Selasa, 30 Agustus 2016

Puisi untuk Dr KH Jalaluddin Rakhmat (by Ustadz Miftah Fauzi Rakhmat)

Seorang lelaki menatap senja, di pinggir lautan yang pertama.
"Ah, samudra ini telah lama kunanti. Bahtera untuk berlabuh lelahnya hati."

Matanya tajam penuh harap, bulir embun di kelopak menggenang membentuk sayap. Ia akan terbang dengan tangisan, dan perahu besar yang kelak ditinggalkan.

Ia memandang ke belakang, pada jejak pasiran masa yang membentang. Panjang, panjang sekali. Hingga noktah di ufuk timur. Kecil, kecil sekali.

Tapi lihatlah, titik hitam itu bukan sekadar noktah pahit getir perjalanannya. Ia benih yang disemai dan kelak akan tiba waktu menuai.

Senin, 29 Agustus 2016

Selamat Milad Ustadz Jalal

Alhamdulillah, Minggu 28 Agustus 2016, kami datang pada acara Milad Ustadz Jalaluddin Rakhmat. Ruang aula Muthahhari penuh. Penuh suka cita. Murid-murid dari sekolah yang didirikan Ustadz Jalal mempersembahkan lagu-lagu dan Ustadz Miftah, putranya, membacakan puisi khusus untuk Ustadz Jalal. 

Dalam acara Milad ini Ustadz Jalal membacakan narasi persembahan untuk Rasulullah saw yang penulisannya tidak selesai. Kertas narasi oleh Ustadz Jalal diberikan kepada Ustadz Jalal sambil berkata: yang menerima kelak harus melanjutkannya.

Pada hari itu pula dalam whatsapp group Misykat kebanjiran ucapan selamat. Sebagai bentuk suka cita, kami muat beberapa ucapan tersebut di bawah ini: 

Minggu, 28 Agustus 2016

Khadim Iftikhari [Ustadz Miftah F. Rakhmat]

Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

Perasaan itu membuncah tatkala keberangkatan hampir dipastikan. Telah lama saya mendengar kabar itu. Bertahun-tahun sebelumnya. Ternyata, nama saya masih belum juga dituliskan. Barulah ketika jaring laba-laba kehidupan mempertautkan beragam peristiwa, mempertemukan berbagai kemungkinan…takdir itu menjemput juga.

Saya diberi kesempatan berangkat ke pusara Imam Ridha as, di Mashhad Iran. Imam Ridha as adalah Imam dari keturunan Rasulullah Saw. Hampir semua tarekat di dunia—kecuali beberapa—bersambung silsilahnya pada Imam Ridha as. Bila Islam menyebar di Indonesia melalui jalur para mursyid tarekat itu, maka kita berutang teramat besar pada Imam Ridha as sebagai guru semua tarekat itu. Dan sebagai kota ziarah, Mashhad menunjukkan pada dunia bagaimana keberkahan kehadiran seorang yang saleh mendatangkan manfaat bagi dunia, bahkan jauh setelah wafatnya.

Sabtu, 27 Agustus 2016

(Cuma) Puisi buat Marsinah [by KH Jalaluddin Rakhmat]

Tubuh ringkih nenek tua itu
Terkapar di atas pasir yang membakar
Ujung tombak menempel di atas rahimnya
Siap merobek serabut, kulit, dan otot-ototnya
"Sampaikan salamku kepada Rasul Allah
Katakan kepadanya, Sumayyah yang hatinya telah disucikan Allah
tidak akan mencemari mulutnya dengan kata-kata kotor"
Darah segar membersit, entah berapa liter
Ketika tombak itu menyeruduk dalam-dalam
Sumayyah syahid pertama
karena terlalu vokal
"Sabarlah hai keluarga Yasir,
Surga telah dijanjikan bagi kalian"
Suara langit lewat bibir Nabi yang suci

Jumat, 26 Agustus 2016

Apakah Nabi Muhammad saw dan Imam Ahlulbait Melakukan Nikah Mutah?

Apakah Nabi Muhammad saw dan para imam melakukan praktik mut’ah? Apakah terdapat sanad yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad Saw dan para Imam melakukan praktik mut’ah? Atau bahkan putra-putra mereka melakukan pernikahan sementara atau setidaknya memotivasi mereka untuk melakukan hal itu?

