya Imam Husain mengadukan rencananya ke Kufah  untuk menegakkan agama kakeknya.

Muharram Dua

MUHARRAM DUA (by Ustadz Miftah Fauzi Rakhmat)

Bismillahirrahmanirrahiim
Allahuma shalli 'ala Muhammad wa Ali Muhammad

Siapa saja menjadi santri di Persia atau Babilonia pasti kenal seorang ulama besar, sayyid dari keturunan Baginda Nabi Saw, Allamah Sayyid Ali Qadhi namanya.

Minggu, 02 Oktober 2016

Muharram Satu

MUHARRAM SATU (by Miftah F. Rakhmat)

Ah, bulan Muharram kembali menyapa. Syukurku pada Tuhan berselimutkan duka. Saudaraku seagama merayakannya dalam suka. Tahun baru kata mereka. Maka parade diarak, gegap gempita menyeruak. Semangat kebahagiaan terasa semarak. Tak perlu dalil untuk itu. Tak perlu berpanjang kata. Para cendikia berjajar dalam barisan pawai raya.

Asyura sebagai Religiusitas Kebudayaan Kita: Penjelasan Sosial Asyura sebagai Fakta Sejarah Islam dan Fakta Sosial Kebudayaan Indonesia

Ada banyak kisah dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan Muharram, salah satunya peristiwa Asyura (10 Muharram) yaitu tragedi terbunuhnya Imam Husain cucu Nabi al Mustafa Saw. di Karbala (wilayah Irak).

Setidak-tidaknya, kisah tentang ini ada dalam tradisi kita di Indonesia, syair Hasan Husein di Aceh, Tabuik di Pariaman, Tabot di Bengkulu, Bubur Merah dan Putih di Joga, Grebeg Suro di Ponorogo, Pembacaan kisah asyura di masjid-masjid di Kota Gorontalo di malam hari selama beberapa hari, beberapa aktivitas yang harus dihindari di bulan Muharram terkait Imam Husein, seperti di Ternate, orang-orang dulu menghindari main bola di bulan Muharram oleh karena gambaran bola seperti kepala Imam Husein yang dipenggal dan di arak dan di lemparkan seperti bola. Tradisi Muharram di berbagai kota lain di Indonesia seperti di Jambi, Mandar, Bugis Makassar.

Rabu, 28 September 2016

MANFAAT FILSAFAT BAGI SAYA

Banyak orang bertanya apa sih sebenarnya manfaat mempelajari filsafat? Bahkan sebagian mengatakan bahwa filsafat itu berbahaya.. Saya tidak bisa mewakili pandangan orang-orang yang mempelajari filsafat. Tapi bagi saya pribadi filsafat telah memberi banyak sekali manfaat. Berikut ini adalah pandangan saya tentang manfaat filsafat.

Setelah mempelajari beragam filsafat, baik Yunani, Islam maupun Barat, saya merasakan banyak manfaat yang daoat diambil dari mempelajari filsafat, baik dari sudut teoritis maupun praktis. Para filosof itu, bukan seperti orang biasa, tetapi para pemikir yang berusaga keras untuk memahami dunia di sekelilingnya. Memahami kenapa dunia seperti ini dan bukan seoerti itu. Mereka berusaha untuk making sense dari semua keadaan dan oeristiwa yang terjadi secara mendalam. Begitu mendakamnya, sehingga pikiran mereka jauh dari jangkauan pemahaman orang-orang kebanyakan sezamannya. Seperti yang oernah fikatakan Iqbal, saya butuh telinga masa depan.

Tapi Tak-dipahaminya pemikiran para filosof sama sekali tak berarti bahwa pemikiran mereka tak bermakna ataupun sesat. Karena kalau kita dapat memahaminya, pemikiran mereka itu sebenarnya sangat cemerlang dan sangat mengagumkan.. Berikutnya saya akan coba emukakan beberapa pandangan dunia para filosof berkelas dunia untuk membuktikan pernyataan saya di atas.

Selasa, 27 September 2016

BELAJAR MEMAHAMI SUNNI – SYIAH


Oleh: Genik Puji Yuhanda

(Dosen Prodi Humas Politeknik LP3I Bandung,Alumni S2 Fikom Unisba Jurusan Komunikasi Politik)

Konflik muncul karena perbedaan cara pandang terhadap sebuah hal.Perbedaan cara pandang terjadi karena beberapa hal, di antaranyaperbedaan latar belakang pengalaman hidup, tingkat pendidikan,pengetahuan dan wawasan. Begitu pun halnya persoalan Sunni dan Syiah.Orang Sunni yang gagal memahami Syiah atau sebaliknya boleh jadikarena faktor-faktor tersebut. Mengapa hal itu bisa terjadi? MampukahSunni dan Syiah bisa saling memahami? Penulis memberikan pandanganmengenai persoalan tersebut. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.  Syiah yang minoritas di Indonesia akhir-akhir ini jadi sorotan.

