Selasa, 19 Desember 2017

Al-Quran Syiah 17 Ribu Ayat


Salah satu yang dijadikan bahan celaan dan menyatakan Syiah sesat adalah riwayat di kitab al-Kafi, juz 2, halaman 634, no. 28 berikut:

عن أبي عبد الله (عليه السلام) قال: إن القرآن الذي جاء به جبرئيل (عليه السلام) إلى محمد (صلى الله عليه وآله) سبعة عشر ألف آية

Dari Abi ‘Abdillah as yang berkata: “Sungguh al-Qur‘an yang diturunkan melalui perantara Jibril as kepada Nabi Muhammad Saaww berjumlah 17 ribu ayat”.

Senin, 18 Desember 2017

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Tahapan Pendidkan Dasar

Tanya: Sebuah hadis mengatakan: Biarkan anakmu bermain selama tujuh tahun, belajar selama tujuh tahun, dan kamu menyertainya selama tujuh tahun. Apabila dia berhasil, maka dia beruntung. Dan apabila dia gagal, maka tidak ada kebaikan dalam dirinya. Hadis ini menjelaskan kepada kita tentang tahap-tahap pendidikan secara mendasar. Apa nilai pentingnya? 

JAWAB: Hadis ini memberikan batasan bagi tahap pendidikan mendasar untuk setiap manusia, sejak masa kanak-kanak hingga masa dewasa. Tahapan pertama dibatasi selama tujuh atau enam tahun, yaitu tahap yang di dalamnya seorang anak dibebaskan untuk mengungkap apa yang ada di sekitarnya secara mandiri. Tujuannya agar si anak memperoleh pengalamannya sendiri, tanpa bantuan orang lain. Dengan demikian, fitrahnya akan semakin kuat sesuai dengan ciri khas yang Allah titipkan kepadanya. Kemudian mulailah pembinaan, pengarahan, dan pengajaran tentang kewajiban-kewajiban.  

Jumat, 08 Desember 2017

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Hati Anak-anak Bagaikan Tanah Kosong

Tanya: Sebuah hadis mengatakan, "Sesungguhnya hati anak-anak bagaikan tanah kosong; apa yang dilemparkan ke dalamnya akan diterimanya.” Apakah yang dimaksud adalah bahwa anak-anak bagaikan kertas putih atau bejana kosong yang bisa kita isi sekehendak hati kita?

Kamis, 07 Desember 2017

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Operasi Selaput Dara

image
Soal: Apa pendapat Anda mengenai operasi selaput dara bagi wanita yang sudah kehilangan keperawanannya karena kecelakaan atau tidak sengaja untuk mengelabui suaminya dan menghindari hukuman sosial yang kejam? 

Rabu, 06 Desember 2017

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Memberi Harapan Bohong untuk Menaikkan Moralitas Pasien

image
Soal: Sebagai seorang dokter, dapatkah saya menyembunyikan informasi atau diagnosis medis sang pasien untuk menghindari bahaya psikologis? Apakah saya boleh memberi harapan bohong untuk menaikkan moralitasnya? 

Selasa, 05 Desember 2017

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Memilih Keselamatan Ibu atau Janin yang Dikandung

image
Soal: Apabila keselamatan seorang ibu bergantung pada kematian fetus atau sebaliknya, kehidupan siapakah yang mendapat prioritas? Apakah keputusan ditentukan oleh sang ibu, suami, dokter, atau otoritas keagamaan? 

Senin, 04 Desember 2017

Melakukan Aborsi untuk Menghindari Hukuman

image
Soal: Apakah boleh seorang wanita melakukan aborsi apabila kehamilannya merupakan akibat dari pernikahan rahasia atau hubungan seks yang tidak halal dengan tujuan menghindar dari bahaya atau hukuman sosial yang kejam? 

Minggu, 03 Desember 2017

Menghadiahkan Pahala untuk Orang Meninggal

image
Berikut ini dalil shahih tentang menghadiahkan pahala untuk orang meninggal. Dalilnya tercantum pada hadits riwayat Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, an-Nasa‘i, Ahmad, dan Baihaqi, sebagai berikut.

Sabtu, 02 Desember 2017

Kala Majid Majidi, Sineas Iran, Menafsirkan Nabi Muhammad

Bagaimana seorang Majid Majidi, sutradara besar Iran yang acap mengangkat tema anak-anak (Children of Heaven, Color of Paradise, Baran) dan problematika keluarga kelas menengah ke bawah (Pedar, Song of Sparrows), menafsirkan kisah hidup Nabi Muhammad, manusia paling paripurna dan mulia?  

Sepenting apa film Muhammad the Messenger of God (2015) ini, dan mengapa film ini kurang disambut secara komersail, bahkan tak masuk seleksi unggulan Film Asing Terbaik Academy Awards?

Jumat, 01 Desember 2017

DETIK-DETIK KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW

Telah disebutkan bahwa sesungguhnya pada bulan ke sembilan kehamilan Sayyidah Aminah (Robi'ul-Awwal) saat hari-hari kelahiran Nabi Muhammad saw sudah semakin dekat, Alloh swt semakin melimpahkan bermacam anugerah-Nya kepada Sayyidah Aminah mulai tanggal 1 hingga malam tanggal 12 Robiul-Awwal malam kelahiran Al-Musthofa Muhammad saw.

Pada Malam Pertama (ke 1) :
Alloh swt melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa sehingga Sayyidah Aminah merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Senin, 27 November 2017

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Mendonorkan Organ Tubuh, Menyentuh Tubuh Bukan Muhrim, dan Hukum Aborsi

Soal 1: Apa pendapat Anda mengenai donor organ tubuh setelah seseorang meninggal dunia? 

Jawab: Kalau berbicara secara hukum, siapa pun memiliki hak menyumbangkan organnya setelah mati karena melarang perbuatan tersebut berdasarkan penghormatan kepadanya dan organnya. Oleh karena itu, hal seperti ini sah apabila dia melepaskan hal ini setelah wafatnya melalui surat wasiat, khususnya apabila organ ini menyelamatkan nyawa orang lain atau menjadikan orang tersebut lebih efektif dan aktif. Dalam keadaan seperti ini maka sumbangannya dimasukkan pada derma dan kebaikan yang sangat dihargai, seperti yang difirmankan oleh Allah Swt: Dan mereka mengutamakan mereka atas diri mereka sendiri sekali pun kemiskinan melilit mereka (QS al-Hasyr: 9). Berdasarkan ayat ini, kita memperoleh legitimasi mengenai kelebihsukaan walaupun ayat tersebut berbicara mengenai uang karena ayat ini menjadi prinsip preferensi (kelebihsukaan).

Minggu, 26 November 2017

Sayyid Fadhlullah: Apakah bersedekah pada non-Muslim berpahala?

Soal: Apakah bersedekah pada non-Muslim berpahala?

Jawab: Dikabarkan bahwa memberi pertolongan pada orang yang meminta pertolongan apapun berpahala, begitu pula menyelamatkan nyawa manusia. Termasuk menolong non-Muslim. 