Kamis, 25 Agustus 2016

Risalah Jumah (3): Renungan Haji


Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

Jumat ini saya jadwal khutbah. Karena sedang tertarik dengan daqaiq al-Qur’an, pembahasan saya terkait dengan itu. Daqaiq adalah presisi. Bagaimana dengan tepat dan sempurna, Al-Quran memilih satu kata tertentu dari yang lainnya. Kali ini, karena musim haji, saya membahas ayat-ayat (berkaitan dengan) haji.

Pertama, Surat Haji [22]:27, “Dan serulah manusia untuk berhaji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus. Mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.”

Kedua, Surat Ali Imran [3]:97, “…haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi yang sanggup mengadakan perjalanan menujunya…”

Dan ketiga, Surat Ali Imran [3]: 96, “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, adalah Baitullah di (lembah) Bakkah yang diberkati…”

Rabu, 24 Agustus 2016

Al-Quran yang Berjalan (Sajak dari Jalaluddin Rakhmat)

Musa mendekati cahaya di puncak Sinai
Ia rebah gemetar di depan api unggun
Ia melemparkan tongkat dan Tuhan mengubahnya
menjadi ular
Ia menjulurkan tangannya dan Tuhan
menjadikannya putih bersih

Dengan tangan yang bersih
ia menghentakkan tongkatnya di depan Fir'aun
mengubah tukang sihir menjadi pecinta Tuhan
membelah laut untuk membebaskan kaum tertindas
dan menenggelamkan para tiran ke dasar lautan

Selasa, 23 Agustus 2016

Media Massa (Sajak dari Jalaluddin Rakhmat)


Dalam media massa dunia berganti nama
manusia menjadi berhala
derita menjadi berita
aurat menjadi kesenian
maksiat menjadi klangenan
hiburan menjadi kebijakan
fitnah menjadi penerangan

Lewat jendela kaca yang kecil
tangis bayi terdengar nyaring
asalkan ia menggeliat
di bumi sebelah barat
Senyum putri terlihat jelas
asalkan ia bergaya keren dan kece
lewat kamera CNN atau BBC

Senin, 22 Agustus 2016

Kang Jalal dan Al-Quran yang Dibaca Kaum Syiah

Dalam syukuran hari kelahirannya, Rabu, 29 Agustus 2012, tokoh Syiah Indonesia Jalaluddin Rakhmat membagikan Al-Quran yang biasa dibaca penganut Syiah. Kang Jalal pun menjelaskan perbedaan Al-Quran itu dengan kitab suci lainnya.

Menurut Jalal, Al-Quran itu memiliki beberapa perbedaan dengan kitab suci lainnya. Pertama, dicetak lebih baik dengan kertas sangat bagus. "Dibanding dengan Al-Quran Sunni," ujarnya.

Perbedaan kedua adalah cara perlakuan penganut Syiah terhadap Al-Quran itu. "Biasanya setelah baca Al-Quran, kitab suci itu dicium dan disentuhkan ke kening," ujarnya.

Kamis, 18 Agustus 2016

Imam Ali bin Musa al-Ridha as

image
Imam Ridha dilahirkan di Madinah, 11 Dzulqa'idah 148 H. Setelah ayahnya syahid, Imam Ridha menjadi Imam kaum Muslimin dengan kemuliaan akhlaknya, keutamaan ilmunya, dan kesempurnaan kepribadiannya. Beliau menjadi Imam selama 20 tahun, dan syahid pada usia 55 tahun. Pusara Imam di Mashhad, Iran menjadi satu di antara tempat yang paling banyak diziarahi. Setiap tahunnya, lebih dari seratus juta orang datang. Pada hari-hari seperti kelahiran dan syahadah, jumlah peziarah bisa lebih dari 3-5 juta orang per hari.
Pernyataan para ulama tentang Imam Ridha as. Di antaranya Al-Waqidi berkata: "Ali bin Musa al-Ridha mendengar hadits dari ayahnya. Ia sangat terpercaya (dalam hadits) dan ia memberi fatwa di Masjid Rasulullah Saw di saat usianya duapuluh tahunan. Ia generasi kedelapan dari para tabi'in penduduk Madinah." (Tadzkirat al-Khawwash, 315)

