Minggu, 31 Juli 2016

Sayyid Muhammad Husain Fadlullah: Membela Muslim Palestina

Sayyid Muhammad Husain Fadlullah (28 November 2000):

Upaya minimal bisa kita lakukan untuk membela kaum muslim (di Palestina) menghadapi agresi politik, ekonomi, dan militer adalah memboikot semua pihak menyokong musuh, khususnya Amerika Serikat, musuh terbesar umat Islam. 

Kita harus memboikot barang-barang Amerika dan Israel serta perusahaan-perusahaan membantu keuangan perusahaan Israel. Kalian harus menekan pemerintahan masing-masing buat menyetop menabung di bank-bank Amerika karena akan dipakai mendukung Israel. 

(sumber: MERDEKA , 27 Februari 2013)

Sabtu, 30 Juli 2016

Sayyid Muhammad Husain Fadlullah: Setiap Individu yang Menerima Syahadatain adalah Muslim

Islam, dengan semua kebutuhan teologi yang ditemukan dalam Alquran Alkarim, dapat disimpulkan dalam syahadatain [dua kalimat syahadat]. Setiap individu yang menerima syahadatain adalah muslim. Dia berhak atas semua hak yang dilekatkan pada semua muslim, dan dia diwajibkan untuk melaksanakan seluruh kewajiban [sebagai seorang] muslim. 

Selain itu, penolakan terhadap aspek-aspek penting agama tidak membuat seseorang menjadi keluar dari agama kecuali jika individu tersebut mengetahui konsekuensi dari penolakannya adalah menolak Nabi Muhammad saw dan Allah Swt.

Jumat, 29 Juli 2016

Muslim Syiah, Shalat di Masjid Lingkungan Sunni

Informasi tentang Islam mazhab Syiah yang disebarkan orang-orang yang berjenggot dan celana cingkrang lebih banyak tak benarnya. Memang ada beberapa situs yang cukup bagus dan menjelaskan dengan benar, tetapi jarang diakses. Mungkin karena tidak disebar.

Alhamdulillah ada situs Misykat dan Misykat News, tetapi tidak khusus Syiah yang dimuat. Juga ada kajian tentang Islam mazhab lainnya, sehingga lebih plural. Saya sendiri kalau menulis, saya kirim dan dimuatnya.

Ini sekadar melaporkan dari diskusi tentang orang Syiah yang shalat dengan cara fikih Syiah di masjid bersama orang Sunni. Seorang warga dari Cilegon, Banten, berbagi informasi tentang keberagamaan di tempatnya tinggal. Ia menulis:

Kamis, 28 Juli 2016

Fatwa-fatwa Fadlullah [by Mohammad Monib]

Anda kenal Hizbullah? Itu lho, gerakan jihad di Libanon. Mulanya saya duga merupakan kelompok muslim radikal, model salafi jihadis ala Indonesia, fanatik dan  puritan. Sebuah label yang sukses diprovokasi oleh Amerika Serikat dan Yahudi Zionis. Pendirinya adalah Sayyid Husein Fadlullah. Seorang marja, pemberi fatwa level tertinggi dalam tradisi Syiah. Tapi dugaan buruk itu sirna  sejak membaca ISLAM  “MADZHAB” FADLULLAH, dugaan saya meleset total. 

Rabu, 27 Juli 2016

Marja-marja (Syiah) Luar Biasa



Sepanjang sejarah fikih Imamiyah, hampir selalu ada marja’ dan mujtahid yang dianggap keluar dari mainstream hawzah. Meski sangat kecil dan pengaruhnya tidak terlalu besar. Para marja’ ’luar biasa’ ini menarik perhatian, bahkan sebagian mengundang polemik. Antara lain:

Syekh Yusuf Shanei
saanei02.jpg
Ulama berwajah khas ini dikenal sebagai marja’ yang selalu bersikap kritis terhadap Pemerintahan Ahamdinejad. Fatwa-fatwa mantan Jaksa Agung RII yang dianggap kontroversial ini antara lain: 1) Perempuan dan laki-laki sama-sama berhak untuk menjadi mufti, hakim, dan marja’.2) Musik diharamkan karena isinya, bukan nada atau iramanya. Selama musik dan nyanyian tidak menarik ke arah perbuatan dosa, musik halal didengarkan. 3) Tidak semua riba diharamkan. Riba dalam investasi diperbolehkan. Yang diharamkan adalah riba untuk konsumsi. ً(http://www.saanei.org).