Senin, 26 September 2016

Nama-nama Ibu 14 Manusia Suci as

Pada tulisan kali ini, referensi utama saya adalah kitab Al-Irsyad. Referensi pendukung adalah kitab Ummahat Al-Ma'shumin. Dan sebagai bonus, di bagian akhir saya menggunakan kitab Sunni berjudul Wafayat Al-A'yan.

Sedikit catatan. Mulai dari no. 1 sampai no. 5 tidak saya sebutkan referensinya karena sudah mahsyur (populer). Sedangkan mulai dari no. 6 sampai no. 14 saya sebutkan referensi kitabnya.

Minggu, 25 September 2016

Khutbah Ied Adha 1437H - (Bagian 2. Selesai)

Khutbah Ied Adha 1437H - (Bagian 2. Selesai)
Oleh Ust. Miftah F. Rakmat


Allahu Akbar Allahu Akbar wa lillahil hamd

Abu Khaitsamah, seorang di antara sahabat Rasulullah Saw. Alkisah, di musim panas itu, sembilan tahun setelah hijrah. Hawa siang hari Madinah teramat menyiksa. Buah-buahan musim panas siap dipetik. Ini musim bercengkerama, menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga.

Tiba-tiba datang perintah melawan bangsa Romawi, pasukan bersenjata yang terkenal di seantero persada. Kaum Muslimin sudah banyak bertempur. Tapi, melawan pasukan itu?

Belum lagi jarak yang jauh harus ditempuh. Madinah - Tabuk memakan perjalanan 14 hari pasukan berkuda dan jalan kaki. Lebih dari 640 kilometer jauhnya.

Sabtu, 24 September 2016

Khutbah Ied Adha 1437H - (Bagian 1)

Khutbah Ied Adha 1437H - (Bagian 1)
oleh Miftah F. Rakhmat


Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

Allahu akbar Allahu akbar wa lillahil hamd

Labbayka Tuhanku, meski kami tak berdesak di antara mereka yang bertalbiyah kepadaMu.
Labbayka Tuhanku, meski kami tak termasuk yang sa’i di antara Shafa dan MarwahMu.
Labbayka Tuhanku, meski tangan kami tak tengadah di bawah pancuran air rumah suciMu.
Labbayka Tuhanku, meski kami tak hadir di barisan saf shalat jamaah itu.
Labbayka Tuhanku, meski kami tak tergabung bersama yang haji untuk memohonkan maafMu.
Labbayka Tuhanku, sepenuh rasa malu kami menyeruMu.
Labbayka Tuhanku. AmpunanMu…ampunanMu.

Hadirin dan hadirat, ‘Aaidin dan ‘Aaidat, Yang berhari raya mukminin dan mukminat

Jumat, 23 September 2016

Muslim Syiah Percaya Imam Mahdi Berhaji

Bismillahirrahmanirrahim
Allahuma shalli'ala Muhammad wa Ali Muhammad


Seorang murid ditanya gurunya, “Bila Ibu berikan kau satu apel, ditambah satu apel lagi, ditambah satu apel lagi. Berapa jumlah apel yang kaupunya?” Anak itu menjawab cepat: “Empat!” Ibu guru mencoba cara lain, “Bila Ibu berikan kau satu pensil, ditambah satu pensil, ditambah satu pensil lagi. Berapa jumlah pensil yang kaupunya?” Tiga! Jawab anak itu. “Benar! Sekarang bila Ibu memberimu satu apel, ditambah satu apel, ditambah satu apel. Berapa apel yang kaupunya?” Empat! Jawaban yang sama terdengar kembali. Ibu guru bingung. Ia bertanya, “Mengapa jawabanmu berbeda?” Murid itu menjelaskan, “Karena sebelum aku berangkat ke Sekolah, Ibuku memberiku satu apel. Jadi, kalau Ibu guru memberikanku tiga apel, aku akan punya empat apel.”

Sering, kita salah paham karena tidak berusaha memahami satu peristiwa dari kacamata orang yang mengalaminya. Kita menghakimi satu kelompok salah tanpa pernah memberinya ruang bicara. Kita dengan gampang menyudutkan tanpa kesempatan untuk menjelaskan. Bila pun ada penjelasan, kita memperkecilnya dalam sudut perspektif yang sesuai selera kita.

Kamis, 22 September 2016

Benarkah Ziarah Lebih Utama?

Bismillahirrahmanirrahim
Allahuma shalli 'ala Muhammad wa Ali Muhammad


Benarkah ziarah lebih utama? Saya kembali akan menjawabnya: itu hak prerogatif Tuhan. Keutamaan dan keistimewaan adalah ranah _hikmah rabbaniyyahNya_. Dalam ilmu Tuhan yang meliputi segala. Sahabat Uwais al-Qarni ra beroleh keutamaan karena merawat ibunya hingga ia tidak sempat berjumpa dengan Baginda Nabi Saw.  Ia mendapat salam Rasulullah Saw. Tidakkah berjumpa dan bergabung bersama Baginda lebih utama? 