Selain itu, perbuatan tersebut ikut membantu syi'ar Islam dan meneguhkan moralitas kaum Muslimin yang melakukan kebaikan tersebut tidak peduli agama apapun yang dianut oleh orang yang ditolong.

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)



Selasa, 21 November 2017

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah tentang Perbedaan Mutilasi dengan Pemotongan

image
Soal: Seperti yang diketahui bahwa mayoritas pendapat yang cenderung melarang pemotongan-pemotongan mengacu pada hadis yang tidak membolehkan mutilasi, bahkan pada anjing. Jelas pula akan adanya perbedaan yang besar antara metode pemotongan dan mutilasi. Bagaimanakah fatwa Anda? 
Jawab: Sebagian fukaha percaya bahwa mutilasi berlangsung apabila sesosok mayat tercabik-cabik, bagaimana pun maksudnya, baik atau buruk. Sedangkan fukaha lainnya percaya bahwa mutilasi adalah konotasi dari penyiksaan, dendam, atau hukuman. Saya caderung pada pendapat ini. Oleh karenanya, saya pacaya bahwa pemotongan (dissection) demi maksud yang dibenarkan tidak dianggap mutilasi. 
(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Sabtu, 18 November 2017

Pengalaman Shalat Jumat di Qom (Iran)

image
Marg bar amrika, marg bar Israil, marg bar munafik (hancurlah Amerika, hancurlah Israel, hancurlah kaum munafik).
Demikian teriakan-teriakan anti imperialisme amerika dan zionis sering terdengar di sela-sela khutbah jumat Qom. Hal ini tentu berbeda dengan khutbah-khutbah di tanah air yang menjadi milik mutlak pengkhutbah sementara pendengar diam membatu, bahkan tidak boleh berbicara.

Senin, 13 November 2017

Hadis-hadis tentang Mencintai Ahlulbait

Berikut ini hadis-hadis tentang kecintaan kepada Ahlulbait as. Dalam hadis-hadis dinyatakan bahwa kecintaan kepada Ahlulbait as sebagai dasar keislaman, bentuk kecintaan kepada Rasulullah saw, dan tanda nilai kebaikan tertinggi. 

Rasulullah Saw bersabda, "Cintailah Allah karena nikmat-nikmat yang dianugerahkan kepada kalian. Cintailah aku karena cinta kalian kepada Allah dan cintailah Ahlul Baitku karena cinta kalian kepadaku." (Sunan Turmudzi, jilid 5, hal 664, hadis 3789). 

Minggu, 12 November 2017

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Apakah Islam memberi perhatian pada masa kanak-kanak?


Tanya: Apakah menurut Anda, Islam memberikan perhatian terhadap periode masa kanak-kanak? Bagaimanakah manifestasi perhatian tersebut?

Jawab: Manakala kita mempelajari ajaran Islam berkenaan dengan akhlak dan prilaku yang berhubungan dengan masa kanak-kanak, maka kita akan dapati adanya tingkatan-tingkatan dalam cara bergaul dengan anak-anak, sesuai dengan tingkatan umurnya.

Rasulullah saw bersabda: "Biarkan anakmu bermain selama tujuh tahun, belajar selama tujuh tahun, dan engkau menyertainya selama tujuh tahun."

Kamis, 02 November 2017

Ahli Fikih Mana Yang Harus Diikuti?


image

Soal: Dalam beberapa operasi seperti loop setting (sejenis alat kontrasepsi), yang masih kontroversi di kalangan para ahli fikih, apakah sang dokter taat pada faqih yang dia ikuti atau yang diikuti oleh pasien? 

Rabu, 25 Oktober 2017

Syahadat Ketiga dalam Azan dan Iqamah

Tulisan ini kami maksudkan untuk menjelaskan kesalahpahaman sebagian penganut syiah khususnya di Indonesia yang masih ada menganggap bahwa syahadat ketiga adalah bagian dalam azan dan iqamat. Mengenai syahadat ketiga yang dibaca dalam azan, ulama syiah terdahulu dan sekarang sepakat bahwa itu bukan bagian dari azan, yang nanti akan kami kutipkan beberapa pendapat ulama syiah tedahulu dan juga pada masa kini. Tetapi, mengenai boleh atau tidaknya syahadat ketiga dibaca dalam azan ini memang terjadi ikhtilaf.

Minggu, 22 Oktober 2017

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Setiap Bayi Dilahirkan Atas Fitrah

Tanya: Menurut Anda, apakah nilai masa kanak-kanak terkait dengan kehidupan manusia secara keseluruhan?

Jawab: Masa kanak-kanak sangat penting bagi pembentukan kepribadian anak di masa selanjutnya. Pada masa tersebut, seorang anak menyerap perilaku, kebiasaan, dan wawasan yang akan tertanam kuat dalam kepribadiannya, yang berperan dalam pembangunan dan pembentukan kepribadiannya. Pada tahap ini, anak lebih cepat menerima apa yang didengarnya dan lebih cepat merekam apa yang ada di sekitarnya. Benar, anak-anak lebih cepat dalam mempelajari dan mengikuti sesuatu sehingga dia mampu menyimpan banyak perasaan, sensitivitas, pemikiran, kebiasaan, dan tradisi dengan cepat. Ini tak akan mampu dilakukan oleh orang yang telah melampaui tahap perkembangan ini. 

Sabtu, 21 Oktober 2017

Hukum Memakai Niqob


Pertanyaan: Apa hukum syar'i penutup wajah dan apakah ia bagian dari hijab atau tidak? Dan apakah penjelasan tafsir ayat 59 surat Al-ahzab?

Jawaban: Allah berfirman dalam kitab Al-qur'an:

"وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ "

"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya". 

Jumat, 20 Oktober 2017

Hukum Memukul Anak yang Tidak Shalat

Tanya: Maaf Ustadz, mau bertanya soal hadits ini. Rasulullah saw bersabda, “Suruhlah anak-anakmu mengerjakan shalat bila mereka telah berusia tujuh tahun, dan pukullah jika meninggalkannya pada saat mereka berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur!" (Hadis ini sahih diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan Hakim).

Mengikuti tulisan Ustadz Jalal di buku Al-Mushthafa, jika ada ada 'hadits' yang mencemari kemuliaan Nabi Muhammad saw, patut diragukan keshahihannya. Apakah anjuran 'pukul' anak yang belum shalat tidak bertentangan dengan sifat-sifat utama Nabi saw yang penuh rahmah, kasih sayang, santun dan penyayang pada anak-anak?

Senin, 16 Oktober 2017

Syiah di Indonesia, Seperti Apa?