Selasa, 26 Juli 2016

Fatwa Sayyid Fadlullah tentang Rokok


Ada orang bertanya kepada Sayyid Muhammad Husein Fadlullah: Bagaimana hukumnya merokok ketika kita sedang puasa, karena menurut sebagian orang merokok tidak termasuk yang membatalkan puasa karena tidak termasuk makan dan minum?”

Sayyid Muhammad Husein Fadlullah, Marja Taqlid yang tinggal di Lebanon, menjawab dengan mengatakan: 

“Aku tidak mempersoalkan apakah merokok itu membatalkan atau tidak, tetapi merokok itu adalah perbuatan haram dan dalam keadaan berpuasa kita terlarang untuk melakukan perbuatan haram apa pun.”

(dikutip dari Jalaluddin Rakhmat dalam artikel berjudul: Three Point from Ten Commandment God )

Senin, 25 Juli 2016

Dr. KH.Jalaluddin Rakhmat, M.Sc:MENDIAGNOSIS PEMICU KEKERASAN SEKSUAL

Laporan Utama Majalah Parlementaria. Edisi 138 TH. XLVI-2016 halaman 14-15)
Faktor pemicu kekerasan seksual masih menjadi perdebatan. Tapi, pelecehan dan kekerasan seksual disebabkan oleh kegagalan manusia memahami seksualitasnya.

Rapat Badan Legislasi (Baleg) baru saja usai. Banyak rancangan Undang-Undang (RUU) dibahas di dapur legislasi ini. Dan salah satu RUU yang jadi desakan publik untuk segera diselesaikan adalah RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).

Parlementaria menemui anggota Baleg PDI-Perjuangan Dr. KH. Jalaluddin Rakhmat untuk membincang RUU PKS. Kang Jalal, begitu ia biasa disapa memberi pandangan holistik soal ini.

Jumat, 22 Juli 2016

Apa Isi Mushaf Fatimah?

Sekadar meluruskan agar tidak keliru pula saat mengklarifikasi dengan mereka yang tidak tahu atau anti Syiah. Mushaf Fatimah itu bukan Tafsir atau Ta'wil Quran yang dibuat Imam Ali selama beliau "pasif" selama 6 bulan sejak serbuan ke rumah Bunda Fatimah.

Mushaf Fatimah adalah kumpulan komunikasi Bunda Fatimah dengan Ruhul Kudus Jibril dalam periode Bunda berkabung sejak wafatnya Khairul Anam hingga beliau sendiri wafat. Mushaf ini dicatat dan dibukukan oleh Imam Ali di samping kompilasi Quran (lengkap dengan catatannya) yang dilakukan beliau selama masa diamnya Imam. Ketika Quran yg beliau kompilasi selesai dan beliau umumkan di masjid serta ditawarkan kepada Khalifah saat itu. Namun ditolak oleh sang khalifah (Abu Bakar) dan Umar bin Khatab.

Kamis, 21 Juli 2016

Ushul Fiqih: Peranan Tuntutan Situasi dalam Memahami Hukum Islam [by KH JALALUDDIN RAKHMAT]

image
JIKA saya mendepositokan uang saya di bank, bolehkah saya menerima bunga depositonya? Apakah bunga deposito itu sama dengan riba? Tanyalah ulama yang Anda kenal, dari golongan apa saja. Ada tiga kemungkinan jawaban: boleh, tidak boleh, tidak tahu. Anehnya bila golongan yang ditanya—Muhammadiyah, Persis, dan NU (Nahdlatul Ulama)—jawabannya satu. Semua golongan itu sepakat (ijma) untuk menyimpan uangnya di bank dan memanfaatkan bunganya, tentu saja bagi kepentingan umat Islam. Bila diminta fatwa lisan atau tulisan, verba non acta, sekali lagi jawabannya akan beragam. Kebanyakan di antara umat Islam masih belum mendapat jawaban yang tegas dan memuaskan.  

Rabu, 20 Juli 2016

Ayatullah Sayyed Muhammad Hussein Fadlullah: Sea Food in the Shariah

Sea food in the Shariah

Many might wonder about the religious ruling regarding eating certain kinds of fish, sea food in general, or river fish. Actually, all jurisprudents touched upon this issue, and each had his own opinion regarding the matter. Considering the significance of this subject, since it relates to one of the people’s everyday life indispensable aspects, food, it is important to shed light on it and know the religious ruling regarding it.

Selasa, 19 Juli 2016

Fatwa Sayyid Fadlullah tentang Ikan Tidak Bersisik

1
I am an Arab university student studying in Britain, and I find a hard time knowing what to eat. I do not eat meat or chicken, only fish. But my friend told me that it is unlawful to eat fish, so my question is: what is the ruling on eating meat, chicken, and fish in a Christian country, such as Britain? If it was unlawful, what is the solution to my problem?  