Bila masih juga hitung-hitungan perkara pahala ini, bagaimana dengan pahala shalat dua rakaat di Masjid Quba? Siapa pun yang pernah berangkat ke tanah suci pasti mendengar pembimbing ibadah akan mengutip hadis, “Barangsiapa berwudhu di rumahnya, lalu berangkat ke Masjid Quba dan shalat di sana dua rakaat, baginya pahala satu umrah.” Bayangkan, belum berangkat umrah tapi sudah beroleh parhala satu umrah. Akankah Saudara mengatakan shalat sunnah (bukan wajib) di Masjid Quba lebih baik dari umrah? Padahal di dalam umrah ada ihram, ada tawaf, ada shalat, ada sa’i? 

Rabu, 21 September 2016

Syiah Berhaji ke Tanah Suci Makkah

Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad


Beberapa malam yang lalu, saya shalat Isya berjamaah di Masjid lingkungan kami. Begitu takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, saya tersadarkan oleh satu huruf dalam satu kalimat. Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil ‘aalamin. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku adalah kepunyaan dan untuk Allah Tuhan penguasa semesta alam. Huruf yang menghentak saya adalah “lam” pada kata lillah.

Lam dalam Bahasa Arab ada banyak fungsinya. Untuk menegaskan, untuk memulai, untuk meminta tolong, sebagai sebab atas akibat, untuk perintah, untuk sumpah, sebagai jawaban, untuk pemisah, sebagai penguat dan lain sebagainya… ma sya Allah! Selama ini saya melewatkan begitu saja makna ‘lam’ pada lillah itu. Ia hanya berlalu dalam sepersekian detik pada doa iftitah saya.

Selasa, 20 September 2016

Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA: Sunni dan Syiah Bersaudara

Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA menilai pertentangan paham antara Sunni dan Syiah di beberapa kawasan termasuk Bondowoso, merupakan tindakan yang tidak produktif. Dan bahkan dinilai hanya menghabiskan energi.
“Sunni dan Syiah ini bersaudara. Sumbernya juga sama yaitu Alquran dan Hadist. Dan pertikaian-pertikaian itu hanya karena soal politik atau soal pengaruh saja,” tuturnya usai memberikan kuliah umum kepada mahasiswa program Magister dan Doktor, di Institut Agama Islam Negeri Jember, Sabtu (17/9/2016).

Sabtu, 17 September 2016

Rasulullah saw dan Pelajaran Ghadir Khum [by Miftah F.Rakhmat]

image
WAKTU itu, haji wada. Rasullah Saw beranjak meninggalkan Mekkah menuju Madinah. Pada 18 Zulhijjah, di tempat bernama Khum, di sebuat mata air (Ghadir), iringan kafilah Nabi terhenti. Rasulullah Saw memerintahkan para sahabat untuk beristirahat. Panas padang pasir menyengat kepala para jamaah haji yang baru menyelesaikan ritus suci. Nabi memandang ke padang yang luas. Beliau meminta para jemaah yang lebih dahulu pergi untuk kembali. Beliau menunggu para peziarah yang belum tiba. Ghadir Khum memang sebuah persimpangan. Dari titik itulah kemudian, para jemaah haji pulang ke kampung halaman.
Begitulah riwayat yang diceritakan dalam Tafsir Al-Fakhr al-Razi. Ketika menjelaskan Surat Al-Maidah ayat 67, penafsir besar Ahlulsunnah itu bercerita bahwa, ayat ini turun berkenaan dengan keutamaan Ali bin Abi Thalib as. Ketika turun ayat ini, Nabi menggenggam tangan Ali dan mengangkatnya seraya berkata, “Man kuntu mawlahu, fa Aliyyun mawlahu. Allahumma wali man walahu wa ’adi man ’adahu (Barangsiapa menjadikan aku sebagai mawlaku (pemimpinnya), hendaknya dia menjadikan Ali sebagai pemimpinnya juga. Ya Allah, cintailah orang yang mencintainya. Musuhilah orang yang memusuhinya)”.

Jumat, 16 September 2016

Muslim Syiah ke Karbala

Salam.

Saudara-saudaraku, hari ini saya mewajibkan diri saya untuk mengatakan hal ini. Syiah adalah salah satu mazhab dalam Islam. Bila Saudara/i ragu atau menyangsikannya, silahkan bertanya dengan hati jernih pada ahli, pakar Keislaman yang kredibel, bertanggungjawab secara akademik/ilmiyah.

Beberapa hari ini, tersebar fitnah besar: Umat Muslim Syiah wukuf di Karbala. Mari kita luruskan:

Kamis, 15 September 2016

Tayangan Koreksi Pemberitaan Muslim Iran di Karbala

Tayangan koreksi pemberitaan umat muslim Iran Wukuf di Karbala oleh Indosiar. Pada saat yang sama Indosiar juga telah meminta maaf atas somasi yang diajukan oleh PP IJABI atas pemberitaan kemarin yang menyatakan bahwa muslim Iran wukuf di Karbala. 

