Rabu, 28 September 2016

MANFAAT FILSAFAT BAGI SAYA

Banyak orang bertanya apa sih sebenarnya manfaat mempelajari filsafat? Bahkan sebagian mengatakan bahwa filsafat itu berbahaya.. Saya tidak bisa mewakili pandangan orang-orang yang mempelajari filsafat. Tapi bagi saya pribadi filsafat telah memberi banyak sekali manfaat. Berikut ini adalah pandangan saya tentang manfaat filsafat.

Setelah mempelajari beragam filsafat, baik Yunani, Islam maupun Barat, saya merasakan banyak manfaat yang daoat diambil dari mempelajari filsafat, baik dari sudut teoritis maupun praktis. Para filosof itu, bukan seperti orang biasa, tetapi para pemikir yang berusaga keras untuk memahami dunia di sekelilingnya. Memahami kenapa dunia seperti ini dan bukan seoerti itu. Mereka berusaha untuk making sense dari semua keadaan dan oeristiwa yang terjadi secara mendalam. Begitu mendakamnya, sehingga pikiran mereka jauh dari jangkauan pemahaman orang-orang kebanyakan sezamannya. Seperti yang oernah fikatakan Iqbal, saya butuh telinga masa depan.

Tapi Tak-dipahaminya pemikiran para filosof sama sekali tak berarti bahwa pemikiran mereka tak bermakna ataupun sesat. Karena kalau kita dapat memahaminya, pemikiran mereka itu sebenarnya sangat cemerlang dan sangat mengagumkan.. Berikutnya saya akan coba emukakan beberapa pandangan dunia para filosof berkelas dunia untuk membuktikan pernyataan saya di atas.

Selasa, 27 September 2016

BELAJAR MEMAHAMI SUNNI – SYIAH


Oleh: Genik Puji Yuhanda

(Dosen Prodi Humas Politeknik LP3I Bandung,Alumni S2 Fikom Unisba Jurusan Komunikasi Politik)

Konflik muncul karena perbedaan cara pandang terhadap sebuah hal.Perbedaan cara pandang terjadi karena beberapa hal, di antaranyaperbedaan latar belakang pengalaman hidup, tingkat pendidikan,pengetahuan dan wawasan. Begitu pun halnya persoalan Sunni dan Syiah.Orang Sunni yang gagal memahami Syiah atau sebaliknya boleh jadikarena faktor-faktor tersebut. Mengapa hal itu bisa terjadi? MampukahSunni dan Syiah bisa saling memahami? Penulis memberikan pandanganmengenai persoalan tersebut. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.  Syiah yang minoritas di Indonesia akhir-akhir ini jadi sorotan.

Senin, 26 September 2016

Nama-nama Ibu 14 Manusia Suci as

Pada tulisan kali ini, referensi utama saya adalah kitab Al-Irsyad. Referensi pendukung adalah kitab Ummahat Al-Ma'shumin. Dan sebagai bonus, di bagian akhir saya menggunakan kitab Sunni berjudul Wafayat Al-A'yan.

Sedikit catatan. Mulai dari no. 1 sampai no. 5 tidak saya sebutkan referensinya karena sudah mahsyur (populer). Sedangkan mulai dari no. 6 sampai no. 14 saya sebutkan referensi kitabnya.

Minggu, 25 September 2016

Khutbah Ied Adha 1437H - (Bagian 2. Selesai)

Khutbah Ied Adha 1437H - (Bagian 2. Selesai)
Oleh Ust. Miftah F. Rakmat


Allahu Akbar Allahu Akbar wa lillahil hamd

Abu Khaitsamah, seorang di antara sahabat Rasulullah Saw. Alkisah, di musim panas itu, sembilan tahun setelah hijrah. Hawa siang hari Madinah teramat menyiksa. Buah-buahan musim panas siap dipetik. Ini musim bercengkerama, menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga.

Tiba-tiba datang perintah melawan bangsa Romawi, pasukan bersenjata yang terkenal di seantero persada. Kaum Muslimin sudah banyak bertempur. Tapi, melawan pasukan itu?

Belum lagi jarak yang jauh harus ditempuh. Madinah - Tabuk memakan perjalanan 14 hari pasukan berkuda dan jalan kaki. Lebih dari 640 kilometer jauhnya.