Dalam lima belas tahun terakhir, ada banyak gelombang penolakan terhadap kegiatan keagamaan yang diadakan oleh komunitas Syiah di berbagai kota di Indonesia. Bahkan, tidak sedikit penolakan tersebut berujung kekerasan terhadap kelompok Syiah. Diakui atau tidak, komunitas Syiah mengalami pertumbuhan di Indonesia dari tahun ke tahun. Inilah yang menyebabkan sebagian kelompok masyarakat bereaksi. Ada yang melakukan demo atau unjuk rasa, ada yang membangun opini agar kaum muslim tidak menyukai mazhab Syiah, dan ada juga yang melakukan kajian tentang bagaimana Syiah ini berkembang di Indonesia.

Tahun 2016, Balitbang Diklat Kemenag melakukan kajian dan penelitian soal Syiah di Indonesia. Penelitian dilakukan di 22 daerah. Diantara instrumen variabel yang dibahas dalam penelitian ini adalah terkait dengan perkembangan Syiah di Indonesia. 

Minggu, 15 Oktober 2017

Sekum PP Muhammadiyah: Muhammadiyah Tidak Pernah Membuat Penyataan Syiah Adalah Aliran dan Paham Sesat


x
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. Abdul Mu’ti, saat dikonfirmasi oleh Khittah, Kamis 12 Oktober 2017, mengungkapkan, secara kelembagaan, Muhammadiyah tidak pernah memfatwakan syiah sesat.
“Muhammadiyah tidak pernah membuat pernyataan bahwa Syiah adalah aliran dan paham sesat,” tegas Mu’ti.

Mu’ti menyayangkan apabila ada warga, simpatisan, apalagi pimpinan Muhammadiyah yang terpengaruh atas isu-isu negatif perihal Syiah.

Muhammadiyah: Tidak Ada Fatwa Sesat Buat Syiah

Prof. Dr. Din Syamsuddin pernah mengatakan bahwa baik Sunni maupun Syiah adalah sama-sama Muslim karena masih berada di lingkaran syahadat. Menurutnya, yang mempercayai syahadat itu otomatis Islam, apa pun mazhabnya.

Syiah maupun Sunni pasti mempunyai keunggulan dan kekurangan masing-masing. Kedua hal itu, lanjutnya, harus disikapi dengan mengedepankan rasa saling menghargai dan toleransi satu sama lain. Kemunculan dua mazhab itu, kata Din, setelah Nabi Muhammad SAW sehingga dapat dipandang sebagai pandangan kritis dalam memaknai Islam. Oleh karena itu, menurutnya, hal itu tidak perlu dipertentangkan.

Sabtu, 14 Oktober 2017

Bolehkah Melahirkan Dengan Bantuan Dokter Laki-Laki?



Soal: Pada saat melahirkan, apakah boleh seorang wanita meminta bantuan dokter ahli kandung laki-laki padahal ada seorang bidan? Bagaimanakah apabila dokter tersebut hanya mengontrol operasi secara langsung melalui kamera televisi? 
Jawab: Perawatan pada orang yang melahirkan sama dengan perawatan pada selainnya. Apabila wanita melahirkan dengan bantuan bidan spesialis tidak akan berbahaya, maka wanita ini tidak dibolehkan minta bantuan pada ahli kandungan laki-laki. Tetapi hal ini dibolehkan hanya karena kasus darurat tatkala pengawasan dokter kandung laki-laki tersebut menjadi suatu keharusan dalam rangka membantu bidan.[] 
(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Jumat, 13 Oktober 2017

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Masa Puber Bukan Penyakit

Tanya: Bisakah dikatakan bahwa pandangan Islam atas masa puber adalah pandangan yang menganggapnya sebagai tahap perubahan dan bukan penyakit? 
 

Jawab: Masa puber bukan penyakit, tetapi sebuah perubahan menuju kesulitan. Sebab, perubahan fisik itu, jika terjadi di masyarakat yang tertutup maka remaja tersebut akan mengalami kesulitan dalam menghadapi "kegilaan" secara insting itu. Akhirnya, remaja yang puber akan terjatuh dalam kesengsaraan, kebimbangan, dan pemikiran-pemikiran yang tidak rasional. Begitulah, masa puber terbentuk sebagai sebuah kondisi alami. Keluarga harus berupaya meringankan dampak negatif masa puber tersebut semampunya. Oleh karena itu, keluarga harus mempermudah apa yang menjadi tanggung jawab syariat mereka terhadap remaja puber, misalnya dengan pernikahan dini dan sebagainya. Atau memberikan kesibukan kepada mereka agar tidak memikirkan masalah seksual, seperti kegiatan keagamaan, olahraga, penelitian ilmiah, dan sebagainya sesuai dengan kecenderungan pemuda pada tahapan usia tersebut. []


(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Dunia Anak: Memahami Perasaan dan Pikiran Anak Muda. Bogor: Penerbit Cahaya, 2004)


Kamis, 12 Oktober 2017

Seksual sebagai Kebutuhan

Tanya: Terdapat penekanan berlebihan atas sisi negatif masa puber, hingga sampai pada taraf banyak keluarga menjadikannya sebagai alasan untuk membenarkan kesalahan mereka dalam menekan anak-anak mereka. Bagaimana menurut Anda? 

Minggu, 08 Oktober 2017

Di Sangiang Ada Haul Cucu Rasulullah Saw

Tanggal 10 Muharram merupakan hari bersejarah. Dalam sejarah hari tersebut disebut Asyura. Pada hari Asyura itu cucu Rasulullah Saw yang bernama Sayyidina Husain ra beserta keluarganya dizalimi atas perintah Yazid bin Muawiyah bin Abu Sufyan, penguasa Dinasti Umayyah. Puluhan ribu pasukan yang dipimpin oleh Ubaidillah bin Ziyad dan Umar bin Saad membantai rombongan Sayyidina Husain beserta keluarganya.
Kepala cucu Nabi Muhammad saw beserta pengikut setianya dipenggal dan ditusuk dengan tombak. Tubuh cucu Nabi itu diinjak dengan kuda, disabet dengan pedang, dan dibiarkan tergeletak di tanah Karbala (Iraq) beserta tubuh yang lainnya. Kaum wanita yang berada dalam tenda (yang merupakan keluarga Sayyidina Husain ra) dirantai dan digiring dari Karbala menuju Damaskus. Selajutnya kepala-kepala yang ditombak dan rombongan yang digiring dibawa ke istana Dinasti Umayyah di Damaskus (Suriah).

Senin, 02 Oktober 2017

Puasa Asyura dalam fikih Syiah Imamiyah

Kaum Ahlussunnah melakukan puasa pada hari asyura atau 10 Muharram dengan mengacu pada hadis-hadis. Namun, tidak sedikit pula yang tidak melakukannya karena bukan termasuk wajib. Sedangkan dalam Islam mazhab Syiah Imamiyah yang dikenal dengan sebutan Ahlulbait berdasarkan fatwa dari ulama Marja Taqlid menyatakan lebih utama imsak.

Berikut ini fatwa tentang puasa 10 Muharram yang disampaikan oleh Sayyid Khamenei dan Sayyid Sistani sebagai ulama marja taqlid yang banyak diikuti kalangan Muslim Syiah di seluruh dunia.