Rabu, 17 Agustus 2016

Ustadz Miftah Fauzi Rakhmat Terpilih Menjadi Khadim di Haram Imam Ali Ridha as

image
Imam ‘Ali Ridha adalah Imam ke-8 di dalam mazhab pencinta keluarga Nabi Muhammad Saw. Hari ini, cucu Baginda Nabi Saw tersebut dilahirkan. Imam Ridha dilahirkan di Madinah, 11 Dzulqa’idah 148 H. Setelah ayahnya syahid, Imam Ridha menjadi Imam kaum Muslimin dengan kemuliaan akhlaknya, keutamaan ilmunya, dan kesempurnaan kepribadiannya. Beliau menjadi Imam selama 20 tahun, dan syahid pada usia 55 tahun. Pusara Imam di Mashhad, Iran menjadi satu di antara tempat yang paling banyak diziarahi. Setiap tahunnya, lebih dari seratus juta orang datang. Pada hari-hari seperti kelahiran dan syahadah, jumlah peziarah bisa lebih dari 3-5 juta orang per hari. 

Selasa, 16 Agustus 2016

Hall of Fame Marjaiyah [by Dr Muhsin Labib]

Kemunculan sistem marja’iyah dalam mazhab Syi’ah bermula semenjak al-Mahdi mengalami masa kegaiban pendek pada tahun 260 hingga 324 Hijriah. Pada masa tersebut empat orang delegasi mewakilinya untuk melakukan komunikasi dengan masyarakat Syi’ah, yaitu Utsman bin Sa’id, Muhammad bin Utsman Khala’i, Husain bin Ruh, dan Ali bin Muhammad Samari.

Setelah Ali bin Muhammad, delegasi terakhir, wafat pada 329, maka muncullah lembaga-lembaga pemikiran dan keagamaan dalam tubuh mazhab Syi’ah yang berlandaskan kepada riwayat populer al-Mahdi yang berbunyi, “Bila terdapat di antara para fakih seseorang mampu menjaga kehormatan dirinya, menentang dorongan hawa nafsunya, dan menaati perintah Maulanya, maka hendaklah orang-orang awam bertaqlid kepadanya.”

Lembaga-lembaga marja’iyah selalu bersanding denga hawzah-hawzah. Dalam sejarahnya mrja’iyah lebih terkonsentrasi di Najaf, Irak dan Qom, Iran, meski pernah pula berkembang di kota Hillah, Samarra, Isfahan, dan Masyhad.

Sepanjang sejarah mazhab Syiah, bisa dipastikan tak ada masa vakum dari mujtahid dan marja’. Dalam setiap fase, muncullah marja’ utama yang secara alamiah disepakati sebagai faqih yang berwilayah atau yang menjadi school of thought, seperti Khuisme dengan warna hawzah Najaf yang cenderung fiqhistik dan Khomeinisme dengan karakter filsafat dan irfan.

Senin, 15 Agustus 2016

Tentang Fatwa Marja

Sedetail apa pun sebuah fatwa, tetap saja dia sebatas sebuah hukum, tidak akan pernah sampai bergeser ke urusan identifikasi objek hukum yang menjadi urusan pengikut marja. Detail-detail fatwa bukan urusan penentuan objek hukum. Kalau menyangkut hukumnya sudah jelas dan sudah sepakat, tergantung marja masing-masing. Yang diributkan adalah objek hukumnya.

Kalau menyangkut objek hukum, semua menjadi relatif sesuai keyakinan yang dimiliki setiap orang sesuai derajat pengetahuan yang dia miliki. Termasuk sebuah situasi yang disebut aman atau tidak aman untuk sedekap, itu urusan masing-masing individu.

Bisa jadi, dua orang Syiah sholat bersamaan di belakang sunni, yang satu sedekap, yang satunya tidak sedekap. Tidak ada masalah karena masing-masing punya identifikasi objek hukum yang berbeda. Padahal berhukumnya sama ke fatwa yang sama.

