Selasa, 28 Februari 2017

Belajar dari Pengalaman dan Sejarah

Di depan kita terpampang contoh-contoh yang terang di mana orang-orang dengan mengatas namakan agama, membunuh dan melakukan segala macam kejahatan dengan ringannya. Dan lihatlah apa yang terjadi di Timur Tengah: kehancuran, peperangan dan pertumpahan darah. Inikah yang diajarkan Islam? Apakah yang mereka lakukan menjadikan Islam lebih indah dan lebih menarik? Tentu saja tidak, apa yang mereka lakukan justru menghancurkan nama baik Islam, yang telah diukir berabad-abad oleh para pembangun peradaban Islam.

Lalu tanya pada diri kita sendiri, "apakah yang akan kita lakukan berbeda secara esensial dengan mereka? Dan seandainya kita melakukan hal yang sama seperti mereka, lalu apa yang membuat kita berfikir bahwa akibat dan keadaan berikutnya akan berbeda: bukan kehancuran tetapi perbaikan?

Renungkankah kawan-kawan sebelum anda melakukan sesuatu, sehingga tidak akan menyesal di kemudian hari... belajarlah dari apa yang kita saksikan terjadi di dunia sekitar kita dan dalam sejarah dan jangan melakukan satu kali kesalahan yang akan kita sesali sumur hidup kita.

[facebook: mulyadhi kartanegara]


Senin, 27 Februari 2017

NEGARA KORUP MENURUT AL-FARABI


Abu Nashr al-Farabi (w. 950 M.) membagi Negara (al-madinah) ke dalam dua bagian besar: Negara Utama  (al-Madīnah al-Fādhilah) dan negara bukan-utama (Ghayr al-Fādhilah), yang berbeda tingkatannya. Di antara negara yang bukan utama adalah: negara bodoh (al-madinah al-Jahilah) dan negara fasik (al-Madinah al-Fasiqah). 

Minggu, 26 Februari 2017

Mulyadhi Kartanegara: BENTUK PEMERINTAHAN DALAM ISLAM


image


Sebenarnya Islam tidak menentukan negara macam apa yang semestinya diikuti. Selama pemimpinnya menjamin kebebasan bagi umatnya untuk menjalankan ibadah mereka, menjaga kemakmuran dan keadilan warganya, maka bentuk negara macam apa pun bisa diterapkan.

Sabtu, 25 Februari 2017

Wilayah Imam Ali pada Hari Ghadir


علي بن إبراهيم، عن أبيه، عن ابن أبي عمير، عن عمر بن أذينة، عن زرارة والفضيل بن يسار، وبكير بن أعين ومحمد بن مسلم وبريد بن معاوية وأبي الجارود جميعا عن أبي جعفر عليه السلام قال: أمر الله عز وجل رسوله بولاية علي وأنزل عليه " إنما وليكم الله ورسوله والذين آمنوا الذين يقيمون الصلاة ويؤتون الزكاة " وفرض ولاية أولي الامر، فلم يدروا ما هي، فأمر الله محمدا صلى الله عليه وآله أن يفسر لهم الولاية، كما فسر لهم الصلاة، والزكاة والصوم والحج، فلما أتاه ذلك من الله، ضاق بذلك صدر رسول الله صلى الله عليه وآله وتخوف أن يرتدوا عن دينهم وأن يكذبوه فضاق صدره وراجع ربه عز وجل فأوحى الله عز وجل إليه " يا أيها الرسول بلغ ما أنزل إليك من ربك وإن لم تفعل فما بلغت رسالته والله يعصمك من الناس (٣) " فصدع بأمر الله تعالى ذكره فقام بولاية علي عليه السلام يوم غدير خم، فنادى الصلاة جامعة (٤) وأمر الناس أن يبلغ الشاهد الغائب. - قال عمر بن أذينة: قالوا جميعا غير أبي الجارود - وقال أبو جعفر عليه السلام: وكانت الفريضة تنزل بعد الفريضة الأخرى وكانت الولاية آخر الفرائض، فأنزل الله عز وجل " اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي (٥) " قال أبو جعفر عليه السلام: يقول الله عز وجل: لا انزل عليكم بعد هذه فريضة، قد أكملت لكم الفرائض.

Jumat, 24 Februari 2017

Kajian Hadits: Awliya dan Waliy


image

Surah Al-Maidah ayat 51 menggunakan kata awliya. Awliya merupakan bentuk jamak dari kata waliy. Sebagian saudara-saudara kita memahami dan meyakini kata awliya (waliy) dalam ayat itu sebagai pemimpin.