Minggu, 01 Oktober 2017

Andai saja Ia Memberi Sedikit Minuman kepada Al-Husain

BUKANLAH KAMI YANG PERTAMA

Ah, bulan Muharram kembali menyapa. Syukurku pada Tuhan berselimutkan duka. Saudaraku seagama merayakannya dalam suka. Tahun baru kata mereka. Maka parade diarak, gegap gempita menyeruak. Semangat kebahagiaan terasa semarak.

Tak perlu dalil untuk itu. Tak perlu berpanjang kata. Para cendikia berjajar dalam barisan pawai raya.

Aku menjemputnya dalam wajah murung dan tangisan yang tertahan. Dan seberkas cahaya kerinduan membersit menghunjam, memberikan kehangatan. Selembar kertas kenangan terhampar di hadapan.

Kepala Suci Tanpa Jasad [by Muhammad Bhagas]

Setelah peristiwa berdarah di Karbala, ‘Ubaidillah bin Ziyad mengirim kepala Imam Husain ke Syam bersama para tawanan perempuan dan anak-anak dari Ahlul Bait as. Mereka ditempatkan di atas pelana-pelana, dengan wajah dan rambut mereka tersingkap.

Singkat cerita, perjalanan kepala suci itu berhenti di suatu daerah yang terdapat biara milik seorang pendeta. Setiap kali berhenti untuk istirahat, para pengawal mengeluarkan kepala Imam Husain as dari peti dan menancapkannya di ujung tombak. Tombak itu lalu disandarkan pada biara.

Sabtu, 30 September 2017

Ayatullah Nuri Hamadani: Saya Tidak Mengizinkan Melukai Diri pada Peringatan Hari Asyura

Ayatullah al-Uzhma Nuri Hamadani dalam pertemuan dengan sejumlah muballigh Lebanon di Beirut mengatakan, "Untuk yang kesekian kalinya kita dipertemukan lagi dengan kemuliaan bulan suci Muharram. Bulan dimana kita diminta untuk mengungkapkan kesedihan dan kedukaan atas peristiwa tragis yang telah menimpa Sayidul Syuhada pada tahun 61 H silam."
"Menyampaikan syiar dan pesan dari kebangkitan Imam Husain as di Karbala adalah kewajiban bagi semua Syiah dan orang yang mengaku mencintai dan membela al-Husain as. Kewajiban ini harus lebih ditingkatkan lagi setiap Muharram tiba sampai semua orang tahu kebangkitan Imam Husain as untuk menjaga keutuhan agama Nabi Muhammad saw dan mencegah munculnya penyimpangan. Imam Husain as mengorbankan nyawanya untuk menyampaikan ajaran Islam yang asli bahwa kezaliman mengatasnamakan Islam adalah penyimpangan besar dalam Islam." Tambahnya. 
"Imam Husain as menyampaikan pesannya pada dunia, bahwa jadilah orang-orang yang berani berhadapan dengan pelaku kezaliman dan jangan berdiam diri. Itulah sebabnya penyelenggaraan majelis-majelis duka Husaini yang dilakukan untuk menghidupkan lagi pesan Imam Husain as tersebut mendapat penentangan dan penolakan dari pihak-pihak yang membangun tirani dan pemerintahan melalui kezaliman dan kesewenang-wenangan." Ungkap Ayatullah Nuri Hamadani selanjutnya. 
Guru besar Hauzah Ilmiah Qom tersebut menambahkan, "Harus diingat untuk berhati-hati dalam menyelenggarakan majelis duka Asyura. Jangan sampai dalam peringatan Asyura malah dilakukan aktivitas yang dapat menciderai pesan mulia dan maksud dari penyelenggaraan majelis duka tersebut. Seperti melakukan aksi-aksi melukai diri sampai berdarah-darah. Hal tersebut, justru dimanfaatkan musuh untuk mencoreng kemuliaan majelis Asyura. Saya tidak mengizinkan dilakukan aksi melukai diri dengan senjata tajam pada hari Asyura. Kalian lihat sendiri, citra Syiah dirusak dengan adanya aksi-aksi seperti itu. Aksi tersebut pada hari Asyura diliput banyak media dan disebarkan keseluruh dunia, yang dengan itu Syiah dan majelis Asyura difitnah dan dilecehkan." 
"Jangan jadikan peringatan Asyura sebagai formalitas belaka. Ambillah pelajaran-pelajaran mulia didalamnya untuk membentuk diri menjadi pribadi yang mulia dan berakhlak luhur. Jadilah pewaris semangat Asyura, yang berani menyampaikan kebenaran dan tidak takluk pada kezaliman," pesan ulama marja taklid Iran tersebut.
SUMBER: 
http://id.abna24.com/news/berita-iran/saya-tidak-mengizinkan-melukai-diri-pada-peringatan-hari-asyura_857086.html

Bubur Merah dan Bubur Putih [by Dadan Rusmana]

Masa kecilku di sekitar tahun 1975-1985-an masih sering menyaksikan beberapa pendudukan desa Melong, dan beberapa desa lainnya, di Cimahi Selatan kabupaten Bandung, menyuguhkan hidangan berupa bubur beureum (bubur merah) dan bubur bodas (bubur putih). Kebiasaan atau adat-istiadat ini dikenal oleh masyarakat Sunda Priangan sebagai tradisi ngabubur beureum jeung ngabubur bodas. Bubur ini, umumnya, dihidangkan bersamaan dalam sebuah piring kecil yang porsinya dibagi dua, yakni setengah untuk bubur merah, setengah lagi untuk bubur putih. Bubur merah terbuat dari beras ketan yang diberi gula merah [umumnya gula yang berasal dari gula kawung (aren)]. Sedangkan bubur putih terbuat dari beras yang diberi garam dan bumbu secukupnya.

Jumat, 29 September 2017

Cara Bijak Leluhur Jawa Melawan Lupa Tragedi Karbala

Jika Anda bertanya kepada masyarakat Jawa, apa nama penyangga pintu yang terpasang di rumahnya, mereka akan menjawab: kusen. Mereka yakin, tanpa kusen, pintu rumah takkan jadi kokoh dan mudah roboh.

Tapi pernahkan Anda menyangka bahwa nama ‘kusen’ bukan hanya sekadar nama tanpa makna?

Tahukah Anda bahwa ternyata inilah satu di antara banyak pesan tersembunyi dari ekspresi cinta masyarakat Jawa kepada keluarga Nabi yang disimbolkan melalui bagian penting dari sebuah rumah?