Sayyed Fadlullah: It is permissible to eat fish, provided that they come out of the water alive. As for the other kinds of meat, they should be bought from a Muslim, or at least you should know that they were subjected to Tazkiah.

2
It is known that it is permissible to eat fish that have scales, but what about other kinds of sea animals? What is the general rule for the sea animals to be lawful or unlawful to be eaten? For example, is it permissible to eat snails or the like? 

Kamis, 14 Juli 2016

Respon untuk (tulisan) Arab Saudi dan NIIS

Berikut ini dua respon atas tulisan Zuhairi Misrawi, intelektual muda Nahdlatul Ulama, yang berjudul Arab Saudi dan NIIS, yang dimuat pada opini dalam Harian Umum Kompas, 12 Juli 2016. Respon tersebut muncul dari sebuah whatsapp group. Kami sajikan kembali agar bisa dibaca dan dinikmati oleh pembaca blog Misykat News.

Selasa, 12 Juli 2016

Ayatullah Sayyid Muhammad Hussein Fadlullah [by KH JALALUDDIN RAKHMAT]

image
SAYA pertama kali bertemu dengan Sayyid Muhammad Hussein Fadlullah pada tahun 1985. Pada waktu itu kami berkumpul di betzah Imam Khomeini ra bersama para wakil umat Islam seluruh dunia di bawah jembatan di magdad. Tidak jauh dari tempat itu terdapat makam Sayyidah Khadijah ra dan makam umum Bani Hasyim. Beliau berbicara dengan bahasa arab yang fasih, dalam arti menggunakan kalimat-kalimat yang sederhana namun terdengar indah. Saya terpaku dan terpesona memandang wajahnya hingga terbersit dalam hati mungkin wajah Amirul Mukminin Imam Ali bin Abi Thalib kw tampak seperti beliau. Begitu memancarkan kesejukan sekaligus kewibawaan. Dan beberapa kalimat Sayyid Hussein Fadlullah waktu itu masih saya ingat hingga sekarang. Seperti “sekiranya tidak ada rasa damai bagi Islam dan kaum muslimin, maka jangan biarkan juga ada rasa damai bagi selain Islam.” Beliau juga berkata, “Kepada musuh-musuh yang tidak memberikan rasa tenteram kepada kaum muslimin. Guncangkan bumi dibawah telapak kaki mereka.”

Rabu, 06 Juli 2016

Tribute to Sayyed Fadlullah

SAYYED Hussein Fadlullah, pemimpin spritual dan pendiri Hizbullah, kelompok pembebasan Palestina yang bermarkas di Lebanon, akan dimakamkan di Masjid Hassanein, selatan Beirut, Lebanon, hari ini (Selasa, 6/7/2010).

Iringan jenazah Sayyed Hussen Fadlullah diberangkatkan dari kediamannya di Haret Hreik pada pukul 1.30 siang waktu setempat, atau sore waktu Indonesia.

Tokoh Syiah paling berpengaruh di Lebanon itu meninggal dunia hari Minggu (4/7) di Rumah Sakit Bahman, Beirut, setelah mendapat perawatan sejak akhir bulan lalu.

“Ia mengajarkan kita untuk berdialog dengan pihak lain, dan menolak kekerasan dan menentang penjajahan,” ujar Sekjen Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrullah yang juga murid Sayyed Hussein Nasrullah mengenang gurunya.

Kabar kematian Sayyed Hussein Fadlullah membawa ingatan saya pada pertemuan kami yang singkat, teramat singkat bahkan, tujuh tahun lalu.

Senin, 04 Juli 2016

Penyaluran zakat fitrah

مصرف زكاة الفطرة

س: لمن تدفع زكاة الفطرة؟ وهل يجوز دفعها إلى غير أتباع مذهب أهل البيت(عليهم السلام)؟ 
ج: الأحوط الاقتصار على دفعها إلى الفقراء المؤمنين وأطفالهم، بل المساكين منهم وإن لم يكونوا عدولاً. ويجوز إعطاؤها للمستضعفين من المخالفين عند عدم وجود المؤمنين.

http://www.wilayah.com/ar/book/34?sn=6434

Soal: untuk siapakah dibayarkan zakat fitrah? Apakah boleh memberikannya pada selain pengikut Mazhab Ahlul Bait as?