Sabtu, 24 September 2016

Khutbah Ied Adha 1437H - (Bagian 1)

Khutbah Ied Adha 1437H - (Bagian 1)
oleh Miftah F. Rakhmat


Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

Allahu akbar Allahu akbar wa lillahil hamd

Labbayka Tuhanku, meski kami tak berdesak di antara mereka yang bertalbiyah kepadaMu.
Labbayka Tuhanku, meski kami tak termasuk yang sa’i di antara Shafa dan MarwahMu.
Labbayka Tuhanku, meski tangan kami tak tengadah di bawah pancuran air rumah suciMu.
Labbayka Tuhanku, meski kami tak hadir di barisan saf shalat jamaah itu.
Labbayka Tuhanku, meski kami tak tergabung bersama yang haji untuk memohonkan maafMu.
Labbayka Tuhanku, sepenuh rasa malu kami menyeruMu.
Labbayka Tuhanku. AmpunanMu…ampunanMu.

Hadirin dan hadirat, ‘Aaidin dan ‘Aaidat, Yang berhari raya mukminin dan mukminat

Jumat, 23 September 2016

Muslim Syiah Percaya Imam Mahdi Berhaji

Bismillahirrahmanirrahim
Allahuma shalli'ala Muhammad wa Ali Muhammad


Seorang murid ditanya gurunya, “Bila Ibu berikan kau satu apel, ditambah satu apel lagi, ditambah satu apel lagi. Berapa jumlah apel yang kaupunya?” Anak itu menjawab cepat: “Empat!” Ibu guru mencoba cara lain, “Bila Ibu berikan kau satu pensil, ditambah satu pensil, ditambah satu pensil lagi. Berapa jumlah pensil yang kaupunya?” Tiga! Jawab anak itu. “Benar! Sekarang bila Ibu memberimu satu apel, ditambah satu apel, ditambah satu apel. Berapa apel yang kaupunya?” Empat! Jawaban yang sama terdengar kembali. Ibu guru bingung. Ia bertanya, “Mengapa jawabanmu berbeda?” Murid itu menjelaskan, “Karena sebelum aku berangkat ke Sekolah, Ibuku memberiku satu apel. Jadi, kalau Ibu guru memberikanku tiga apel, aku akan punya empat apel.”

Sering, kita salah paham karena tidak berusaha memahami satu peristiwa dari kacamata orang yang mengalaminya. Kita menghakimi satu kelompok salah tanpa pernah memberinya ruang bicara. Kita dengan gampang menyudutkan tanpa kesempatan untuk menjelaskan. Bila pun ada penjelasan, kita memperkecilnya dalam sudut perspektif yang sesuai selera kita.

Kamis, 22 September 2016

Benarkah Ziarah Lebih Utama?

Bismillahirrahmanirrahim
Allahuma shalli 'ala Muhammad wa Ali Muhammad


Benarkah ziarah lebih utama? Saya kembali akan menjawabnya: itu hak prerogatif Tuhan. Keutamaan dan keistimewaan adalah ranah _hikmah rabbaniyyahNya_. Dalam ilmu Tuhan yang meliputi segala. Sahabat Uwais al-Qarni ra beroleh keutamaan karena merawat ibunya hingga ia tidak sempat berjumpa dengan Baginda Nabi Saw.  Ia mendapat salam Rasulullah Saw. Tidakkah berjumpa dan bergabung bersama Baginda lebih utama? 

Bila masih juga hitung-hitungan perkara pahala ini, bagaimana dengan pahala shalat dua rakaat di Masjid Quba? Siapa pun yang pernah berangkat ke tanah suci pasti mendengar pembimbing ibadah akan mengutip hadis, “Barangsiapa berwudhu di rumahnya, lalu berangkat ke Masjid Quba dan shalat di sana dua rakaat, baginya pahala satu umrah.” Bayangkan, belum berangkat umrah tapi sudah beroleh parhala satu umrah. Akankah Saudara mengatakan shalat sunnah (bukan wajib) di Masjid Quba lebih baik dari umrah? Padahal di dalam umrah ada ihram, ada tawaf, ada shalat, ada sa’i? 