Rabu, 27 September 2017

Pemimpin Ahlul Bayt as Lebih Utama

Setelah Imam Husain as menyampaikan pidatonya di hadapan pasukan Hurr bin Yazid, dan shalat bersama kafilah di Syaraf, Imam Husain as menyampaikan hujjah Ahlul Bayt as. Tercatat dalam kitab al-Kamil fi al-Tarikh, jilid 4 halaman 47, paragraf 3, Imam as berkata:

أما بعد أيها الناس فإنكم إن تتقوا الله وتعرفوا الحق لأهله يكن أرضى لله ، ونحن أهل البيت أولى بولاية هذا الأمر من هؤلاء المدعين ما ليس لهم والسائرين فيكم بالجور والعدوان ، فإن أنتم كرهتمونا وجهلتم حقنا وكان رأيكم غير ما أتتني به كتبكم ورسلكم انصرفت عنكم .

Selasa, 26 September 2017

Labbaika Ya Husain [by Candiki Repantu]

Satu Muharram, rombongan kafilah Imam Husain menerabas jalanan gersang padang pasir Irak menuju Kufah. Di tengah perjalanan, di sebuah tempat yang bernama Qashr Bani Muqatil Imam Husain melihat sebuah tenda yang terpancang kokoh dengan tombak dan kuda mengitarinya. Inilah tenda tempat berteduhnya Ubaidillah bin Hurr al-Ju'fi dan Amr bin Qais melepas lelah mereka.

Melihat tenda tersebut, terbersit di hati Imam Husain as untuk mengajak mereka bergabung bersama kafilahnya. Maka diutuslah Hajjaj bin Masyruq menjumpai Ubaidillah bin Hurr menyampaikan undangan Sang Imam agar mereka berkenan mengunjungi Imam Husain di tendanya. Mendengar undangan Sang Imam, Ubaidillah sontak mengatakan "Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji'un". Dia sudah bisa merasakan apa yang diinginkan Sang Imam dari dirinya. Setelah berpikir sejenak, Ubaidillah meminta maaf, agar diizinkan untuk  tidak menemui Sang Imam. Ia menolak undangan putra Rasul yang mulia. Ia enggan datang menghadap Imam Husain as, "Maafkan daku, Aku tidak bisa menolong dia dan aku tidak ingin dia melihatku atau aku melihatnya" kata Ubaidillah.

Senin, 25 September 2017

Sahabat Nabi yang Dikatakan Munafik dalam Shahih Muslim

Sahabat Nabi yang Dikatakan Munafik dalam Shahih Muslim

Dalam kitab Shahih Muslim 4/2143 no 2779 (9) tahqiq Muhammad Fuad Abdul Baqi disebutkan bahwa diantara sahabat Nabi terdapat orang munafik.

حدثنا أبو بكر بن أبي شيبة حدثنا أسود بن عامر حدثنا شعبة بن الحجاج عن قتادة عن أبي نضرة عن قيس قال قلت لعمار أرأيتم صنيعكم هذا الذي صنعتم في أمر علي أرأيا رأيتموه أو شيئا عهده إليكم رسول الله صلى الله عليه و سلم ؟ فقال ما عهد إلينا رسول الله صلى الله عليه و سلم شيئا لم يعهده إلى الناس كافة ولكن حذيفة أخبرني عن النبي صلى الله عليه و سلم قال قال النبي صلى الله عليه و سلم في أصحابي اثنا عشر منافقا فيهم ثمانية لا يدخلون الجنة حتى يلج الجمل في سم الخياط ثمانية منهم تكفيكهم الدبيلة وأربعة لم أحفظ ما قال شعبة فيهم

Minggu, 24 September 2017

Imam Husain as, Shalat, dan Karbala

Na’am, anta imamii fil jannah…

“Kita tidak bisa menjadi Karbala-i hanya dengan berziarah (secara fisik) ke Karbala,
Kita hanya bisa menjadi Karbala-i dengan meninggalkan maksiat pada Allah.”

(Ustadz KH Jalaluddin Rakhmat, manasik Ziarah Arbain 2016)

Maka sungguh, di antara kunci-kunci ketaatan pada Allah Swt dan meninggalkan maksiat pada Allah Swt adalah menegakkan shalat. Tulisan ringkas ini menceritakan beberapa saat di sekitar siang hari di Karbala pada hari Asyuro. Bagi Imam Husain ra , shalat mengalahkan segala-galanya. Dengan tibanya waktu shalat, Imam Husain ra mengabaikan segala sesuatu dan meminta jeda dari musuh-musuhnya untuk melakukan shalat. Imam Husain ra dan para sahabatnya tetap melaksanakan shalat zhuhur pada waktunya walaupun gencatan senjata untuk shalat ditolak oleh tentara Yazid.  Imam Husain ra dan para sahabatnya shalat di tengah hujan panah.

Sabtu, 23 September 2017

Dua Tanggal Merah [by Muhsin Labib]

Bulan Muharam (Suro) menjelang. Sebagian orang menganggapnya sebagai bulan kemenangan seraya baku kirim pesan pendek berisi ucapan “Selamat Tahun Baru Hijriah”, berpuasa dan menyantuni anak-anak yatim. Namun, tidak sedikit umat Islam di Indonesia dan negara lain meyakininya sebagai bulan duka seraya menganggap hari kesepuluhnya sebagai puncak kedukaan tersebut. Itulah 10 Muharam, yang akrab disebut dengan “Asyura”.

Jumat, 22 September 2017

Menghadapi Masa Puber dan Baligh Seorang Anak

Tanya: Biasanya masa puber dan baligh disertai guncangan jiwa dan fisik. Bagaimana cara mengubah kondisi ini menjadi sesuatu yang mudah bagi anak?
Jawab: Sesungguhnya masa baligh, yang dalam istilah ilmiah berarti (masa) kematangan organ reproduksi; ketika ia mulai bereaksi dengan menyalurkan hormon-hormon tertentu pada sebagian anggota tubuh sehingga menimbulkan dorongan seksual. Sebagian hormon itu berhubungan dengan jenis kelamin laki-laki dan sebagian lagi berhubungan dengan jenis kelamin perempuan. 

Sabtu, 16 September 2017

Merayakan Masa Taklif


Tanya: Akhir-akhir ini tersebar kebiasaan di sekolah-sekolah untuk mengadakan proses inisiasi bagi anak-anak yang baru memasuki masa taklif. Bagaimana Anda memandang fenomena ini?

Jumat, 15 September 2017

Taklif, Dewasa, dan Baligh



Tanya: Apa defnisi taklif itu?
Jawab: Taklif (kewajiban keagamaan) berarti bahwa manusia menjadi bertanggung jawab di hadapan Allah atas apa yang dilakukan dan apa yang ditinggalkannya. Ketika manusia sampai pada tahap memiliki tanggung jawab dihadapan Allah, maka dia berhak beroleh pahala atau siksa atas perbuatan taat atau maksiat yang dilakukannya.[]

Kamis, 14 September 2017

Menyiapkan Masa Taklif untuk Anak



Tanya: Taklif berdasarkan hukum-hukum syariat merupakan tahap utama dari kehidupan manusia. Akan tetapi, kita melihat bahwa pada umumnya keluarga tidak memberikan perhatian yang semestinya pada tahap taklif ini. Mengapa? 
Tawab: Sebenarnya, pengabaian ini adalah masalah kesadaran. Terdapat sebuah perasaan di kalangan ayah dan ibu bahwa dunia kebapakan dan keibuan adalah dunia yang berhubungan dengan jasad, bukan ruh; berhubungan dengan dunia, bukan akhirat. Sementara, kita tahu bahwa al-Quran menekankan poin ini dalam firman Allah: “Dan peintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalarn mengerjakannya” (QS Thaha: 132). 

