Rabu, 28 Desember 2016

Hadits Sahih tentang Imam Hasan al-Askari Mempunyai Seorang Putra

Orang-orang yang anti dengan mazhab Syiah Imamiyah sering melemparkan tuduhan bahwa Imam Hasan Askari as mandul (tidak punya anak). Tuduhan tersebut tidak benar. Berikut ini salah satu riwayat sahih yang menerangkan Imam Askari as mempunyai putra (yang selanjutnya menjadi Imam Zaman).

 محمد بن يحيى، عن أحمد بن إسحاق، عن أبي هاشم الجعفري قال: قلت لأبي محمد عليه السلام: جلالتك تمنعني من مسألتك، فتأذن لي أن أسألك؟ فقال: سل، قلت: يا سيدي هل لك ولد؟ فقال: نعم، فقلت: فإن بك حدث فأين أسأل عنه؟ فقال: بالمدينة 

Muhammad bin Yahya dari Ahmad bin Ishaq dari Abu Hasyim al-Ja'fari yang berkata: Aku berkata kepada Abu Muhammad (Imam Hasan Askari as): ketinggian dan kemulian derajat dan status anda telah mencegahku untuk mengajukan pertanyaan kepada anda. Bolehkah aku bertanya kepada anda? Silakan saja jawab beliau, wahai junjunganku, apakah anda punya seorang putra? tanyaku. Punya, jawabnya. Jika terjadi sesuatu pada diri anda, kemana aku bertanya tentang dia? Di Madinah, jawabnya.

Riwayat tersebut tercantum dalam kitab Al-Kafi, volume 1, halaman 328, hadits no.2, karya Syaikh al-Kulaini; Kitab al-Irsyad juz 2 halaman 348 karya Syaikh al-Mufid. Hadits di atas menurut Allamah Majlisi dalam Mir'ah al-Uqul, volume 4 halaman 2, termasuk SAHIH.

(Kiriman dari Kamal dalam WhatsApp Group Misykat, 28-12-2016)


Minggu, 25 Desember 2016

Renungan Akhir Tahun: Prof Mulyadhi Kartanegara

Renungan:
UKIR LEMBARAN HARI DENGAN TINTA MAS

Lembaran-lembaran hari lepas satu demi satu, kadang tergores dengan tinta emas, kadang perak, kadang, dan ini yang sering kusesali, kosong tiada terisi, padahal setiap hari adalah peluang sangat berharga yang takkan pernah kembali untuk kedua kalinya.

Mungkin kita berfikir bahwa hari akan selalu tersedia setiap 24 jam sekali. Tetapi tidakkah kita perhatikan bahwa hanya dalam hitungan detik, tiba-tiba rarusan jiwa melayang di Italy dan juga di Aceh.

Siapa yang bisa menjamin bahwa bencana seperti itu hanya menimpa mereka dan di sana, takkan pernah menimpa kita di sini?

Tidakkah mereka yang jadi korban juga berfikir demikian sehari atau bahkan beberapa jam sebelum hal itu terjadi?

Oleh karena itu, selagi leluasa, selagi masih ada kesempatan, sebelum sakit datang nendera, mari kita isi hari-hari yang tersedia dengan kegiatan-kegiatan yang bermakna.

Mari kita ukir lembaran hari ini dan juga esok dengan tinta emas yang paling cemerlang, sehingga dunia masa kini dan mendatang tiada lagi suram dan kelam, tetapi tercerahkan dan terang benderang. Semoga esok akan lebih baik lagi.

(Mulyadhi Kartanegara)

Minggu, 18 Desember 2016

Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu! [Dr KH Jalaluddin Rakhmat]


image

Pada pertengahan tahun enam puluhan, saya membentuk keluarga sederhana di tengah tetangga-tetangga yang sederhana dan di perumahan sangat sederhana. Pendapat saya tentang agama juga sederhana. Pegangan saya Al-Quran dan hadis, titik. Saya tidak suka pada peringatan maulid, karena tidak diperintahkan dalam Al-Quran dan hadis. Saya tidak suka salawat yang bermacam-macam selain salawat yang memang tercantum dalam hadis-hadis sahih. Saya senang berdebat mempertahankan paham saya. Saya selalu menang, sampai saya bertemu dengan Mas Darwan.