Semoga kedepan tidak ada lagi kekeliruan serupa yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh anasir-anasir jahat yang berupaya memecah belah pengikut Sunni dan Syiah. Mereka memiliki agenda, mengekspor konflik sektarian/mazhab di Timur Tengah ke Indonesia.

Rabu, 14 September 2016

TABAYYUN INDOSIAR

Mereka yang kemarin nyebar2in fitnah terkait "orang Syiah haji-nya di Karbala" dengan alasan "sudah diberitakan Indosiar", kita tunggu, apakah bakal bertabayun atau tidak...

Buat teman-teman sekalian, meningkatnya sentimen anti-Syiah (diawali dengan menunggangi konflik Suriah sejak 2012) yang masif ini, bukan cuma soal Syiah lho. Ada desain yang jauh lebih besar dari ini. Coba dipikirkan, kok bisa puluhan media online memberitakan fitnah serupa secara serempak? Duit dari mana? Kok bisa para ustadz se-Indonesia (dari kalangan tertentu) mendadak bicara serempak soal Syiah, seolah masalah akidah segelintir orang saja menjadi persoalan utama bangsa? 

Indosiar Akui Kesalahan dalam Tayangan Ziarah di Karbala

image
Apresiasi untuk berita Fokus Pagi Indosiar hari Rabu pagi (14/9/2016) yang telah meralat dan memperbaharui berita Fokus Pagi hari Senin lalu (12/9/2016) tentang Muslimin Syiah yang disebut wukuf/berhaji di Karbala. 
Kemudian diklarifikasi bahwa jamaah Muslim Syiah Iran melakukan baca Doa Arafah di Makam Imam Husein as. Jemaah Muslim Syiah termasuk dari Iran rutin berhaji di Makkah, tetapi tahun ini Iran tidak mengirimkan karena ada larangan dari pemerintah Arab Saudi. Persoalan ini tidak terkait dengan mazhab, tetapi situasi politik di Timur Tengah yang sedang panas.

Selasa, 13 September 2016

Kayfa Shabruka? Politik, Haji, dan Karbala

image
HARI ini saya dapat kiriman berita. Acara doa Arafah berjamaah di kompleks makam Imam Husein as (Karbala, Irak) oleh salah satu tv dan situs online disebut wukuf haji. Tentu berita ini tidak benar karena ibadah wukuf bertempat di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Sedangkan Karbala merupakan tempat ziarah. Orang yang berdoa di Karbala bukan untuk wukuf, tetapi berziarah kepada cucu Rasulullah saw.

Saya kira yang membuat narasi berita di tv dan situs online tersebut telah menunjukkan bahwa orang yang berada dibalik pemberitaan itu tidak paham dengan khazanah Islam dan tidak memegang kaidah jurnalistik. Setahu saya dalam jurnalistik ada etika agar cek ricek sebelum tayang. Apalagi ini terkait dengan agama Islam sebaiknya hati-hati dalam pemberitaan.

Senin, 12 September 2016

Hewan Kurban yang Menunaikan Ibadah Haji Dapat Disembelih Selain di Mina?

Apakah mungkin para marja agung taklid (ulama mazhab syiah) memberikan fatwa kepada para haji Iran untuk menyembelih hewan-hewan kurban mereka di negera mereka sendiri (pada saat mereka berada di Mina, seseorang menyembelih hewan kurban untuk mereka di negaranya)? Apakah hal ini dapat mengantisipasi kefakiran?
Jawaban

Menyembelih Hewan Kurban Patah Tanduk

Apabila tanduk hewan kurban patah, apakah kita dapat menyembelihnya untuk meraih keridhaan Allah Swt pada hari raya Idul Adha?
Jawaban
Apabila kurban yang Anda maksud adalah kurban haji yang disembelih pada hari raya Kurban (Idul Adha) di padang Mina. Sesuai dengan fatwa mayoritas fukaha, apabila hewan kurban pada dasarnya memiliki tanduk (meski sekarang hewan tersebut tidak lagi bertanduk atau tanduknya patah), maka hal itu telah mencukupi untuk dijadikan sebagai hewan kurban.

Kajian Ayat Al-Quran (Edisi Idul Adha)


Diantara perkataan Nabi Isma'il as yang terekam dalam Al-Qur'an, bagian ayat 102 surah Al-Shaffat:

يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ

Yaa abati if'al maa tu'mar (Wahai ayahku, laksanakanlah apa yang diperintahkan kepadamu)

Kata tu'mar (diperintahkan) adalah fi'il mudhari' majhul (kata kerja sekarang pasif). Hal ini mengisyaratkan bahwa jawaban Nabi Isma'il as menjadi bukti kuat bahwa dirinya siap melaksanakan perintah Allah Ta'ala, dan bahwa hendaknya sang ayah (Nabi Ibrahim as) juga melaksanakan perintah-Nya yang sedang maupun yang akan diterimanya.