Rabu, 13 September 2017

Lenyepaneun: Akhir Manusia

Semua manusia berakhir sama. Orang kaya dan miskin pun sama: berakhir dengan kematian dan dikuburkan. Setelah itu mereka dilupakan dan tidak ada.

Cendekiawan, ulama, murid, pengemis, presiden, menteri, direktur, dan lainnya pun sama. Orang yang hidup di dunia berakhir dengan kematian. Setelah itu tiada. Yang asalnya "tiada" (karena belum lahir) kemudian menjadi "ada" (melalui kelahiran ke dunia) dan kembali "tiada" (dengan kematian).

Selasa, 12 September 2017

Mengukur Kesuksesan Manusia

SAYA percaya setiap manusia punya masalah. Ada yang cepat dan mampu selesaikan; ada pula yang memerlukan waktu panjang.

Muara dari masalah manusia adalah hidup dan kehidupan. Salah satunya terkait dengan kata SUKSES. Dari interaksi dengan keluarga dan teman, ternyata SUKSES diukur dengan materi. Orang akan disebut sukses dalam karier jika naik jabatan kemudian gaji di atas UMR(upah minimum regional).

Minggu, 10 September 2017

Istilah Anak-anak Diperuntukkan Siapa?



x

Tanya: Menurut Islam, istilah anak-anak diperuntukkan untuk siapa? 

Jawab: Jika kita merujuk pada ketetapan-ketetapan (nash) Islam, kita akan dapati kata anak-anak (al-thiff) digunakan dalam beberapa hukum syariat. Misal, al-Quran menggunakan kata anak-anak (al-thiff) saat berbicara tentang pengecualian diperbolehkannya memandang wanita. Atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita (QS al-Nür: 31). 

Sabtu, 09 September 2017

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Menjaga Rahasia Pasien

Soal: Apakah dokter (dalam pengobatan) boleh mengungkapkan rahasia pasien? 

Jawab: Apabila pasien mempercayakan dokter akan rahasianya, maka rahasia-rahasia tersebut mesti dijaga sebagaimana menjaga uang. Mungkin menjaga rahasia lebih penting daripada menjaga uang karena hal yang pertama bisa menyebabkan konsekuensi negatif yang besar pada orang yang dipercaya.

Jumat, 08 September 2017

Mencemarkan Nama Baik

Soal: Apakah batasan puisi satire, umpatan, sindiran, dan hinaan?
Jawab:  Mencemarkan nama baik seorang mukmin dengan cara menyebutkan satu persatu cacatnya, dengan cara mengisolasi, mencerca atau mengumpatnya tidak dibolehkan karena akan merusak harga dirinya dan memancing fitnah, pencemaran nama baik, kehinaan, dan aib yang dilarang oleh al-Qur'an dan Sunah. Al-Qur 'an al-Karim menyatakan ketidaksahan fitnah dan pencemaran nama baik dalam beberapa ayat seperti: Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela (QS al-Humazah: l).

Kamis, 07 September 2017

Memuji Penguasa yang Jujur melalui Puisi


Soal: Bagaimanakah kedudukan puisi yang dibuat untuk memuji dan membesarkan penguasa yang jujur?

Jawab: Pujian tidak boleh berlebihan. Pujian mesti sesuai dengan sifat dan amalan baiknya. Hal ini sudah disebutkan berkenaan dengan sifat orang beriman tatkala disebutkan bahwa kepuasan orang beriman tidak akan menyebabkan dia berbuat tidak adil atau menyakitkan.

Rabu, 06 September 2017

Menyanjung Minuman Anggur lewat Puisi


Soal: Apakah boleh mengagungkan minuman anggur dalam puisi? Apakah hal ini dianggap sebagai cara untuk mendorong orang lain melakukan yang Allah larang? 

Selasa, 05 September 2017

Menjaga Autentisitas Narasi

Soal: Apakah boleh memanipulasi narasi yang realistis dengan cara menambahkan atau membuang satu bagian untuk menciptakan suasana tegang dan berbeda? Ataukah wajib menjaga autentisitas narasi?
Jawab: Boleh saja apabila ada fakta bahwa narasi tersebut tetap menjaga isi yang berhubungan dengan realitas melalui gerakan kata hati, dan tidak melalui subjektivitas detil-detil pribadinya. Barangkali banyak perumpamaan Al-Quran mendekati kondisi yang telah disebutkan. Jadi, perumpamaan yang sama diulangi, tetapi dalam gaya yang berbeda untuk memberi bimbingan intelektual, ideologis, dan moral.[]

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Senin, 04 September 2017

Saracen: Jaringan Penebar Kebencian

Baru saja kita dikejutkan lagi dengan tertangkapnya jaringan terstruktur penebar ujaran kebencian, fitnah, dan hoax di media sosial. Kelompok ini bernama "Saracen". Saya terhenyak dengan nama ini. Sebab, bagi orang-orang yang cukup akrab dengan sejarah peradaban Islam tentu tidak asing dengan istilah Saracen.

Minggu, 03 September 2017

Antara Kurban dan Bangun Toilet Masjid

SOAL: Ada seorang teman (pengurus ormas) yang sudah lebih sepuluh tahun biasanya kurban dua sapi atau kerbau, tapi tahun ini tidak kurban. Bukan karena jatuh miskin malah menurut saya semakin kaya. Ketika saya tanyakan: "kenapa kamu gak kurban seperti biasanya?" Dia jawab: "tahun ini saya tidak kurban kerbau atau sapi, tapi saya akan kurban untuk membangun tempat wudhu (toilet wanita) untuk masjid, toh masjid sudah dapat kurban banyak."

Mendengar jawabannya saya hanya mlongo. Memang masjid belum punya tempat wudhu, khusus wanita. Dia risih kalau ada ibu-ibumau sholat di masjid harus wudhu di tempat laki-laki, dan nominal rupiahnya tentu lebih banyak untuk membangun tempat wudhu dari pada harga dua ekor sapi.

Menurut Ustad, lebih utama mana kurban atau membangun toilet?

Cairan Kuning yang Keluar setelah Haid

السؤال: ما حكم الصفرة التي تخرج بعد انقضاء دم الحيض؟ وكيف يمكن التمييز بينها وبين الرطوبات الطاهرة؟

Soal: apa hukum cairan kuning yang keluar setelah berakhir darah haid?Bagaimana bisa membedakan diantara cairan kuning dan cairan yang suci?
 