Sedangkan hadits Ghadir Khum oleh mereka tidak diyakini sebagai kepemimpinan. Mengapa? Karena hadits itu menggunakan kata mawla, bukan waliy. Tapi hal itu tidak menafikan bahwa sebagian kaum Muslimin meyakini hadits Ghadir Khum sebagai kepemimpinan.

Rabu, 15 Februari 2017

Syahadatain versi Mazhab Syiah

Syahadatain  
Agama Islam dalam sejarah membuktikan bahwa orang-orang masuk agama Islam diawali dengan syahadatain: penyataan kesaksian Allah sebagai Tuhan dan Muhammad saw sebagai Rasul-Nya. Ucapan tersebut merupakan pintu untuk masuk sebagai pemeluk agama Islam. Orang-orang Makkah dan Madinah terdahulu pada masa Rasulullah saw menyatakan syahadatain.

Selain karena kerelaan dan sadar untuk menganut agama Islam, ada pula yang mengucapkan syahadatain secara terpaksa karena kondisi kalah perang melawan umat Islam. Peristiwa Futuh Makkah menjadi bukti bahwa banyak orang Makkah yang memusuhi Rasulullah saw kemudian saat diserang pasukan Islam, mereka segera ikrar syahadatain dan menyatakan memeluk agama Islam. Motivasi saat ikrar bisa benar-benar sadar atau mungkin karena takut. Perlu dikaji dalam sejarah tentang motivasi orang-orang Makkah ikrar syahadatain dalam peristiwa Futuh Makkah.

Selasa, 14 Februari 2017

Terkait Isu Syiah, Segera Tabayun!

Beberapa hari ini, atau mungkin satu bulan kemarin dan bulan sekarang ini, terganggu dengan sebuah pertanyaan dan pernyataan dari grup-grup whatsapp yang menyebut ajaran Islam mazhab Syiah disebut bukan bagian dari Islam karena ucapan syahadatain, kitab suci, nabi, dan kiblat berbeda dengan umat Islam mazhab Sunni (Ahlussunnah). Bahkan menyebutkan Syiah melegalkan perzinaan dan menghujat sahabat beserta istri Nabi.

Sudah pasti pernyataan di atas berasal dari orang-orang kurang gaul dan salah informasi dalam menerima informasi yang terkait dengan Syiah.

Senin, 13 Februari 2017

Syekh Ali Jumuaah: Inilah Ahlu Sunnah

Syekh Ali Jumaah menyatakan bahwa Aswaja (Ahlu Sunnah wal Jamaah) adalah mayoritas umat Islam sepanjang masa dan zaman, karena lebih dari 90% umat Islam adalah Aswaja. Aswaja juga biasa disebut dengan: “Al-‘Āmmah (orang-orang umum) atau Al-Jumhūr”. Beliau juga menjelaskan bahwa Aswaja mentransmisikan teks wahyu dengan sangat baik yang kemudian menafsirkannya, menjabarkan yang mujmal (global), dan selanjutnya memanifestasikannya dalam kehidupan dunia ini, sehingga Aswaja memakmurkan bumi dan semua yang berada di atasnya.

Aswaja adalah golongan yang menjadikan hadis Jibrīl yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahīh-nya, sebagai dalil pembagian pilar agama menjadi tiga: Iman, Islam dan Ihsān, untuk kemudian membagikan ilmu kepada tiga ilmu utama, yaitu: akidah, fikih dan suluk. Setiap imam dari para imam Aswaja telah melaksanakan tugas sesuai bakat yang Allah berikan, yang bukan hanya memahami teks wahyu saja, tapi juga menekankan pentingnya memahami realitas kehidupan.

Aliyyan Waliyullah, Bukan Syahadat

image
Teks syahadat adalah Asyhadualla ilahaillallah wa Asyhaduanna Muhammadar Rasulullah. Sesuai dengan ijma seluruh Muslim dari mazhab mana pun. Syiah tidak mengakui adanya tambahan lain atas teks syahadat sebagaimana ijma muslimin di atas.
Tambahan teks “wa ‘Aliyyan waliyullah ” sama sekali tidak ditemukan dalam buku-buku rujukan Syiah. Bahkan, penambahan teks tersebut, sebagaimana yang dituduhkan kepada Syiah dalam Azan, adalah bidah menurut jumhur ulama Syiah.