Rabu, 21 September 2016

Syiah Berhaji ke Tanah Suci Makkah

Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad


Beberapa malam yang lalu, saya shalat Isya berjamaah di Masjid lingkungan kami. Begitu takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, saya tersadarkan oleh satu huruf dalam satu kalimat. Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil ‘aalamin. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku adalah kepunyaan dan untuk Allah Tuhan penguasa semesta alam. Huruf yang menghentak saya adalah “lam” pada kata lillah.

Lam dalam Bahasa Arab ada banyak fungsinya. Untuk menegaskan, untuk memulai, untuk meminta tolong, sebagai sebab atas akibat, untuk perintah, untuk sumpah, sebagai jawaban, untuk pemisah, sebagai penguat dan lain sebagainya… ma sya Allah! Selama ini saya melewatkan begitu saja makna ‘lam’ pada lillah itu. Ia hanya berlalu dalam sepersekian detik pada doa iftitah saya.

Selasa, 20 September 2016

Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA: Sunni dan Syiah Bersaudara

Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA menilai pertentangan paham antara Sunni dan Syiah di beberapa kawasan termasuk Bondowoso, merupakan tindakan yang tidak produktif. Dan bahkan dinilai hanya menghabiskan energi.
“Sunni dan Syiah ini bersaudara. Sumbernya juga sama yaitu Alquran dan Hadist. Dan pertikaian-pertikaian itu hanya karena soal politik atau soal pengaruh saja,” tuturnya usai memberikan kuliah umum kepada mahasiswa program Magister dan Doktor, di Institut Agama Islam Negeri Jember, Sabtu (17/9/2016).

Sabtu, 17 September 2016

Rasulullah saw dan Pelajaran Ghadir Khum [by Miftah F.Rakhmat]

image
WAKTU itu, haji wada. Rasullah Saw beranjak meninggalkan Mekkah menuju Madinah. Pada 18 Zulhijjah, di tempat bernama Khum, di sebuat mata air (Ghadir), iringan kafilah Nabi terhenti. Rasulullah Saw memerintahkan para sahabat untuk beristirahat. Panas padang pasir menyengat kepala para jamaah haji yang baru menyelesaikan ritus suci. Nabi memandang ke padang yang luas. Beliau meminta para jemaah yang lebih dahulu pergi untuk kembali. Beliau menunggu para peziarah yang belum tiba. Ghadir Khum memang sebuah persimpangan. Dari titik itulah kemudian, para jemaah haji pulang ke kampung halaman.
Begitulah riwayat yang diceritakan dalam Tafsir Al-Fakhr al-Razi. Ketika menjelaskan Surat Al-Maidah ayat 67, penafsir besar Ahlulsunnah itu bercerita bahwa, ayat ini turun berkenaan dengan keutamaan Ali bin Abi Thalib as. Ketika turun ayat ini, Nabi menggenggam tangan Ali dan mengangkatnya seraya berkata, “Man kuntu mawlahu, fa Aliyyun mawlahu. Allahumma wali man walahu wa ’adi man ’adahu (Barangsiapa menjadikan aku sebagai mawlaku (pemimpinnya), hendaknya dia menjadikan Ali sebagai pemimpinnya juga. Ya Allah, cintailah orang yang mencintainya. Musuhilah orang yang memusuhinya)”.

Jumat, 16 September 2016

Muslim Syiah ke Karbala

Salam.

Saudara-saudaraku, hari ini saya mewajibkan diri saya untuk mengatakan hal ini. Syiah adalah salah satu mazhab dalam Islam. Bila Saudara/i ragu atau menyangsikannya, silahkan bertanya dengan hati jernih pada ahli, pakar Keislaman yang kredibel, bertanggungjawab secara akademik/ilmiyah.

Beberapa hari ini, tersebar fitnah besar: Umat Muslim Syiah wukuf di Karbala. Mari kita luruskan:

Kamis, 15 September 2016

Tayangan Koreksi Pemberitaan Muslim Iran di Karbala

Tayangan koreksi pemberitaan umat muslim Iran Wukuf di Karbala oleh Indosiar. Pada saat yang sama Indosiar juga telah meminta maaf atas somasi yang diajukan oleh PP IJABI atas pemberitaan kemarin yang menyatakan bahwa muslim Iran wukuf di Karbala. 

Semoga kedepan tidak ada lagi kekeliruan serupa yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh anasir-anasir jahat yang berupaya memecah belah pengikut Sunni dan Syiah. Mereka memiliki agenda, mengekspor konflik sektarian/mazhab di Timur Tengah ke Indonesia.