الجواب: الصفرة التي تلوث القطنة عند الاختبار في اخريات الدورة الشهرية تعتبر استمراراً لدم الدورة ـ مالم يتجاوز العشرة ـ واما اذا نزل من المرأة سائل آخر غير الدم فلا علاقة له بدم الدورة وان كان لونه ضارباً الى الاصفرار وهو محكوم بالطهارة.

Jawab: Cairan warna kuning yang mengotori kapas atau pembalut saat dimasukkan ke vagina di akhir-akhir masa haid disaratkan terus-menerus darah keluar (selama tidak melewati 10 hari). Ada pun cairan lain yang keluar dan bukan darah yang tidak ada kaitan dengan darah haid meski pun warnanya kekuning-kuningan, maka dihukumi suci.

Sumber: http://Telegram.me/Istiftaatsistani

Sabtu, 02 September 2017

Syiah Sesat Karena Tidak Membasuh Kaki Saat Wudhu? (Bantahan untuk Salafi)


image


Beberapa hari lalu di perjalanan ke bandara saya baca artikel tentang wudhu Syiah di website Salafi (https://muslim.or.id/21315-penganut-syiah-tidak-membasuh-kaki-ketika-wudhu.html). Penulis berinisial MAM, bergelar Lc. Dia seperti Sunni-Salafi.

Di antara inti tulisannya yang saya tangkap: wudhu Syiah salah karena tidak membasuh kaki tapi mengusapnya, dan itu diklaim bertentangan dengan ayat al-Qur‘an, hadits-hadits, dan ijma’. Sebenarnya klaim ijma’ atas membasuh kaki tidak didukung oleh atsar dari sebagian salaf. Penulis juga mengklaim mengusap hanya dilakukan Ahlussunnah saat kaki tertutup oleh khuf. Lebih mengherankan artikel itu seakan-akan menafikan teks-teks shahih dari kitab-kitab Sunni yang mendukung amalan Syi‘ah (mengusap kaki).

Jumat, 01 September 2017

Puisi Cinta dan Perbuatan Syirik

Soal: Dalam puisi cinta, secara khusus, terdapat beberapa istilah yang deskriptif yang menaikkan pecinta pada tingkat penyembahan. Bagaimana pendapat Anda mengenai tipe deskriptif ini?

Kamis, 31 Agustus 2017

Cerita Fiksi dan Kebohongan

Soal: Apakah fiksi termasuk jenis kebohongan? Dan bagaimana tentang fiksi nasihat yang mendidik?

Jawab: Ya, karena berbohong adalah memberi informasi yang tidak sesuai dengan realitas. Hal ini tidak berlaku pada fiksi yang bertujuan menggambarkan sebuah ide dan mendalaminya untuk mereformasi suatu situasi dengan cara menunjukkan beberapa sisi aktif yang menjijikkan atau menasihati secara moral dan spiritual untuk mendekatkan manusia kepada Allah dan nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial Islam.[]

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)


Rabu, 30 Agustus 2017

Bolehkah Wanita Menyanjung Laki-laki dengan Ungkapan Puitis?

Soal: Orang-orang terbiasa mendengarkan laki-laki merayu seorang wanita. Apakah wanita sama dengan laki-laki dalam keadaan ini? Apakah termasuk normal apabila seorang wanita menyanjung seorang laki-laki dengan pernyataan yang puitis? Apakah boleh?

Selasa, 29 Agustus 2017

Senin, 28 Agustus 2017

Sayyid Ali Sistani: Haid, Istihadhah, dan Aturan Bersuci



Soal jawab tentang kewanitaan seperti haid dan aturannya dalam bersuci, berdasarkan fatwa Sayyid Ali Sistani, ulama mujtahid sekaligus marja taqlid di Irak. Kami ambil fatwa dari channel http://Telegram.me/Istiftaatsistani (kami perbaiki dari sisi tata bahasa) sebagai berikut:

Soal: Jika darah haid berhenti dihari kelima dan ia memasukkan kapas dan tidak ada bekas atau bersih, tetapi dihari kesembilan keluar tetesan-tetesan berwarna kuning. Bagaimana hukum tetesan-tetesan darah itu dan bagaimana hukumnya hari-hari mulai hari kelima sampai hari kesembilan tersebut?

Jumat, 25 Agustus 2017

Sayyid Muhammad Husein Fadhlullah: Kedudukan Penyair dalam Al-Quran

image

Soal: Dalam al-Quran, Allah berfirman bahwa amat besar kebencian di sisi Allah bahwa orang yang mengatakan apa-apa yang kamu tidak kerjakan. Masih dalam Al-Quran bahwasanya penyair suka mengatakan apa-apa yang mereka sendiri tidak melakukannya. Apakah hal ini menunjukkan bahwa beberapa penyair buruk? Bila demikian, penyair yang bagaimanakah yang buruk?

Kamis, 24 Agustus 2017

Ayatulllah Udzma Sayyid Muhammad Husein Fadhlullah: Ciri-ciri Sastra Islam


image

  Soal: Apakah Islam mendefinisikan ciri-ciri tertentu bagi sastra Islam, baik dalam puisi atau pun prosa?



Jawab: Secara terminologi, Islam tidak menyebutkan ciri-ciri khusus apa pun tentang sastra Islami. Akan tetapi, sastra Islam mesti menunjukkan karakteristik intelektual Islam, nilai-nilai Islam, konsep-konsep Islam, gaya Islam dalam gerak langkah hidupnya yang menginspirasikan sastrawan Islam dan memisahkannya dari dualitas antara seni dan identitas, yakni bukan seorang Muslim dalam beribadahnya dan non-Muslim dalam seni dan sastra.[]

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Rabu, 23 Agustus 2017

Batasan dalam karya Sastra

 Apakah seorang narator boleh menyoroti pemandangan yang seksual? Apakah ada batasan dalam karya sastra menurut agama Islam?

Minggu, 20 Agustus 2017

Api Takfiriah yang Menjilat Diri Sendiri

Istilah takfiriah, akhir-akhir semakin sering terdengar. Prahara di Suriah dan juga kisruh politik di Mesir melibatkan sejumlah aktor. Kelompok takfiriah disebut-sebut sebagai salah satu aktor utama. Bahkan ada sejumlah kalangan yang menengarai adanya infiltrasi ideologi kelompok ini ke dalam gerakan-gerakan Islam di Indonesia.

Kamis, 17 Agustus 2017

Menjual Kulit Hewan Qurban


Apabila qurban secara kelompok kemudian kulitnya diinfakkan oleh seseorang dengan cara menjualnya, bagaimana hukumnya?

Selasa, 15 Agustus 2017

Senin, 14 Agustus 2017

Bermain Olahraga dengan Mengenakan Celana Pendek


Soal: Bagaimana menurut aturan Islam, mengenai celana pendek olahraga yang dipakai oleh pemain basketball, pemain sepakbola atau para pemain olahraga permainan lainnya?

Jawab:
Pada dasarnya, pemain boleh memakai celana pendek olahraga. Juga penonton dibolehkan menonton apabila hal ini tidak menyebabkan pelanggaran.

