Minggu, 30 Oktober 2016

Sayyid Muhammad Husain Fadlullah: Persatuan Umat Islam

Gerakan Pendekatan Mazhab Islam sangat efektif dalam mendekatkan pemikiran-pemikiran setiap mazhab dan menciptakan unsur kebersamaan di dalamnya. Tak diragukan lagi bahwa gerakan tersebut juga dapat menyingkirkan sikap saling mengkafirkan pada diri setiap Muslim terhadap sesama saudaranya.

Gerakan Pendekatan Mazhab-Mazhab Islam di Mesir merupakan sebuah gerakan budaya yang menunjukkan sejauhmana tingkat keberagaman, intelektual, akidah, sejarah dan fikih umat Islam. Tentu saja usaha tersebut menemui berbagai rintangan sosial-politik dan tipu daya musuh-musuh Islam.

Gerakan Pendekatan Mazhab Islam sangat efektif dalam mendekatkan pemikiran-pemikiran setiap mazhab dan menciptakan unsur kebersamaan di dalamnya. Tak diragukan lagi bahwa gerakan tersebut juga dapat menyingkirkan sikap saling mengkafirkan pada diri setiap Muslim terhadap sesama saudaranya. Tentu saja usaha tersebut menemui berbagai rintangan sosial-politik dan tipu daya musuh-musuh Islam.

Kamis, 13 Oktober 2016

Istighashah dan Muharraman: Asyura di Cirebon


image

Istighashah dan Muharraman: Asyura di Cirebon

Selasa siang, 11 Oktober 2016, bertempat di sebuah hotel di jalan Wahidin Sudirohusodo, Cirebon, digelar acara Istighasah dan Muharraman. Ruang kapasitas sekira dua ribu itu padat. Acara diawali dengan pengajian dan pembacaan dzikir yang dipandu oleh kiai-kiai sepuh di Cirebon: KH Zaelani (Ponpes Buntet), KH Ibrahim Rozi (Syuriah Nahdlatul Ulama), KH Jajuli (Ponpes Kaliwadas), KH Syamsuddin (Ponpes Plered), KH Nasiruddin (Ponpes Plered), dan KH Nuruddin Siraj (tokoh Nahdlatul Ulama). Kang Jalal (KH Jalaluddin Rakhmat) selaku tokoh Islam nasional dan anggota DPR RI pun turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kang Jalal duduk bersama para kiai sepuh dan menyimak pembicaraan para kiai sepuh.

Selesai istighashah, dilanjutkan dengan acara Muharraman. Di panggung, terdapat baliho Macan Ali sebagai lambang “sakral” masyarakat Cirebon. Sebelah kiri dan kanan terpampang kaligrafi nama Keluarga Rasulullah saw.

Minggu, 09 Oktober 2016

Mengenang Perjuangan Imam Husein as

Realisme Cinta: Imam Husein dan Pergerakan Sosial

By A.M. Safwan- RausyanFikr Institute

Imam Husein adalah cucu Nabi Muhammad saw, putra Imam Ali dan Sayyidah Fatimah Zahra, lahir pada 3 Syakban tahun 4 Hijriah. Kehidupan Imam Husein digambarkan berpuncak pada kedukaan karena terbunuh oleh kaki tangan penguasa dari dinasti Umayyah. Kisah Imam Husein banyak dikenal dalam tradisi kebudayaan kita di Indonesia, misalnya Tabot di Bengkulu, Tabuik di Pariaman, Hasan Husein dalam senandung syair lagu pada masyarakat Aceh, bubur merah dan bubur putih dalam masyarakat Jawa Islam. Bulan Muharram dalam beberapa tradisi dihindari melakukan beberapa kegiatan yang bersuka cita misalnya pesta perkawinan.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Para Perampok di Jalan Tuhan

Jalaluddin Rakhmat: Para Perampok di Jalan Tuhan

Sects and Errors are synonymous. If you are a peripatetic and I am a Platonist, then we are both wrong, for you combat Plato only because his illusions offend you, and I dislike Aristotle only because it seems to me that he doesn’t know what he’s talking about.
- Voltaire, Philosophical Dictionary

"Aku tidak bisa melepaskan diri dari bayangan guruku. Ia masuk dalam mimpi-mimpiku. Pada suatu malam aku pernah terbangun. Aku duduk dalam lingkaran. Di situ ada guruku, Nabi Muhammad, Tuhan, dan Yesus. Guruku menyebutku Hafshah, salah seorang istri Nabi Muhammad. Aku pernah melihat Nabi Muhammad datang kepadaku; memanggilku dengan mesra. Pendeknya, kemudian terjadilah pergaulan suami-istri antara Hafshah dan Nabi Muhammad. Beberapa saat setelah itu, aku baru sadar bahwa Hafshah itu aku dan Nabi Muhammad itu adalah guruku itu,” Helen, bukan nama sebenarnya, mengadukan nasibnya kepadaku.

Jumat, 07 Oktober 2016

Puisi Miftah Fauzi Rakhmat: adakah kau angin yang sama

ADAKAH KAU ANGIN YANG SAMA...?

Angin lembut sentuh wajahku
Adakah kau angin yang sama?