Perkataan Nabi Isma'il as "if'al maa tu'mar" (laksanakan apa yang diperintahkan kepadamu), bukan berkata "sembelihlah aku", mengisyaratkan penyebab kepatuhan anak, yakni karena hal tersebut adalah perintah Allah Ta'ala.

Khutbah Idul Adha: Qurban Meniadakan Kehendak Diri [by Miftah F. Rakhmat]

image
KITA awali pagi 10 dzulhijjah dengan memanjatkan syukur ke hadirat ilahi. Puji bagi dia, yang telah memanjangkan umur kita, yang telah memberikan kita tambahan usia, sehingga ‘id, hari raya demi hari raya, kita lalui dalam limpahan nikmat-Nya yang tak terhingga.
Puji bagi dia, yang telah mempercayai kita, untuk mengelola setiap detik dan tarikan nafas dalam hidup kita, dengan harapan setiap detik akan mendekatkan kita kepada Tuhan, dan setiap tarikan nafas membersihkan kita dari dosa dan kemaksiatan.
Sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada kekasih junjungan alam, Nabi besar Muhammad SAW, kelurga beliau yang disucikan, dan para sahabat serta tabi’in yang mengikuti jalan beliau dalam kecintaan.

Minggu, 11 September 2016

Berita Hoax Tentang Penyair Irak Ahmad Nu’ami

Berita hoax (palsu) ini tidak jelas sumbernya (lihat di http://www.kumpulankonsultasi.com/2016/08/inilah-syair-syiah-irak-ternama-ahmad-nuaimi-buat-heboh-bangsa-iran.html ) dilengkapi dengan foto seseorang yang digantung. Ternyata itu foto seorang pengemudi truk Iran (bukan Irak) yang dihukum gantung di Iran (bukan Irak) atas kejahatan pembunuhan. Salah satu situs yang memuat berita palsu ini adalah situs Nahdlatul Ulama Garis Lurus (NUGL). Setelah menerima banyak kritikan, NUGL membuat berita klarifikas ihttp://www.nugarislurus.com/2016/01/klarifikasi-berita-eksekusi-ahmad-nuaimi-dan-syairnya.html.

Tapi isinya sama sekali bukan klarifikasi, sehingga seorang aktivis NU asli (bukan NUGL) bernama Azis Anwar Fachrudin membuat tulisan berikut ini di FB:

Selasa, 06 September 2016

Doa Hari Selasa (KH Jalaluddin Rakhmat)


Aku berlindung pada Allah
dari kejahatan diriku
sungguh nafsu menyuruh buruk
kecuali yang disayangi Tuhanku

Aku berlindung pada Allah
dari kejahatan setan yang menambah dosa-dosaku

Aku berlindung pada Allah
dari semua tiran yang durhaka
dari semua penguasa yang kejam
dari semua musuh yang dominan

Senin, 05 September 2016

10 Rekomendasi Muktamar Ahlussunnah wal Jamaah di Chechnya

Muktamar (Konferensi) bertajuk “Siapakah Ahlussunnah wal Jama’ah? Penjelasan Manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah; Akidah, Fikih dan Akhlak serta Dampak Penyimpangan darinya di Tataran Realitas” yang diselenggarakan hari Kamis (25-27/08/2016) dihadiri Grand Syaikh al-Azhar, para mufti dan lebih dari 200 ulama seluruh dunia. Berikut 10 rekomendasi Muktamar Ahlussunnah wal Jama’ah di Chechnya:

بسم الله الرحمن الرحيم

أهل السنة والجماعة هم الأشاعرة والماتريدية في الاعتقاد وأهل المذاهب الأربعة في الفقه، وأهل التصوف الصافي علمًا وأخلاقًا وتزكيةً. - للقرآن الكريم حرم يحيطه من العلوم الخادمة له، المساعدة على استنباط معانيه، وإدراك مقاصده وتحويل آياته إلى حياة وحضارة وآدابا وفنون وأخلاق ورحمة وراحة وإيمان وعمران وإشاعة السلم والأمان في العالم حتى ترى الشعوب والثقافات والحضارات المختلفة عيانا أن هذا الدين رحمة للعلمين وسعادة في الدنيا والآخرة.
هذا المؤتمر نقطة تحول هامة وضرورية لتصويب الانحراف الحاد والخطير الذي طال مفهوم "أهل السنة والجماعة" إثر محاولات اختطاف المتطرفين لهذا اللقب الشريف وقصره على أنفسهم وإخراج أهله منه.

Ahlussunnah wal Jama’ah adalah al-Asya’irah dan al-Maturidiyah dalam akidah, empat madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali dalam fikih, serta ahli tasawuf yang murni –ilmu dan akhlak— para ulama yang meniti jalannya.