Jawab: secara ihtiyath, (selayaknya) dicukupkan penyalurannya pada fuqara mukminin dan anak-anak kecil mereka. Bahkan yang miskin di antara mereka. Walaupun mereka tidak termasuk adil. Boleh juga menyalurkannya pada mustadh'afin dari mereka yang menentang (kita) dalam keadaan ketiadaan kaum mukminin.

Rasulullah saw mengabarkan bahwa Imam Ali as akan dikhianati

Rasulullah Saw telah mengabarkan kepada Imam 'Ali as bahwa sepeninggalnya umat akan mengkhianati Imam 'Ali as. Hal ini telah dinyatakan dalam riwayat-riwayat shahih. Berikut:

A. Riwayat Pertama

حدثنا أبو حفص عمر بن أحمد الجمحي بمكة، ثنا علي بن عبد العزيز، ثنا عمرو بن عون، ثنا هشيم، عن إسماعيل بن سالم، عن أبي إدريس الأودي، عن علي رضى الله تعالى عنه قال: إن مما عهد إلي النبي صلى الله عليه وسلم أن الأمة ستغدر بي بعده

Telah menceritakan kepada kami Abu Hafsh 'Umar bin Ahmad Al-Jumahi di Makkah yang berkata; telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdul Aziz yang berkata; telah menceritakan kepada kami 'Amru bin 'Aun yang berkata; telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Isma'il bin Salim dari Abi Idris Al-Awdi dari 'Ali ra yang berkata, “Diantara yang dijanjikan Nabi Saw kepadaku bahwa umat akan mengkhianatiku sepeninggal beliau.”[1]

Al-Hakim berkomentar setelah meriwayatkan hadits ini, هذا حديث صحيح الإسناد ولم يخرجاه (Hadits ini sanadnya shahih tetapi mereka tidak meriwayatkannya).

Pada catatan kaki hadits no. 4676 terdapat keterangan, "Berkata (Adz-Dzahabi) dalam Al-Talkhish 'shahih'."
______________

B. Riwayat Kedua

حدثنا يحيى بن غيلان عن أبي عوانة عن إسماعيل بن سالم وحدثنا فهد بن عوف قال: ثنا أبو عوانة عن إسماعيل بن سالم عن أبي إدريس إبراهيم بن أبي حديد الأودي أن علي بن أبي طالب قال: عهد إلي النبي صلى الله عليه وسلم أن الأمة ستغدر بي من بعده

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ghailan dari Abu 'Awanah dari Ismail bin Salim dan telah menceritakan kepada kami Fahd bin 'Auf yang berkata; telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Ismail bin Salim dari Abu Idris Ibrahim bin Abu Hadid Al-Awdi bahwa 'Ali bin Abi Thalib berkata, “Telah dijanjikan oleh Nabi Saw bahwa umat akan mengkhianatiku sepeninggal beliau.”[2]
______________

Catatan kaki:

[1] Al-Imam Al-Hafizh Abi 'Abd Allah Muhammad bin 'Abd Allah Al-Hakim Al-Naisaburi, Al-Mustadrak 'Ala Al-Shahihain, ditahqiq oleh Mushthafa 'Abd Al-Qadir 'Atha, cet. 2, juz 3 (Beirut: Dar Al-Kutub Al-'Ilmiyyah, 1422 H/2002 M), hadits no. 4676, hlm. 150.

[2] Al-Imam Al-Hafizh Abi Bisyr Muhammad bin Ahmad bin Hammad Al-Daulabi, Al-Kuna wa Al-Asma', cet. 1, juz 1 (Beirut: Dar Al-Kutub Al-'Ilmiyyah, 1420 H/1999 M), bab Al-Alif, nama no. 381, hadits no. 680, hlm. 199.

Minggu, 03 Juli 2016

WASPADA DOA-DOA VERSI SYIAH SEPUTAR BULAN RAMADHAN

image
Berikut ini sebuah tanggapan atas seruan dari seseorang yang menyebarkan tulisan dengan judul WASPADA DOA-DOA VERSI SYIAH SEPUTAR BULAN RAMADHAN (doa hari ke-1 sampai hari ke-30 di bulan Ramadhan) yang disebar dalam media sosial.
(1) Benar bahwa Ramadan adalah bulan penuh berkah dan kesempatan buat kita memperoleh keutamaan di dalamnya dan darinya, bukan kesempatan menambah dosa dengan membuat-buat dan mencari-cari kesalahan orang dan menyebar luaskannya.
(2) Semua Muslim darimana dan apa pun latar belakangnya, melakukan "fastabiqul khairat", berlomba-lomba dalam kebaikan, khususnya di bulan ini. Termasuk diantaranya adalah dengan mengajak semua orang untuk senantiasa mengingat Allah dan memperkuat ikatan ruhani dengan Beliau SWT. Cara yg paling baik antara lain dengan selalu berdoa kepada-Nya. Seperti halnya mengaji sehari satu juz, berdoa setiap hari kepada-Nya di bulan ini insya Allah termasuk diantara memanfaatkan kesempatan baik seperti disebut di atas dan meningkatkan ketakwaan. Ya kita harus waspada, bukan terhadap sesama saudara Muslim lain yg mengajak kita mengingat Allah, tapi terhadap dorongan hawa nafsu dan egoisme kita. Puasa membantu kita menekan ego itu dan doa-doa memperkuatnya.