(Anwar Jabir dalam WhatsApp Group MISYKAT)

Kamis, 11 Agustus 2016

Menjawab Tuduhan Tentang 17 Alasan Ulama Islam Mengkafirkan Syiah

Akhir-akhir ini di berbagai media sosial marak beredar berbagai tuduhan terhadap Syiah dari para hateryang pada umumnya berpijak pada karangan dan rekaan belaka. Publik yang menerima berbagai tuduhan dan fitnahan murahan pada umumnya juga tidak cukup punya waktu untuk melakukan cross check sendiri. Tak jarang pula mereka memang tak punya kemampuan untuk secara langsung mengecek ke sumber-sumber asli berbahasa asing yang seolah-olah dirujuk oleh para hater tersebut. 
Di antara ratusan tuduhan palsu atas Syiah adalah 17 Doktrin Syiah yang dalam beberapa pekan ini kembali beredar. Jawaban atas tiap tuduhan itu telah tersedia di banyak buku.
Apa yang tertulis di bawah ini sekadar untuk memperkaya perspektif ihwal mazhab Syiah. Mungkin saja jawaban-jawaban di bawah tidak memuaskan para hater, yang sejak lama berpegang pada prinsip: “Tuduhan atas Syiah benar dengan sendirinya meski jelas terbukti salah.” Syaikh Jawad Mughniyah pernah menyatakan: “Semua tuduhan harus berdasarkan pada bukti kecuali tuduhan orang atas Syiah.”

Rabu, 10 Agustus 2016

Ayatullah Jafar Subhani: Fatwa Bunuh Syiah di Indonesia, Melecehkan Kemanusiaan

image
Ayatullah al Uzhma Ja’far Subhani dalam penyampaiannya pada seminar “Mas’ai Qalam” di kota Qom Republik Islam Iran pada Kamis [1/5/2014] mengatakan, “Sejumlah negara hari ini menyatakan ketegasannya dalam memerangi Syiah, namun Maktab Ahlul Bait as sebagaimana matahari yang akan tetap terus bersinar meskipun musuh-musuhnya benci dan hendak memadamkannya.”
Mengenai pertemuan sejumlah ulama Indonesia di Bandung April lalu yang mengatasnamakan umat Islam dengan mendeklarasikan Aliansi Nasional Anti Syiah, Ayatullah Subhani mengatakan, “Pertemuan tersebut yang didalamnya ada seruan dan fatwa untuk berjihad memerangi Syiah, tentu hal yang sangat aneh. Di abad 21 ini dimana semua orang sedang membicarakan dan menggalakkan upaya tegaknya dan terpenuhinya hak-hak asasi manusia, mereka malah membicarakan bagaimana merenggut nyawa dan merampas hak-hak orang lain.”
“Agama-agama lain di Indonesia, khususnya Kristen mendapat ruang untuk mereka dengan gencar mempromosikan ajaran-ajaran mereka. Namun, Syiah yang masih dalam lingkup internal Islam, sebaliknya malah disikapi dengan keluarnya fatwa penghalalan darah untuk mereka” tambahnya.

Selasa, 09 Agustus 2016

Ayatullah Fadlullah: Wilayah al-faqih

An Interview with Late Ayatullah Fadlullah [ra], we are only mentioning that part which deals with the Wilayat al-Faqhi
Mansour: What are the motives in delaying the announcement of your Marji'iyyah until 1994?
Fadlullah: Actually, there are no self-motives, but there were many people in the world who were requesting this from me. The Marji'iyyah wasn't to me an ambition to endeavour for, because for the last 50 years I have been an Islamist, working for bringing people to Islam in a civilized way, that is open minded towards the issues relating to the present day man.

All my concerns during my cultural, religious and even political activities; are to present Islam to the world in a civilized way. Another of my objectives was how to establish the importance of Islamic unity, and even since the year 1952 I took part in a memorial programme in Beirut, which was the first trip for me to Beirut, and I called for Islamic unity at that early stage. I did not have the aim for Marji'iyyah. In other words, I work for the aim of awakening the present day people, including those Muslims in their Universities and Societies, or the non-Muslim to understand Islam as an open religion which operates in order to solve the problems of the people in the world.