Al-Quran al-Karim adalah bangunan yang dikelilingi oleh berbagai ilmu yang membantu untuk menggali makna-maknanya dan mengetahui tujuan-tujuannya yang mengantarkan manusia kepada ma’rifat kepada Allah Swt., mengeluarkan ilmu-ilmu yang terkandung di dalamnya, mengejawantahkan kandungan ayat-ayatnya ke dalam kehidupan, peradaban, sastra, seni, akhlak, kasih sayang, kedamaian, keimanan dan pembangunan. Serta menyebarkan perdamainan dan keamanan di seluruh dunia sehingga bangsa-bangsa lain dapat melihat dengan jelas bahwa agama ini adalah rahmat bagi seluruh alam, serta jaminan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Muktamar ini merupakan titik balik yang berkah untuk meluruskan penyimpangan akut yang berbahaya yang mendominasi pengertian “Ahlussunnah wal Jama’ah” setelah berbagai upaya pencatutan kalangan ektremis akan istilah ini dan membatasinya hanya pada diri mereka serta mengafirkan umat Islam lainnya.

Sabtu, 03 September 2016

Membaca Doa Kumayl Depan Baqi

Di sekitaran Masjid Nabawi, Madinah, setiap malam Jumat tidak lepas dari kegiatan baca doa. Jamaah membentuk kelompok-kelompok sendiri. Termasuk jamaah pengikut Syah atau yang dikenal Mazhab Ahlul Bayt. Kaum Syiah ini di masjid Nabawi mengisi malam jumat dengan membaca doa Kumayl secara berjamaah.

Berikut ini pengalaman dua Muslim Indonesia saat berada di Masjid Nabawi, terkait dengan doa Kumayl dan jamaah Muslimin Syiah di Madinah.

Jumat, 02 September 2016

Yasinan: Antara Tradisi dan Makna [by Alireza Alatas]

Istilah Yasinan bisa dikatakan cukup mendarah daging di kalangan masyarakat luas, khususnya di bumi nusantara ini. Bahkan seringkali istilah Yasinan yang bersumber dari kata Yasin,sebuah surat Al Quran, disandingkan dengan kata Tahlilan. Yasinan pada praktiknya hampir sama dengan Tahlilan.

Secara tradisi, istilah Yasinan dan Tahlilan sangat erat dengan kematian. Yasinan biasa dibaca dalam acara kematian, yang dimulai dengan dzikir-dzikir, surat Yasin kemudian doa yang dihadiahkan kepada sang mayit dan para pendahulu di alam kubur. Di penghujung acara tersaji hidangan spesial dari pengundang. Lebih dari itu, para pembaca pulang ke rumah masing-masing dengan dibekali bungkus nasi yang disebut dengan berkat.

Kamis, 01 September 2016

Apakah Imam Syiah Melakukan Nikah Mutah?

Apakah para Imam Maksum As melakukan praktik mut'ah? Siapa saja anak-anak mereka yang terlahir dari pernikahan ini?

Islam sebagai agama yang paling sempurna mensyariatkan dan melegalkan pernikahan mutah (lantaran pelbagai problematika yang boleh jadi dihadapi oleh sebagian orang dalam melaksanakan pernikahan tetap) yang dapat digunakan oleh kaum Muslimin sebagai remedi (obat sementara).Hal ini merupakan salah satu nilai positif dan progressif agama Islam yang di samping menjawab kecendrungan libido seksual dalam bentuk pernikahan tetap (daim), juga menawarkan solusi berupa pernikahan temporal dan legal. 

Selasa, 30 Agustus 2016

Puisi untuk Dr KH Jalaluddin Rakhmat (by Ustadz Miftah Fauzi Rakhmat)

Seorang lelaki menatap senja, di pinggir lautan yang pertama.
"Ah, samudra ini telah lama kunanti. Bahtera untuk berlabuh lelahnya hati."

Matanya tajam penuh harap, bulir embun di kelopak menggenang membentuk sayap. Ia akan terbang dengan tangisan, dan perahu besar yang kelak ditinggalkan.

Ia memandang ke belakang, pada jejak pasiran masa yang membentang. Panjang, panjang sekali. Hingga noktah di ufuk timur. Kecil, kecil sekali.

Tapi lihatlah, titik hitam itu bukan sekadar noktah pahit getir perjalanannya. Ia benih yang disemai dan kelak akan tiba waktu menuai.

Senin, 29 Agustus 2016

Selamat Milad Ustadz Jalal

Alhamdulillah, Minggu 28 Agustus 2016, kami datang pada acara Milad Ustadz Jalaluddin Rakhmat. Ruang aula Muthahhari penuh. Penuh suka cita. Murid-murid dari sekolah yang didirikan Ustadz Jalal mempersembahkan lagu-lagu dan Ustadz Miftah, putranya, membacakan puisi khusus untuk Ustadz Jalal. 

Dalam acara Milad ini Ustadz Jalal membacakan narasi persembahan untuk Rasulullah saw yang penulisannya tidak selesai. Kertas narasi oleh Ustadz Jalal diberikan kepada Ustadz Jalal sambil berkata: yang menerima kelak harus melanjutkannya.

