Kamis, 30 Maret 2017

Ulama Sunni Tawassul di Kuburan Imam Syiah

Tawassul tidak hanya dilakukan orang-orang Islam mazhab Syiah. Ternyata ulama Sunni pun melakukannya. Terlebih ini tawassul melalui Imam Syiah. Siapakah ulama Sunni yang bertawassul kepada Imam Syiah? Berikut ini ulama Sunni yang melakukan tawassul:

Rabu, 29 Maret 2017

Kebudayaan dan Kuburan [by Candiki Repantu]

Sebagai kebudayaan, ekspresi keagamaan dalam perasaan, perkataan atau tindakan selalu mewarnai aspek kehidupan manusia dari kelahiran hingga kematian. Ekspresi keagamaan berwujud ibadat yang dalam antropologi disebut ritual, pemujaan, atau ritus (rites). Ritus ini selalu berhubungan dengan pemujaan terhadap yang supernatural, yang gaib, baik tempat, benda, waktu, atau orang yang keramat, suci, dan istimewa yang dalam antropologi disebut yang sakral.

Kebudayaan di seluruh dunia, masa lalu dan kini, menunjukkan pada dasarnya ritus ziarah kubur dan kultus (pemujaan) pada orang yang meninggal adalah tradisi yang dimiliki oleh seluruh kebudayaan manusia kapan pun dan di mana pun. 

Selasa, 28 Maret 2017

Pendapat Mufti Mesir tentang Syiah

Prof. Dr. 'Ali Jum'ah rahimahullah, ulama besar Al-Azhar Kairo yang menjabat sebagai Mufti Mesir, dalam kitab Al-Bayan Lima Yashgal Al-Adzhan, soal ke-17, halaman 80, menyatakan berikut:

أما بالنسبة للخلاف بين السنة والشيعة، فهناك اختلافات في أمور فرعية، وإن كانت كثيرة، ولكنْ هناك اتجاه للتقريب بين السنة والشيعة، وهم متفقون على أساس العقيدة، فليست الخلافات بيننا في أساس قضية الإله والرسول والكتاب والإيمان بالغيبيات.
والشيعة يعيشون مع السنة منذ قرون عديدة في المملكة العربية السعودية، وبلاد الخليج والعراق واليمن وباكستان، ولا أظن أن الشيعة يعتقدون أن السنة ليسوا مسلمين، ولا السنة بالطبع يعتقدون أن الشيعة ليسوا مسلمين، كما لا نستطيع أن نقول إنه ليس هناك أية اختلافات وإلا فما سبب اختلاف المذهب إن لم يكن هناك اختلافات
والأزهر هو أقدم مؤسسة علمية تدرس العلم منذ أكثر من ألف عام ـ ويعتبر تابعًا للسنة ـ يدرس فيه المذهب الجعفري والزيدي، ويعدهما من المذاهب الفقهية التي يرجع علماء السنة إليها في استخراج الأحكام.
فنحن نعتقد أن الشيعة جزء من أمة الإسلام لا ينفصل عنها، ولا ينفر منها، وإن ظهر غير ذلك فبسبب سوء فهم بعض الجهلة وغير المتخصصين المتعصبين، أما من طالع العلم وتخصص في دراسة العقيدة والواقع؛ فقد علم أن الإسلام ليس السنة فحسب بل يشمل السنة والشيعة وغيرهم من لا يخرجون عن أصول الإسلام وإن اختلفوا في كثير من فروعه، والله تعالى أعلى وأعلم.

Minggu, 26 Maret 2017

Solusi agar Tidak Stress


Agama memberikan solusi terbaik untuk mengatasi stress. Contohnya kemarahan. Kemarahan adalah penyakit hati yang sangat besar pengaruhnya terhadap stress. Kalau dibandingkan dengan tubuh, maka kemarahan ibarat beras satu kwintal yang kita taruh di atas pundak kita. Kalau berhari-hari kita pikul, tanpa dilepas sesaat pun maka kita akan merasakan beban yang sangat menekan tubuh kita.