Senin, 08 Agustus 2016

Risalah Jumah (2): Keajaiban Bahasa Arab

Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad


Allamah Thabarsi adalah seorang mufassir. Ia menulis kitab tafsir Majma’ al-Bayan. Konon, tafsir itu ditulis karena nazar yang ia lakukan. Satu saat, ia ditemukan tak bernafas, tak bergerak. Keluarganya mengira ia sudah meninggal dunia. Maka, jasad dimandikan, dishalatkan, dikafani dan dimakamkan. Setelah dikuburkan itulah, Allamah terbangun. Ia mengalami apa yang sering disebut orang dengan mati suri. Ia tahu apa yang terjadi. Dalam kegelapan kuburan, dalam keadaan terikat kain kafan ia berdoa pada Allah Ta’ala. Ia bernazar, sekiranya Allah Ta’ala mengeluarkannya dari kuburan, ia akan menulis tafsir Al-Qur’an.

Minggu, 07 Agustus 2016

Risalah Jumah (1): Bahasa Selalu Menarik Perhatian

Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad


Bahasa selalu menarik perhatian saya. Satu kata bisa menimbulkan ragam makna. Sebuah konflik besar bisa jadi berasal dari pemahaman terhadap kata yang sederhana. Perang dunia bisa dipicu oleh penggunaan kata yang tidak pada tempatnya. Ambil contoh, kata ‘kafir’. Bagaimana ia telah digunakan dalam berbagai sengketa sepanjang sejarah. Dunia tak pernah sama tanpa kehadiran kata-kata.

Sabtu, 06 Agustus 2016

Hukum Memukul Anak

image
Berikut ini fatwa (Marja Taqlid) Sayyid Ali Khamenei dan Sayyid Ali Sistani tentang hukum memukul anak dan denda yang harus dibayar atas perbuatan tersebut.
Sayyid Ali Khamanei
Diperbolehkan bagi wali si anak atau yang wakilnya untuk memukul anak dengan tujuan mendidik namun tidak boleh pukulan itu sampai membuat kulit si anak berwarna merah, hijau/biru atau hitam, jika begitu maka si pemukul harus membayar denda (diyat) kepada si anak. 

Kamis, 04 Agustus 2016

Catatan Dr Kholid Al-Walid: Marjaiyyah



Gagasan Marjaiyyah merupakan gagasan khas Syiah (Imamiyah)secara istilah. Sekali pun secara praktis sebenarnya dipraktikan juga pada kalangan Ahlussunah dengan merujuk kepada para Imam Mazhab Fikih.

Marjaiyyah di kalangan Syiah terkait konsep ijtihad dan taqlid.Paling tidak ada tiga kemungkinan aqliyah bagi mukallaf dalam sikap mereka terhadap fikih.

Rabu, 03 Agustus 2016

Islam IJABI, Bagaimana?

IJABI merupakan wadah awallun penghimpun Pecinta Syiah Ali, Pengikut Ahlul Bait yang tampak ketika itu centang perenang. Lahirnya IJABI yang dibidani oleh Maha Guru Kita, UJR (Ustadz Jalaluddin Rakhmat), dan berlatar tempat yang menyejarah pula: Asia Afrika Building

Ormas bentukan Cendekiawan Muslim dan Sains ini layak diperhitungkan, dicintai, dilestarikan, dan tentunya disejajarkan dengan ormas lawas. Belum banyak masyarakat kota besar yang kenal dengan IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia).

Akan tetapi, di pelosok, masyarakat paham. Hingga menyebut aktivisnya, yang mereka amati karena "mendahulukan ahlak daripada fikih" dengan sebutan Islam IJABI. Islam Muhammadiyah...its ok. Islam NU....its ok. Islam IJABI, bagaimana? 

Senin, 01 Agustus 2016

Three Point from Ten Commandment God [by JALALUDDIN RAKHMAT]

DI dalam surah Al-Ahzab ayat 57-58 Allah Swt berfirman “Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan (57). Dan orang-orang yang menyakiti orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata (58).”

Ayat ke 58 tersebut bercerita tentang perbuatan menyakiti seseorang bukan karena kesalahan yang mereka lakukan. Bila seorang guru menyuruh seorang murid untuk pulang kemabli karena terlambat datang ke sekolah, mungkin murid tersebut sakit hatinya. Namun, sakit hati yang diderita murid itu karena ia datang terlambat.