Pada hari itu pula dalam whatsapp group Misykat kebanjiran ucapan selamat. Sebagai bentuk suka cita, kami muat beberapa ucapan tersebut di bawah ini: 

Minggu, 28 Agustus 2016

Khadim Iftikhari [Ustadz Miftah F. Rakhmat]

Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

Perasaan itu membuncah tatkala keberangkatan hampir dipastikan. Telah lama saya mendengar kabar itu. Bertahun-tahun sebelumnya. Ternyata, nama saya masih belum juga dituliskan. Barulah ketika jaring laba-laba kehidupan mempertautkan beragam peristiwa, mempertemukan berbagai kemungkinan…takdir itu menjemput juga.

Saya diberi kesempatan berangkat ke pusara Imam Ridha as, di Mashhad Iran. Imam Ridha as adalah Imam dari keturunan Rasulullah Saw. Hampir semua tarekat di dunia—kecuali beberapa—bersambung silsilahnya pada Imam Ridha as. Bila Islam menyebar di Indonesia melalui jalur para mursyid tarekat itu, maka kita berutang teramat besar pada Imam Ridha as sebagai guru semua tarekat itu. Dan sebagai kota ziarah, Mashhad menunjukkan pada dunia bagaimana keberkahan kehadiran seorang yang saleh mendatangkan manfaat bagi dunia, bahkan jauh setelah wafatnya.

Sabtu, 27 Agustus 2016

(Cuma) Puisi buat Marsinah [by KH Jalaluddin Rakhmat]

Tubuh ringkih nenek tua itu
Terkapar di atas pasir yang membakar
Ujung tombak menempel di atas rahimnya
Siap merobek serabut, kulit, dan otot-ototnya
"Sampaikan salamku kepada Rasul Allah
Katakan kepadanya, Sumayyah yang hatinya telah disucikan Allah
tidak akan mencemari mulutnya dengan kata-kata kotor"
Darah segar membersit, entah berapa liter
Ketika tombak itu menyeruduk dalam-dalam
Sumayyah syahid pertama
karena terlalu vokal
"Sabarlah hai keluarga Yasir,
Surga telah dijanjikan bagi kalian"
Suara langit lewat bibir Nabi yang suci

Jumat, 26 Agustus 2016

Apakah Nabi Muhammad saw dan Imam Ahlulbait Melakukan Nikah Mutah?

Apakah Nabi Muhammad saw dan para imam melakukan praktik mut’ah? Apakah terdapat sanad yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad Saw dan para Imam melakukan praktik mut’ah? Atau bahkan putra-putra mereka melakukan pernikahan sementara atau setidaknya memotivasi mereka untuk melakukan hal itu?

Kamis, 25 Agustus 2016

Risalah Jumah (3): Renungan Haji


Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

Jumat ini saya jadwal khutbah. Karena sedang tertarik dengan daqaiq al-Qur’an, pembahasan saya terkait dengan itu. Daqaiq adalah presisi. Bagaimana dengan tepat dan sempurna, Al-Quran memilih satu kata tertentu dari yang lainnya. Kali ini, karena musim haji, saya membahas ayat-ayat (berkaitan dengan) haji.

Pertama, Surat Haji [22]:27, “Dan serulah manusia untuk berhaji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus. Mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.”

Kedua, Surat Ali Imran [3]:97, “…haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi yang sanggup mengadakan perjalanan menujunya…”

Dan ketiga, Surat Ali Imran [3]: 96, “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, adalah Baitullah di (lembah) Bakkah yang diberkati…”

Rabu, 24 Agustus 2016

Al-Quran yang Berjalan (Sajak dari Jalaluddin Rakhmat)

Musa mendekati cahaya di puncak Sinai
Ia rebah gemetar di depan api unggun
Ia melemparkan tongkat dan Tuhan mengubahnya
menjadi ular
Ia menjulurkan tangannya dan Tuhan
menjadikannya putih bersih

Dengan tangan yang bersih
ia menghentakkan tongkatnya di depan Fir'aun
mengubah tukang sihir menjadi pecinta Tuhan
membelah laut untuk membebaskan kaum tertindas
dan menenggelamkan para tiran ke dasar lautan

Selasa, 23 Agustus 2016

Media Massa (Sajak dari Jalaluddin Rakhmat)


Dalam media massa dunia berganti nama
manusia menjadi berhala
derita menjadi berita
aurat menjadi kesenian
maksiat menjadi klangenan
hiburan menjadi kebijakan
fitnah menjadi penerangan

Lewat jendela kaca yang kecil
tangis bayi terdengar nyaring
asalkan ia menggeliat
di bumi sebelah barat
Senyum putri terlihat jelas
asalkan ia bergaya keren dan kece
lewat kamera CNN atau BBC

Senin, 22 Agustus 2016

Kang Jalal dan Al-Quran yang Dibaca Kaum Syiah

Dalam syukuran hari kelahirannya, Rabu, 29 Agustus 2012, tokoh Syiah Indonesia Jalaluddin Rakhmat membagikan Al-Quran yang biasa dibaca penganut Syiah. Kang Jalal pun menjelaskan perbedaan Al-Quran itu dengan kitab suci lainnya.