Demikian juga marah yang kita pendam dalam jiwa akan memberikan beban mental yang sangat berat dan bisa menimbulkan stress yang akut kalau tidak kita lepas. Itulah sebabnya agama melarang kita untuk marah lebih dari tiga hari, karena stress jiwa yang ditimbulkannya.

Jumat, 24 Maret 2017

Hadits tentang Asal Kelahiran Sayyidah Fatimah as

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa nutfah yang menjadikan Sayyidah Fatimah as berasal dari buah dari surga yang dimakan Rasulullah saw saat miraj ke langit. Berikut ini haditsnya:

حدثنا الهمداني، عن علي، عن أبيه، عن الهروي، عن الرضا (عليه السلام) قال: قال النبي (صلى الله عليه وآله): لما عرج بي إلى السماء أخذ بيدي جبرئيل (عليه السلام) فأدخلني الجنة فناولي من رطبها فأكلته فتحول ذلك نطفة في صلبي فلما هبطت إلى الأرض واقعت خديجة فحملت بفاطمة (عليها السلام) ففاطمة حوراء إنسية فكلما اشتقت إلى رائحة الجنة شممت رائحة ابنتي فاطمة

Rabu, 22 Maret 2017

Hubungan Membaik, Arab Saudi Izinkan Jemaah Iran Naik Haji

Hubungan Membaik, Arab Saudi Izinkan Jemaah Iran Naik Haji

Umat Islam Iran menerima kabar gembira. Kerajaan Arab Saudi mengizizinkan mereka menunaikan ibadah haji tahun ini, setelah sebelumnya dilarang akibat ketegangan politik kedua negara. 

"Kementerian Haji dan Biro Haji Iran dipersilahkan memberangkatkan jemaahnya tahun ini sesuai dengan prosedur sebagaimana dilakukan oleh seluruh negara Islam," tulis kantor berita Saudi, Jumat, 17 Maret 2017.

Selasa, 21 Maret 2017

Syiah di Nusantara

image
Syiah hadir sejak awal Islam masuk ke Nusantara. Bahkan, menurut beberapa sejarawan, kerajaan Islam pertama di Nusantara didirikan oleh Syiah: Kerajaan Perlak. Bukti arkeologisnya makam Raja Perlak pertama, Sultan Alaiddin Sayid Maulana Abdul Aziz Syah, di Peureulak, Aceh Timur.  
Sejarawan Slamet Muljana dalam Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara, meyakini Islam yang sampai di Asia Tenggara paling dahulu ialah aliran Syiah. Aliran Syiah dibawa oleh para pedagang Gujarat, Persia, dan Arab ke pantai timur Sumatra, terutama ke Perlak dan Pasai, dan mendapat dukungan dinasti Fathimiah di Mesir.

Senin, 20 Maret 2017

Syiah yang Dilupakan

image
KETIDAKTAHUAN masyarakat terhadap sejarah dan ajaran Syiah dinilai berperan dalam menyulut bara konflik Sunni-Syiah di Indonesia hingga sekarang. Karena itu, bangsa ini mudah labil dalam menyikapi perbedaan dua aliran besar dalam Islam itu. Demikian dikatakan Husain Heriyanto, staf pengajar Universitas Indonesia, dalam International Conference on Historical and Cultural Presence of Shias in Southeast Asia, di Universitas Gajah Mada Yogyakarta pada 21 Februari 2013.

Minggu, 19 Maret 2017

Kemenag Karanganyar Ajak Masyarakat Waspada Propaganda Penolakan Syiah

Kemenag Karanganyar Ajak Masyarakat Waspada Propaganda Penolakan Syiah

image
Maraknya aksi penolakan terhadap Syiah di Kabupaten Karanganyar oleh kelompok tertentu baik melalui spanduk, brosur, dan kardus nasi kotak ini menjadi perhatian oleh Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar. Pihak Kemenag setempat berjanji akan terus memantau propaganda tersebut.
Demikian imbauan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar Musta'in Ahmad di hadapan Kepala Madrasah Ibtidaiyah (Kamad MI) se-Karanganyar di MI Nangsri Kebakkramat, Karanganyar, Sabtu (27/2/2016).