Rabu, 14 September 2016

TABAYYUN INDOSIAR

Mereka yang kemarin nyebar2in fitnah terkait "orang Syiah haji-nya di Karbala" dengan alasan "sudah diberitakan Indosiar", kita tunggu, apakah bakal bertabayun atau tidak...

Buat teman-teman sekalian, meningkatnya sentimen anti-Syiah (diawali dengan menunggangi konflik Suriah sejak 2012) yang masif ini, bukan cuma soal Syiah lho. Ada desain yang jauh lebih besar dari ini. Coba dipikirkan, kok bisa puluhan media online memberitakan fitnah serupa secara serempak? Duit dari mana? Kok bisa para ustadz se-Indonesia (dari kalangan tertentu) mendadak bicara serempak soal Syiah, seolah masalah akidah segelintir orang saja menjadi persoalan utama bangsa? 

Indosiar Akui Kesalahan dalam Tayangan Ziarah di Karbala

image
Apresiasi untuk berita Fokus Pagi Indosiar hari Rabu pagi (14/9/2016) yang telah meralat dan memperbaharui berita Fokus Pagi hari Senin lalu (12/9/2016) tentang Muslimin Syiah yang disebut wukuf/berhaji di Karbala. 
Kemudian diklarifikasi bahwa jamaah Muslim Syiah Iran melakukan baca Doa Arafah di Makam Imam Husein as. Jemaah Muslim Syiah termasuk dari Iran rutin berhaji di Makkah, tetapi tahun ini Iran tidak mengirimkan karena ada larangan dari pemerintah Arab Saudi. Persoalan ini tidak terkait dengan mazhab, tetapi situasi politik di Timur Tengah yang sedang panas.

Selasa, 13 September 2016

Kayfa Shabruka? Politik, Haji, dan Karbala

image
HARI ini saya dapat kiriman berita. Acara doa Arafah berjamaah di kompleks makam Imam Husein as (Karbala, Irak) oleh salah satu tv dan situs online disebut wukuf haji. Tentu berita ini tidak benar karena ibadah wukuf bertempat di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Sedangkan Karbala merupakan tempat ziarah. Orang yang berdoa di Karbala bukan untuk wukuf, tetapi berziarah kepada cucu Rasulullah saw.

Saya kira yang membuat narasi berita di tv dan situs online tersebut telah menunjukkan bahwa orang yang berada dibalik pemberitaan itu tidak paham dengan khazanah Islam dan tidak memegang kaidah jurnalistik. Setahu saya dalam jurnalistik ada etika agar cek ricek sebelum tayang. Apalagi ini terkait dengan agama Islam sebaiknya hati-hati dalam pemberitaan.

Senin, 12 September 2016

Hewan Kurban yang Menunaikan Ibadah Haji Dapat Disembelih Selain di Mina?

Apakah mungkin para marja agung taklid (ulama mazhab syiah) memberikan fatwa kepada para haji Iran untuk menyembelih hewan-hewan kurban mereka di negera mereka sendiri (pada saat mereka berada di Mina, seseorang menyembelih hewan kurban untuk mereka di negaranya)? Apakah hal ini dapat mengantisipasi kefakiran?
Jawaban

Menyembelih Hewan Kurban Patah Tanduk

Apabila tanduk hewan kurban patah, apakah kita dapat menyembelihnya untuk meraih keridhaan Allah Swt pada hari raya Idul Adha?
Jawaban
Apabila kurban yang Anda maksud adalah kurban haji yang disembelih pada hari raya Kurban (Idul Adha) di padang Mina. Sesuai dengan fatwa mayoritas fukaha, apabila hewan kurban pada dasarnya memiliki tanduk (meski sekarang hewan tersebut tidak lagi bertanduk atau tanduknya patah), maka hal itu telah mencukupi untuk dijadikan sebagai hewan kurban.

Kajian Ayat Al-Quran (Edisi Idul Adha)


Diantara perkataan Nabi Isma'il as yang terekam dalam Al-Qur'an, bagian ayat 102 surah Al-Shaffat:

يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ

Yaa abati if'al maa tu'mar (Wahai ayahku, laksanakanlah apa yang diperintahkan kepadamu)

Kata tu'mar (diperintahkan) adalah fi'il mudhari' majhul (kata kerja sekarang pasif). Hal ini mengisyaratkan bahwa jawaban Nabi Isma'il as menjadi bukti kuat bahwa dirinya siap melaksanakan perintah Allah Ta'ala, dan bahwa hendaknya sang ayah (Nabi Ibrahim as) juga melaksanakan perintah-Nya yang sedang maupun yang akan diterimanya.