Minggu, 12 Februari 2017

Manfaat Shalawat [by Muhammad Bhagas]


image

Dalam kitab Al-Durr Al-Mandhud, karya Ibn Hajar Al-Haitami (w. 974 H), pasal ke-4, halaman 185, ternukil kisah berikut:

وجاءت امرأة إلى الحسن البصري فقالت: توفّيت لي بنت، وأريد أن أراها في النوم، فأمرها أن تصلّي أربع ركعات بعد صلاة العشاء، [تقرأ] في كل ركعة (الفاتحة) و (ألهاكم التكاثر) مرة، ثم تضطجع وتصلّي على النبي صلى الله عليه وسلم إلى أن تنام، ففعلت فرأتها في أقبح العذاب وأشده، فانتبهت وجاءت الحسن، فأمرها بصدقة عنها لعل الله عز وجل يعفو عنها، ونام الحسن تلك الليلة، فرأى امرأة في أحسن النعيم، فقالت له: أتعرفني؟
أنا ابنة تلك المرأة التي أمرتها بالصلاة على محمد صلى الله عليه وسلم، فقال لها: إن أمك قد وصفت حالك بغير هذه الرؤية؟ فقالت: هو كما قالت، قال: فبماذا بلغت هذه المنزلة؟ قالت: كنا سبعين ألفا في العقوبة، فعبر رجل من الصالحين على قبورنا، وصلى على النبي صلى الله عليه وسلم مرة، وجعل ثوابها لنا، فقبلها الله عز وجل منه، وأعتقنا كلنا من تلك العقوبة ببركته، وبلغ نصيبي ما قد رأيته وشاهدته.

Seorang perempuan mendatangi Hasan Al-Bashri, lalu berkata, "Putiku telah meninggal. Aku ingin bertemu dengannya kendati hanya di dalam mimpi."

Sabtu, 11 Februari 2017

Kelompok Takfiri menurut Grand Syekh Al-Azhar Ahmad at-Thayyib

Para kelompok takfîr dengan pelbagai tindakan buruk mereka sama sekali tidak terkait paut dengan Ahlu Sunnah wal Jamâ’ah. Karena Mazhab Asy’ari adalah satu-satunya mazhab yang tidak mengkafirkan orang yang masih ahlil qiblat.

Beliau menegaskan bahwa akidah Asy’ariyah, Mâturîdiyah dan Ahlu Hadits adalah tonggak Ahlu Sunnah wal Jamâ’ah;  Tasawuf sebagai tarbiyah islamiyah; serta Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali adalah madrasah mazhab fikih Ahlu Sunnah wal Jamâ’ah.

Rabu, 08 Februari 2017

Syiah dan Rafidhah [by Candiki Repantu]

SALAH satu penamaan atau pelabelan dengan stereotipe negatif pada Syiah adalah mengubah nama Syiah menjadi "Rafidhah" (Pemberontak/Penolak). Memang Syiah sering juga disebut dalam literatur sebagai rafidhah, tetapi saat ini banyak orang yang menyimpangkan makna rafidhah dan mengisinya dengan makna atau konsep yang negatif.

Misalnya ada yang mengatakan bahwa "Rafidhah adalah kelompok yang mengkafirkan sahabat-sahabat Nabi Saw termasuk mengkafirkan Khalifah Abu Bakar dan Umar". Padahal makna Rafidhah tidaklah demikian. Ini salah satu fitnah yang dituduhkan.

Mari kita cek. Ibnu Hajar al-Asqalani menyebut rafidhah sebagai syiah ekstrem yang lebih mengutamakan Ali di atas Abu Bakar, Umar dan seluruh sahabat, tetapi tidak mencela mereka. 

Selasa, 07 Februari 2017

Uzlah Ilmiah illmuwan Muslim

UZLAH ILMIAH: SEBUAH TELADAN DARI PARA ILMUWAN MUSLIM

Ada pendapat dari kawan-kawan kalau para ilmuwan besar Islam (terdahulu) bisa berprestasi karena godaan hidup tidak begitu besar seperti sekarang.

Pandangan itu tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa tokoh besar yang memang dengan sengaja mengucilkan diri dari hiruk pikuk dunia untuk bisa berkarya maksimal.