Sabtu, 02 Juli 2016

Kajian Riwayat tentang Ayat Kursi (al-baqarah ayat 255)

Salam. Berikut ini sedikit kajian tentang ayat kursi dalam Syiah yang disebut oleh kaum takfiri telah menyimpang. Menyebut demikian pada kitab mafatihul jinan yang memuat ayat kursi hanya pada surah albaqarah ayat 255 saja. Berbeda dengan yang umum. Nah, tentang Ayat Kursi dalam Syiah ini sejauh penelusuran saya adalah sebagai berikut:

1. Sebagian riwayat tentang hal itu dinilai mursal oleh sebagian ulama, yaitu sebagaimana yg terdapat pada kitab "Bihar Al-Anwar" (jil. 86, hal. 386). Meskipun sanad hadisnya sahih.

2. Sebagian riwayat lainnya dinilai maqbul (diterima secara periwayatan), tetapi tidak diterima sebagai bagian dari Ayat Kursi yg termaktub di dalam Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah: 255). Artinya, kalimat tambahan tersebut harus dipahami sebagai takwil dan tafsir yg disisipkan di dalam ayat. Ini banyak dijumpai pula dalam riwayat-riwayat Sunni, seperti Tafsir "Durr Al-Mantsur" (Suyuthi), dsb.

3. Allamah Thabathabai dalam Tafsir "Al-Mizan" menyatakan bahwa riwayat yg berbeda terkait Ayat Kursi tsb tidak bisa dijadikan pembenaran terhadap klaim tahrif. Karena, klaim tahrif Al-Qur'an telah ditolak.

4. Kalimat tersebut sebenarnya adalah kalimat doa, yg di dalamnya memuat beberapa potongan ayat Al-Qur'an, yaitu sebagian dari Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255), sebagian dari QS. Thaha: 6, dan sebagian dari QS. Jin: 26.

5. Diduga ada kekeliruan pada sebagian peneliti, di mana mereka terkacaukan oleh dua riwayat yg berbeda. Satu riwayat menyatakan tentang keutamaan membaca Ayat Kursi. Sedangkan riwayat lainnya berbicara tentang keutamaan membaca doa tertentu (yg di dalamnya ada potongan dari Ayat Kursi). Kemudian, dua riwayat yg berbeda ini digabung oleh sebagian peneliti, seolah kalimat doa tsb adalah Ayat Kursi itu sendiri. Padahal, tidak demikian.

Wallahu A'lam.
(M. Anis)

Jumat, 01 Juli 2016

Milad IJABI: Panjang usia Nahkoda! Panjang usia Bahtera

Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad


Allamah Thabatabai, penafsir Al-Quran itu, menghabiskan hidupnya dalam berusaha memahami dan memahamkan kitab suci. Ketika ia ditanya, dari semua ayat, mana yang menurutnya paling ‘berkesan’, paling memberikan dampak dalam kehidupan, ia menjawab singkat: _a lam ya’lam bi annallaha yara_? Tidakkah ia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya? (QS. Al-‘Alaq [96]:14) Kalimat yang sering didengar, tetapi sedikit sekali hadir dalam kehidupan.

Saya sering bertanya pada murid-murid saya, apa yang menjadikan manusia istimewa. Mereka menjawab dengan beragam hal. Akal yang paling sering disebutkan. Kemampuan untuk berpikir. Tapi—meski benar—saya berusaha mematahkan hujjah itu dengan kisah para binatang Nabi Sulaiman as. Termasuk kisah semut dan balatentaranya. Bagaimana mungkin makhluk tak berpikir diajak bicara seorang nabi. Sebagian lain akan menyebutkan ibadah sebagai sesuatu yang membedakan kita. Justru di sini letak kekalahan kita. Bukankah Al-Qur’an berulang mengingatkan segala sesuatu yang di langit dan di bumi bertasbih kepadaNya. Adakah kita juga?