Perkataan Nabi Isma'il as "if'al maa tu'mar" (laksanakan apa yang diperintahkan kepadamu), bukan berkata "sembelihlah aku", mengisyaratkan penyebab kepatuhan anak, yakni karena hal tersebut adalah perintah Allah Ta'ala.

Khutbah Idul Adha: Qurban Meniadakan Kehendak Diri [by Miftah F. Rakhmat]

image
KITA awali pagi 10 dzulhijjah dengan memanjatkan syukur ke hadirat ilahi. Puji bagi dia, yang telah memanjangkan umur kita, yang telah memberikan kita tambahan usia, sehingga ‘id, hari raya demi hari raya, kita lalui dalam limpahan nikmat-Nya yang tak terhingga.
Puji bagi dia, yang telah mempercayai kita, untuk mengelola setiap detik dan tarikan nafas dalam hidup kita, dengan harapan setiap detik akan mendekatkan kita kepada Tuhan, dan setiap tarikan nafas membersihkan kita dari dosa dan kemaksiatan.
Sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada kekasih junjungan alam, Nabi besar Muhammad SAW, kelurga beliau yang disucikan, dan para sahabat serta tabi’in yang mengikuti jalan beliau dalam kecintaan.

Minggu, 11 September 2016

Berita Hoax Tentang Penyair Irak Ahmad Nu’ami

Berita hoax (palsu) ini tidak jelas sumbernya (lihat di http://www.kumpulankonsultasi.com/2016/08/inilah-syair-syiah-irak-ternama-ahmad-nuaimi-buat-heboh-bangsa-iran.html ) dilengkapi dengan foto seseorang yang digantung. Ternyata itu foto seorang pengemudi truk Iran (bukan Irak) yang dihukum gantung di Iran (bukan Irak) atas kejahatan pembunuhan. Salah satu situs yang memuat berita palsu ini adalah situs Nahdlatul Ulama Garis Lurus (NUGL). Setelah menerima banyak kritikan, NUGL membuat berita klarifikas ihttp://www.nugarislurus.com/2016/01/klarifikasi-berita-eksekusi-ahmad-nuaimi-dan-syairnya.html.

Tapi isinya sama sekali bukan klarifikasi, sehingga seorang aktivis NU asli (bukan NUGL) bernama Azis Anwar Fachrudin membuat tulisan berikut ini di FB:

Selasa, 06 September 2016

Doa Hari Selasa (KH Jalaluddin Rakhmat)


Aku berlindung pada Allah
dari kejahatan diriku
sungguh nafsu menyuruh buruk
kecuali yang disayangi Tuhanku

Aku berlindung pada Allah
dari kejahatan setan yang menambah dosa-dosaku

Aku berlindung pada Allah
dari semua tiran yang durhaka
dari semua penguasa yang kejam
dari semua musuh yang dominan

Senin, 05 September 2016

10 Rekomendasi Muktamar Ahlussunnah wal Jamaah di Chechnya

Muktamar (Konferensi) bertajuk “Siapakah Ahlussunnah wal Jama’ah? Penjelasan Manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah; Akidah, Fikih dan Akhlak serta Dampak Penyimpangan darinya di Tataran Realitas” yang diselenggarakan hari Kamis (25-27/08/2016) dihadiri Grand Syaikh al-Azhar, para mufti dan lebih dari 200 ulama seluruh dunia. Berikut 10 rekomendasi Muktamar Ahlussunnah wal Jama’ah di Chechnya:

بسم الله الرحمن الرحيم

أهل السنة والجماعة هم الأشاعرة والماتريدية في الاعتقاد وأهل المذاهب الأربعة في الفقه، وأهل التصوف الصافي علمًا وأخلاقًا وتزكيةً. - للقرآن الكريم حرم يحيطه من العلوم الخادمة له، المساعدة على استنباط معانيه، وإدراك مقاصده وتحويل آياته إلى حياة وحضارة وآدابا وفنون وأخلاق ورحمة وراحة وإيمان وعمران وإشاعة السلم والأمان في العالم حتى ترى الشعوب والثقافات والحضارات المختلفة عيانا أن هذا الدين رحمة للعلمين وسعادة في الدنيا والآخرة.
هذا المؤتمر نقطة تحول هامة وضرورية لتصويب الانحراف الحاد والخطير الذي طال مفهوم "أهل السنة والجماعة" إثر محاولات اختطاف المتطرفين لهذا اللقب الشريف وقصره على أنفسهم وإخراج أهله منه.