Apa itu Syiah? [by Candiki Repantu]



Nasehat Bagi Pengkaji Syiah
"Di masa ini, tak sepatutnya kita mendengarkan omongan siapa saja yang mengutip secara sembarangan atau melepas lidahnya tanpa bukti nyata. Ia harus menunjukkan kepada kita sumber informasinya, secara jelas dan pasti. Beribu-ribu karangan ulama syiah imamiyah telah tersebar luas di seluruh negeri Parsi, India, dan lainnya, baik dibidang fikih, hadis, ilmu kalam, akidah, tafsir, ushul, ataupun doa-doa, zikir, etika, dan akhlak. Silahkan mencarinya agar anda memperoleh informasi yang sebenarnya. Jangan sekali-kali mengandalkan ocehan orang-orang yang memang kerjanya hanya menebarkan benih-benih kebencian dan permusuhan di kalangan sesama Muslim. Yaitu mereka yang setiap kali menulis tentang syiah, senantiasa mengutip segala sesuatu yang berupa kebohongan amat keji.” (Sayid A. Syarafuddin Al-Musawi, Penulis buku populer 'Dialog Sunni-Syiah').

Senin, 06 Februari 2017

Terungkap, Ulama ini Beberkan Fakta Sikap Iran ke Komunitas Suni



Terungkap, Ulama ini Beberkan Fakta Sikap Iran ke Komunitas Suni

Begitu menyebut Republik Islam Iran, persepsi kebanyakan orang akan meruncing menyatakan bahwa negara yang terletak di Asia Barat Daya ini, ini 100 persen penduduknya bermazhab Syiah.

Padahal, menurut tokoh Suni terkemuka asal Bandar Abbas, selatan Iran, Habib Syekh al-Islam, Sayyid Abd al-Baits Qitaly, komunitas Muslim Suni juga berdomisili di Iran, terutama di daerah-daerah perbatasan.

Populasi Muslim Suni di negara beribukotakan Teheran ini mencapai 10 persen dari total jumlah penduduknya yang berjumlah 70 juta jiwa.

Menurut Sayyid yang juga Imam Besar Masjid Jami’ Banddar Abbas ini, kedua entitas tersebut, Syiah dan Suni hidup saling berdampingan.  

"Sangat berbeda seperti apa yang disampaikan media terutama media barat yang biasa sering melakukan kebohongan atau hal-hal kecil kemudian menjadi besar," katanya saat berkunjung di kantor Republika di Jakarta, Rabu (1/6) bersama Prof‎ Mohammad Hasan Zamani, Kepala Hubungan Luar Negeri Hauzah Ilmiyah Iran. 

Sayyid Abdul Ba'its memastikan selama 38 tahun setelah Revolusi Iran semua kelompok agama dan mazhab mampu mempertahankan persatuan dan kesatuan baik di dalam dan luar. Berikut petikan wawancara Republika dengan Sayyid abd al-Baits yang merupakan keturunan Rasulullah SAW itu: 

Sabtu, 04 Februari 2017

Grand Syekh Al Azhar: Sunny dan Syiah Adalah Saudara

Grand Syekh Al Azhar Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb mengatakan bahwa umat Islam yang berakidah Ahlussunah bersaudara dengan umat Islam dari golongan Syiah.

“Sunny dan syiah adalah saudara,” terang Syekh Ath-Thayyeb saat dimintai pandangannya oleh Dirjen Bimas Islam Machasin terkait permasalahan Sunny dan Syiah saat melakukan pertemuan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, Senin (22/02). Hadir dalam kesempatan ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin serta sejumlah ulama dan tokoh cendekiawan muslim.

Jumat, 03 Februari 2017

Sejarah dan Asal-Usul Kata: Allah

Apakah kata "Allah" sebagai nama Tuhan itu hanya digunakan oleh umat Islam saja? Jawabnya jelas: tidak. Berbagai kajian kesejarahan dan arkeologi menunjukkan bahwa kata "Allah" ini sudah ada jauh sebelum Islam lahir pada abad ketujuh di Makah, dan dipakai sebagai nama Tuhan oleh berbagai kelompok agama (baik monoteis maupun politeis) di Arab dan Timur Tengah kala itu. Ada banyak nama untuk menyebut "Tuhan" dalam tradisi masyarakat Arab waktu itu, termasuk "Allah" ini. 
 
Hingga kini, selain umat Islam, nama "Allah" juga dipakai untuk menyebut "Tuhan" oleh sejumlah kelompok agama seperti umat Kristen Arab (Koptik, Maronite, Melkite, dlsb), Babisme (di Persi/Iran), umat Kristen Malta, dan Yahudi Mizrahi atau Mizrahim (Bahasa Arab: al-Masyriqiyyun), yaitu umat Yahudi "asli" Timur Tengah sejak era biblikal sampai sekarang.