Siapa Fatimah?

Dialah Sang Ratu bidadari dalam rupa manusia. Dia wanita teladan semesta raya. Dia pemimpin wanita surga. Dia yang kotoran lahir dan batin tidak menyentuhnya, karena Allah berkehendak mensucikannya. Dia yang cahayanya berkeliauan. Dia yang Allah ridha kepadanya dan dia ridha kepada Allah. Dia yang puasanya disyukuri Tuhannya. Dia yang murkanya adalah murka Allah, dan ridhanya adalah ridha Allah.

Dia…dia…dia…, tak mampu lisan dan tulisan menggambarkan kesempurnannya. Siapa Fatimah? Kita tak mampu menjawabnya, kita hanya bisa berkata, “Fatimah is Fatimah”, ungkap Ali Syariati. Tentang Fatimah ummu abiha, Muhammad Iqbal pun merangkai syairnya:

Sabtu, 18 Maret 2017

Kisah Kang Jalal Soal Syiah Indonesia

image
PERSETERUAN antara penganut Sunni dan Syiah bukanlah hal baru. Konflik ini telah berjalan ribuan tahun. Lokasi bentrokan tak cuma di Indonesia saja, melainkan pada banyak negara. Karena itu, cendekiawan Jalaluddin Rakhmat menyatakan konflik Sunni-Syiah bukan problem lokal atau nasional, melainkan permasalahan internasional.

Ketika Tempo berkunjung ke kediamannya, Kamis, 29 Agustus 2012, lelaki yang biasa disapa Kang Jalal ini bercerita soal Syiah di Indonesia. Mulai dari proses penyebaran, konflik, cara beribadah, hingga ancaman yang kerap diterima pengikut Syiah. Dan inilah hasil perbincangan wartawan Tempo: Choirul Aminuddin, Erwin Zachri, Cornila Desyana, dan Praga Utama dengan Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI) itu.

Rabu, 15 Maret 2017

I Wanna Change

Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Ali Muhammad

 “I wanna change Bi,” ujar anakku Ali pagi ini. Bangun pagi tadi, rutinitas paginya berbeda. Kami menyebutnya “ritual pagi”. Ia bangun lebih awal, minta dibuatkan kopi (mungkin itu yang ia maksud ‘berubah’), bersih-bersih dan membereskan peralatannya...lalu, katanya… “One thing left…” Satu lagi. Apa itu? Ia berwudhu dan shalat Subuh. Alhamdulillah. 

“I feel better, Bi” Katanya. “Iya Nak,” jawab saya, “doing good does makes you feel better.” Berbuat baik itu memang membahagiakan.

Lalu kami melepasnya pergi. Seperti biasa, ia melambaikan tangan hingga pertigaan. Berangkatlah sekolah Nak, doa ayah dan ibumu senantiasa menyertai.

Selasa, 14 Maret 2017

Ahlussunnah wal Jamaah (Sunni)


image
K.H. Said Agil Siradj dalam buku Ahlussunnah wal Jamaah dalam Lintas Sejarah (1997: 6)  mengatakan bahwa Ahlussunnah wal Jamaah dalam berbagai pendapat hanyalah ‘klaim’ saja, karena sampai saat ini—diakui ataupun tidak—belum ada defenisi terminologis yang baku tentang Ahlussunnah wal Jamaah. Meskipun hal ini disampaikan kepada orang yang mengaku/mengklaim dirinya Sunni.