Ahlussunnah wal Jama’ah adalah al-Asya’irah dan al-Maturidiyah dalam akidah, empat madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali dalam fikih, serta ahli tasawuf yang murni –ilmu dan akhlak— para ulama yang meniti jalannya.

Al-Quran al-Karim adalah bangunan yang dikelilingi oleh berbagai ilmu yang membantu untuk menggali makna-maknanya dan mengetahui tujuan-tujuannya yang mengantarkan manusia kepada ma’rifat kepada Allah Swt., mengeluarkan ilmu-ilmu yang terkandung di dalamnya, mengejawantahkan kandungan ayat-ayatnya ke dalam kehidupan, peradaban, sastra, seni, akhlak, kasih sayang, kedamaian, keimanan dan pembangunan. Serta menyebarkan perdamainan dan keamanan di seluruh dunia sehingga bangsa-bangsa lain dapat melihat dengan jelas bahwa agama ini adalah rahmat bagi seluruh alam, serta jaminan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Muktamar ini merupakan titik balik yang berkah untuk meluruskan penyimpangan akut yang berbahaya yang mendominasi pengertian “Ahlussunnah wal Jama’ah” setelah berbagai upaya pencatutan kalangan ektremis akan istilah ini dan membatasinya hanya pada diri mereka serta mengafirkan umat Islam lainnya.

Sabtu, 03 September 2016

Membaca Doa Kumayl Depan Baqi

Di sekitaran Masjid Nabawi, Madinah, setiap malam Jumat tidak lepas dari kegiatan baca doa. Jamaah membentuk kelompok-kelompok sendiri. Termasuk jamaah pengikut Syah atau yang dikenal Mazhab Ahlul Bayt. Kaum Syiah ini di masjid Nabawi mengisi malam jumat dengan membaca doa Kumayl secara berjamaah.

Berikut ini pengalaman dua Muslim Indonesia saat berada di Masjid Nabawi, terkait dengan doa Kumayl dan jamaah Muslimin Syiah di Madinah.

Jumat, 02 September 2016

Yasinan: Antara Tradisi dan Makna [by Alireza Alatas]

Istilah Yasinan bisa dikatakan cukup mendarah daging di kalangan masyarakat luas, khususnya di bumi nusantara ini. Bahkan seringkali istilah Yasinan yang bersumber dari kata Yasin,sebuah surat Al Quran, disandingkan dengan kata Tahlilan. Yasinan pada praktiknya hampir sama dengan Tahlilan.

Secara tradisi, istilah Yasinan dan Tahlilan sangat erat dengan kematian. Yasinan biasa dibaca dalam acara kematian, yang dimulai dengan dzikir-dzikir, surat Yasin kemudian doa yang dihadiahkan kepada sang mayit dan para pendahulu di alam kubur. Di penghujung acara tersaji hidangan spesial dari pengundang. Lebih dari itu, para pembaca pulang ke rumah masing-masing dengan dibekali bungkus nasi yang disebut dengan berkat.

Kamis, 01 September 2016

Apakah Imam Syiah Melakukan Nikah Mutah?

Apakah para Imam Maksum As melakukan praktik mut'ah? Siapa saja anak-anak mereka yang terlahir dari pernikahan ini?

Islam sebagai agama yang paling sempurna mensyariatkan dan melegalkan pernikahan mutah (lantaran pelbagai problematika yang boleh jadi dihadapi oleh sebagian orang dalam melaksanakan pernikahan tetap) yang dapat digunakan oleh kaum Muslimin sebagai remedi (obat sementara).Hal ini merupakan salah satu nilai positif dan progressif agama Islam yang di samping menjawab kecendrungan libido seksual dalam bentuk pernikahan tetap (daim), juga menawarkan solusi berupa pernikahan temporal dan legal.