Sabtu, 10 Desember 2016

filsafat Keadilan


Saat ini kata keadilan menjadi kata yang favorit, dan dengan ringannya kata ıtu diucapkan. Tapi kalau saja kita tahu apa itu keadilan dan bagaimana mereaihnya, sepertinya kita akan berfikir seribu kali untuk mengklaim bahwa kıta adalah orang yang adil. Keadilan (العدالة) adalah kata yang sangat berat untuk disandang.

Kamis, 08 Desember 2016

Pengetahuan Otentik


Adalah menarik untuk memahami apa yang disebut pengetahuan yang otentik. Menurut pemahaman saya, pengetahuan otentik adalah pengetahuan yang kita dapatkan melalui perjuangan panjang untuk membina bangunan ilmu kita sendiri sebagaimana yang dipahami dan dialami oleh diri sang pencari.

Komitmennya adalah pada kebenaran bukan pada yang lainnya, seperti otoritas seseorang atau tradisi. Dalam kaitan ini, adalah menarik untuk mengaitkan soal pengetahuan otentik ini dengan apa yang disebut oleh Ibn Khaldun sebagai ilmu naqliyyah (transmitted sciences) dan ilmu ‘aqliyyah (rational sciences). Biasanya ilmu agama digolongkan pada yang pertama, sedangkan ilmu-ilmu umum pada yang kedua. Yang pertama mengandaikan bahwa ilmu diterima sebagai otoritas, sedangkan yang kedua pada penalaran akal.

Senin, 05 Desember 2016

Mengapa Harus Merayakan Maulid Nabi?



Meski dinyatakakan bid’ah, tetap saja Maulid Nabi Muhammad saw digelar oleh umat Islam Indonesia. Maulid Nabi Muhammad saw merupakan ekspresi kecintaan dari orang-orang yang beragama Islam. Orang yang cinta sulit dicegah dan dilarang. Apalagi kecintaan kepada Nabi Muhammad saw ini melibatkan umat Islam yang jumlahnya lebih banyak ketimbang yang melarang. Pemerintah Indonesia pun merayakannya. Ini menjadi legitimasi yang menegaskan Maulid Nabi sangat penting bagi umat Islam Indonesia.

Segelintir orang menyatakan Maulid Nabi adalah tradisi yang dibuat oleh kaum Muslimin Syiah. Mereka mengatakan Nabi tidak menyontohkan maulid. Mereka tidak sadar bahwa maulid merupakan wujud cinta orang Islam kepada Nabi. Orang yang cinta biasanya sangat mengenal yang dicintainya. Mulai dari lahir, makan, minum, keseharian, dan kebiasaan pun biasanya diketahui oleh orang yang mencintainya. Tentu mudah untuk mengenali kehidupan Rasulullah saw melalui hadis-hadis dan sejarah. Tinggal kita belajar dengan banyak membaca buku sirah nabawiyyah maupun hadis-hadis Rasulullah saw.

Minggu, 04 Desember 2016

Marhaban Baginda!

Sekarang ini memasuki bulan mawlid: Rabiul Awwal. Bulan penuh bahagia karena hadirnya Insan Mulia: Baginda Nabi Muhammad saw putra Abdullah bin Abdul Muthalib. Tentang Baginda Nabi sudah banyak karya tulis lahir sepanjang sejarah. Mulai dari puisi hingga prosa. Juga masuk dalam narasi mubaligh saat sampaikan ceramah agama dan lukisan kaligrafi-kaligrafi nama Baginda yang begitu indah. Hampir seluruh bangunan kaum Muslimin terdahulu di beberapa masiid dan madrasah terpampang kaligrafi nama Baginda Rasulullah saw dengan huruf-huruf yang indah. Bahkan saat bicara agama Islam, nama Nabi Muhammad saw selalu disebut. Senantiasa dirujuk hingga sekarang.

Kamis, 01 Desember 2016

Syiah di Indonesia: Mehr Dichtung dann Wahrheit!

Sekitar dua puluh tahun yang lalu, di Paramadina diadakan kajian  tentang  Syiah.  Seorang ulama  besar  Indonesia menjelaskan  Syiah.  Ia  membagi  Syiah  di  dunia  kepada dua  kelompok  besar:  Hasaniyah  yang  bersumber  pada Imam  Hasan  bin  Ali,  dan  Husainiyah  yang  bersumber pada  Imam  Husain.  Bangsa  Iran  adalah  pengikut  Imam Husain. Karena itu, kata Pak Kiyai dengan yakin, tempat-tempat ibadat mereka di Iran disebut Husainyah.