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)


Minggu, 13 Agustus 2017

Batasan Olahraga yang Haram

Soal: Dalam beberapa pendapat Anda, Anda yakin bahwa olahraga kadang-kadang menghancurkan derajat dan kesopanan disebabkan hilangnya kontrol atas amarah dalam beberapa kontes. Apakah keadaan ini akan mencapai derajat yang ilegal (haram)? 

Jawab:
Peraturan yang legal atas suatu perkara berkaitan dengan nafsu, gerakan, dan perbuatan yang dilakukan oleh pemain atau penggemarnya. Kontes-kontes akan ilegal apabila hasilnya ilegal. Sedangkan apabila tidak menyebabkan sesuatu yang ilegal maka hasilnya legal.

Selain itu, moralitas Islam menuntut kaum mukminin selalu mengendalikan amarah dan sadar akan konsekuensi negatif dan positif perbuatannya. Oleh karena itu, ia tidak dibolehkan bertindak atas kendali nafsu, yang bisa menyebabkannya kehilangan kemampuan untuk melihat segala sesuatu secara jelas.

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)


Sabtu, 12 Agustus 2017

Bersimpati pada Tim Lawan



Soal: Apakah boleh bersimpati pada tim lawan?

Jawab:
Emosi Muslimin mesti berjalan sejalan dengan komitmen keimanan. Karena itu, mereka jangan bersimpati pada lawan yang mungkin akan mendapatkan untung akibat dukungan ini dalam segala hal.

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Kamis, 10 Agustus 2017

Permainan Tenis



Soal: Tenis merupakan olahraga permainan yang bergantung pada poin memperdulikan tanpa memperdulikan waktu yang terpakai sehingga permainannya mungkin saja berlangsung berjam-jam. Apakah permainan ini dan juga menontonnya dibolehkan?

Jawab:
Permainan dan juga menontonnya dibolehkan jika permainan ini tidak menghalangi pemain dan penontonnya dari melaksanakan kewajiban dan apabila tidak menyebabkan pelanggaran lainnya.


(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Rabu, 09 Agustus 2017

Meminta Uang sebagai Ganti dari Medali atau Piala


Soal: Apakah tim yang menang boleh meminta uang sebagai pengganti dari medali atau piala emas?

Jawab:
Boleh karena hadiah tersebut adalah miliknya. Akan tetapi, orang-orang yang bertanggungjawab dalam permainan tersebut tidak mesti merespon permintaan tim tersebut.


(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Selasa, 08 Agustus 2017

Berpartisipasi dalam Kejuaraan demi Keuntungan

Soal: Apakah atlet Muslim dibolehkan berpartisipasi dalam beberapa kontes yang sportif yang diperuntukkan demi keuntungan dan mereka juga dapat memperoleh hadiah? 

Jawab:
Dibolehkan sebab panitia penyelenggara tersebut dapat memperoleh untung dari tiket yang dibeli penonton, atau membuat mereka terkenal berkat publisitas. Selain itu, hadiah yang dibeli oleh uang di atas dapat diambil sebagai upah permainan atau komisi.


(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Senin, 07 Agustus 2017

Berolahraga dengan Tetap Mengenakan Hijab


image
Soal: Apakah batasan olahraga bagi perempuan? Apakah wanita dibolehkan main tenis lapangan, misalnya apabila dia tetap memakai pakaian yang legal (syar’i)?

Jawab:
Umumnya perempuan dibolehkan ikut aktivitas olahraga asalkan mereka tetap menjaga hijab (jilbab) karena wanita pun perlu berolahraga sebagaimana laki-laki. Karena itu, secara prinsip tidak ada halangan syar’i.

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Minggu, 06 Agustus 2017

Hukum Olahraga Keras dan Binaraga

Hukum Olahraga Keras dan Binaraga

image
Soal: Dalam beberapa olahraga yang keras, para atlet sebelumnya tahu bahwa permainan tersebut akan menyebabkan sakit badan yang serius. Apakah atlet yang dengan sengaja melakukan permainan-permainan ini berdosa? 

Sabtu, 05 Agustus 2017

Bergabung dengan Tim yang Suka Minum Alkohol


image

Soal: Dapatkah seorang Muslim bergabung dengan tim yang para anggotanya melakukan pelanggaran, misalnya minum alkohol atau pelanggaran lainnya?

Jawab:
Dibolehkan saja, apabila dia tidak terpengaruh atau terdorong melakukan pelanggaran, berdasarkan keharusan nahi munkar.

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Jumat, 04 Agustus 2017

Islamisme Bukan Islam [by Dr Muhammad Babul Ulum]

Mewakili HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) Yusril telah mengajukan gugatan terhadap Perpu Ormas ke MK. Meski di acara ILC Yusril mengakui memiliki pandangan yang berbeda dengan HTI tentang Pancasila, tapi ia bersedia menjadi kuasa hukum HTI. Mengapa? Karena tidak ada makan siang gratis. Sebagai ketua partai tentu ia membutuhkan suara untuk pemilu 2019. Dan HTI tampaknya menjadi lumbung incarannya. Kita tunggu saja hasilnya. Selamat bersidang, Prof.

Kamis, 03 Agustus 2017

Catatan M Anis: Politik Kuasa Media

Pagi tadi saat membersihkan koleksi buku-buku saya di rak, tiba-tiba mata saya tertuju pada sebuah buku tipis berwarna merah, yang begitu kontras terjepit di antara kolega-koleganya yang berukuran cukup tebal. Buku itu berjudul Politik Kuasa Media (2009), karya ilmuwan kenamaan Noam Chomsky. Seketika saya ambil buku itu untuk dibaca lagi.

Rabu, 02 Agustus 2017

Memalsukan Umur supaya Mendapatkan Izin Bertanding


Soal: Apakah memalsukan umur pemain tim sebagai usaha mendapatkan izin dibolehkan? Dan bagaimana pendapat Anda kalau tim tersebut menang?
Jawab: Tidak boleh karena dianggap sebagai pelanggaran kontrak berdasarkan yang terlahir dan tersirat yang menetapkan usia tertentu bagi pemain yang dimaksudkan.


(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Selasa, 01 Agustus 2017

Pemain Muslim Bergabung dengan Tim non-Muslim

Soal: Apakah pemain Muslim boleh bergabung dengan tim asing seperti dalam beberapa negara (yang menampung) pengungsi mengingat sebab berurusan dengan pelatih dan anggota tim negara-negara tersebut dapat mempengaruhinya?

Senin, 31 Juli 2017

Profesionalisme dan Bertaruh dalam Olahraga

image
Soal: Apakah profesionalisme diperbolehkan dalam permainan seperti sepakbola, basketball atau permainan lainnya? 
Jawab: Profesionalisme sebagai sebuah karir dibolehkan asalkan sang pemain profesional memperhatikan syarat-syarat yang sah dalam kondisi seperti ini.