Bisik deru singgah di telingaku, apakah kau bisik yang sama?

Engkaukah itu, yang selimuti luka. Yang sentuh paras, bermandi darah. Yang sibakkan keringat, yang lentur berkhidmat pada raga yang penuh taat.

Kamis, 06 Oktober 2016

Muharram Empat

MUHARRAM EMPAT (by Ustadz Miftah Fauzi Rakhmat)

Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

Allahumma Ya Rabbana, tanpa terasa Muharram mempergilirkan siang dan malamnya. Kafilah Al-Husain ‘alaihimus salaam sampai di Karbala pada hari yang kedua, 61 tahun setelah hijrah Baginda Saw itu. Inilah saat-saat indah kepasrahan menampakkan puncaknya. Kapan lagi Tuhan diibadati dalam sebaik-baik persembahan kecuali saat segala sesuatu diserahkan ke hadiratNya. Saat ketaatan menemukan bentuk terbaiknya. Saat Dia dipatuhi, saat Dia diikuti.

Rabu, 05 Oktober 2016

Penjelasan Sosial Asyura

Penjelasan Sosial Asyura :
Ideologi sebagai Alat Analisis Sosial dalam Dialog Antara Agama dan Budaya

Sebagaimana telah saya uraikan pada tulisan sebelumnya bahwa  Asyura sebagai sejarah pengorbanan Imam Husain dalam ke Indonesiaan kita menjadi  kisah yang hadir sebagai bagian tradisi budaya. Dalam sejarah Islam, asyura menggambarkan perjuangan Imam Husain dalam menegakkan agama yang dibawa kakeknya Rasul Muhammad Saw. Perjuangan dan pengorbanan Iman Husain sebagai jalan dakwah amar ma'ruf nahi mungkar.

Selasa, 04 Oktober 2016

Muharram Tiga

MUHARRAM TIGA [by Miftah F. Rakhmat]

Allahumma ya Rabbana, Muharram tak hanya menyingkapkan bagi kami tirai duka. Di atas semuanya, ia hamparkan altar cinta. Kapan lagi cinta hadirkan wujud terbaiknya, kecuali pada saat persembahannya. Lagu bukankah lagu sebelum dinyanyikan. Melodi bukanlah senandung sebelum dilantunkan. Cinta bukanlah cinta sebelum dikorbankan.

Senin, 03 Oktober 2016

Imam Husain dan Konteks Pergerakan Sosialnya



Imam Husain adalah putra Imam Ali dan Sayyidah Fatimaah Az Zahra, cucu Nabi Muhammad Saw datang berziarah ke pusara Rasulullah Saw sebelum berangkat ke Karbala (tempat yang menjadi saksi terbunuhnya Imam Husain secara tragis). Dalam ziarahnya, Imam Husain sempat tertidur dan bermimpi ketemu Rasul setelah sepanjang ziarahnya Imam Husain mengadukan rencananya ke Kufah  untuk menegakkan agama kakeknya.

Muharram Dua

MUHARRAM DUA (by Ustadz Miftah Fauzi Rakhmat)

Bismillahirrahmanirrahiim
Allahuma shalli 'ala Muhammad wa Ali Muhammad

Siapa saja menjadi santri di Persia atau Babilonia pasti kenal seorang ulama besar, sayyid dari keturunan Baginda Nabi Saw, Allamah Sayyid Ali Qadhi namanya.

Minggu, 02 Oktober 2016

Muharram Satu

MUHARRAM SATU (by Miftah F. Rakhmat)

Ah, bulan Muharram kembali menyapa. Syukurku pada Tuhan berselimutkan duka. Saudaraku seagama merayakannya dalam suka. Tahun baru kata mereka. Maka parade diarak, gegap gempita menyeruak. Semangat kebahagiaan terasa semarak. Tak perlu dalil untuk itu. Tak perlu berpanjang kata. Para cendikia berjajar dalam barisan pawai raya.

Asyura sebagai Religiusitas Kebudayaan Kita: Penjelasan Sosial Asyura sebagai Fakta Sejarah Islam dan Fakta Sosial Kebudayaan Indonesia

Ada banyak kisah dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan Muharram, salah satunya peristiwa Asyura (10 Muharram) yaitu tragedi terbunuhnya Imam Husain cucu Nabi al Mustafa Saw. di Karbala (wilayah Irak).

Setidak-tidaknya, kisah tentang ini ada dalam tradisi kita di Indonesia, syair Hasan Husein di Aceh, Tabuik di Pariaman, Tabot di Bengkulu, Bubur Merah dan Putih di Joga, Grebeg Suro di Ponorogo, Pembacaan kisah asyura di masjid-masjid di Kota Gorontalo di malam hari selama beberapa hari, beberapa aktivitas yang harus dihindari di bulan Muharram terkait Imam Husein, seperti di Ternate, orang-orang dulu menghindari main bola di bulan Muharram oleh karena gambaran bola seperti kepala Imam Husein yang dipenggal dan di arak dan di lemparkan seperti bola. Tradisi Muharram di berbagai kota lain di Indonesia seperti di Jambi, Mandar, Bugis Makassar.