Menurut Jalal, Al-Quran itu memiliki beberapa perbedaan dengan kitab suci lainnya. Pertama, dicetak lebih baik dengan kertas sangat bagus. "Dibanding dengan Al-Quran Sunni," ujarnya.

Perbedaan kedua adalah cara perlakuan penganut Syiah terhadap Al-Quran itu. "Biasanya setelah baca Al-Quran, kitab suci itu dicium dan disentuhkan ke kening," ujarnya.

Kamis, 18 Agustus 2016

Imam Ali bin Musa al-Ridha as

image
Imam Ridha dilahirkan di Madinah, 11 Dzulqa'idah 148 H. Setelah ayahnya syahid, Imam Ridha menjadi Imam kaum Muslimin dengan kemuliaan akhlaknya, keutamaan ilmunya, dan kesempurnaan kepribadiannya. Beliau menjadi Imam selama 20 tahun, dan syahid pada usia 55 tahun. Pusara Imam di Mashhad, Iran menjadi satu di antara tempat yang paling banyak diziarahi. Setiap tahunnya, lebih dari seratus juta orang datang. Pada hari-hari seperti kelahiran dan syahadah, jumlah peziarah bisa lebih dari 3-5 juta orang per hari.
Pernyataan para ulama tentang Imam Ridha as. Di antaranya Al-Waqidi berkata: "Ali bin Musa al-Ridha mendengar hadits dari ayahnya. Ia sangat terpercaya (dalam hadits) dan ia memberi fatwa di Masjid Rasulullah Saw di saat usianya duapuluh tahunan. Ia generasi kedelapan dari para tabi'in penduduk Madinah." (Tadzkirat al-Khawwash, 315)

Rabu, 17 Agustus 2016

Ustadz Miftah Fauzi Rakhmat Terpilih Menjadi Khadim di Haram Imam Ali Ridha as

image
Imam ‘Ali Ridha adalah Imam ke-8 di dalam mazhab pencinta keluarga Nabi Muhammad Saw. Hari ini, cucu Baginda Nabi Saw tersebut dilahirkan. Imam Ridha dilahirkan di Madinah, 11 Dzulqa’idah 148 H. Setelah ayahnya syahid, Imam Ridha menjadi Imam kaum Muslimin dengan kemuliaan akhlaknya, keutamaan ilmunya, dan kesempurnaan kepribadiannya. Beliau menjadi Imam selama 20 tahun, dan syahid pada usia 55 tahun. Pusara Imam di Mashhad, Iran menjadi satu di antara tempat yang paling banyak diziarahi. Setiap tahunnya, lebih dari seratus juta orang datang. Pada hari-hari seperti kelahiran dan syahadah, jumlah peziarah bisa lebih dari 3-5 juta orang per hari. 

Selasa, 16 Agustus 2016

Hall of Fame Marjaiyah [by Dr Muhsin Labib]

Kemunculan sistem marja’iyah dalam mazhab Syi’ah bermula semenjak al-Mahdi mengalami masa kegaiban pendek pada tahun 260 hingga 324 Hijriah. Pada masa tersebut empat orang delegasi mewakilinya untuk melakukan komunikasi dengan masyarakat Syi’ah, yaitu Utsman bin Sa’id, Muhammad bin Utsman Khala’i, Husain bin Ruh, dan Ali bin Muhammad Samari.

Setelah Ali bin Muhammad, delegasi terakhir, wafat pada 329, maka muncullah lembaga-lembaga pemikiran dan keagamaan dalam tubuh mazhab Syi’ah yang berlandaskan kepada riwayat populer al-Mahdi yang berbunyi, “Bila terdapat di antara para fakih seseorang mampu menjaga kehormatan dirinya, menentang dorongan hawa nafsunya, dan menaati perintah Maulanya, maka hendaklah orang-orang awam bertaqlid kepadanya.”

Lembaga-lembaga marja’iyah selalu bersanding denga hawzah-hawzah. Dalam sejarahnya mrja’iyah lebih terkonsentrasi di Najaf, Irak dan Qom, Iran, meski pernah pula berkembang di kota Hillah, Samarra, Isfahan, dan Masyhad.

Sepanjang sejarah mazhab Syiah, bisa dipastikan tak ada masa vakum dari mujtahid dan marja’. Dalam setiap fase, muncullah marja’ utama yang secara alamiah disepakati sebagai faqih yang berwilayah atau yang menjadi school of thought, seperti Khuisme dengan warna hawzah Najaf yang cenderung fiqhistik dan Khomeinisme dengan karakter filsafat dan irfan.