Senin, 13 Maret 2017

Syiah adalah Mazhab Pertama dalam Sejarah Islam


image

Syiah secara bahasa berarti pengikut, pendukung, partisan, golongan, atau kelompok. Ada pun dalam istilah atau teknis penggunaannya, Syiah digunakan untuk menyebut kelompok umat Islam yang menjadi pengikut setia Imam Ali bin Abi Thalib as dan keturunannya.

Minggu, 12 Maret 2017

Tentang Orangtua Nabi



Kedudukan kenabian (an-Nubuwah) merupakan salah satu Ushuluddin (dasar agama) yang menjadi landasan bagi kita untuk mengamalkan agama dan meyakininya sepenuh jiwa. Hal ini karena tanpa kenabian kita tidak mengenal syariat agama yang suci.

Begitu pula agar manusia tidak memiliki alasan bahwa Allah Swt  membiarkan manusia untuk sesat tanpa memberikan pertolongan untuk mengenal diri-Nya dan hukum-hukum-Nya. Dengan demikian pengurusan Nabi menjadi keniscayaan bagi Allah Swt. Dan tentu yang diutus Allah menjadi Nabi bukanlah orang sembarangan, tetapi orang yang terbaik dari segala sisinya. Karena itu seorang Nabi haruslah menjaga kesucian diri (maksum), memiliki ilmu yang sempurna, dan juga keturunan orang baik. 

Syarat keturunan orang baik menjadi penting bagi kemaslahatan dakwah dan keterjagaan silsilah nasab para nabi dengan orang tuanya (perkawinan) yang juga hidup dalam keluarga layaknya manusia umumnya. Nabi sebagai manusia suci jiwa dan raganya, lahir dan batinnya, jasad dan ruhnya, tentu dititipkan Tuhan dalam sulbi-sulbi orang yang baik dan terjaga kesuciannya pula. 

Sebab itulah dalam keyakinan Mazhab Syiah, Nabi Muhammad Saw adalah keturunan manusia suci yang beriman sejak Nabi Adam as sampai Abdullah bin Abdul Muthalib.

Sabtu, 11 Maret 2017

SEJAUH MANA ANDA BISA MENGANDALKAN PENGLIHATAN?

SEJAUH MANA ANDA BISA MENGANDALKAN PENGLIHATAN?

Dalam metode ilmiah modern observasi (penglihatan) adalah metode utama penelitian ilmiah. Yang lain (reasoning dan persepsi intuitif) sering tidak diakui sebagai metode, alat dan sumber ilmiah, karena ketidak percayaan ilmuannya pada objek-objek non fisik. 

Pertanyaanya sekarang, sejauh manakah kita bisa mengandalkan pandangan mata kita? Ketika kita melihat bintang, kita bilang bintang kecil. Betulkan ia kecil? Ternyata tidak? Ketika kita lihat langit, gunung dan laut, kita bilang biru? Betulkan mereka biru?

Ternyata tidak. Ketika melihat pelangi ada di langit. Benarkah ia ada di langit? Ternyata tidak. 

Jumat, 10 Maret 2017

Tentang Nikah Mutah

Dalam agama Islam ada dua pernikahan: nikah daim dan nikah mu'tah. Daim bersifat tidak berbatas waktu, tetapi bisa diakhiri oleh pihak laki-laki dengan thalaq. Sedangkan mut'ah bersifat berbatas waktu atau ditetapkan masa berakhirnya (temporer) atas kesepakatan yang menikah.  

Secara umum, syarat dan rukun dari kedua nikah tidak berbeda. Hanya saja dalam nikah mut'ah saat akad (ijab qabul) disebutkan waktu dan batasan atau aturan yang disepakati selama menjalin pernikahan antara suami istri.

Kamis, 09 Maret 2017

Mulyadi Kartanegara: APAKAH ORANG GILA BERLOGIKA?

APAKAH ORANG GILA BERLOGIKA? Saya kira ya, hanya saja karena cara berfikir dan pandangannya berbeda dengan kebanyakan kita, maka kita bilang ia tidak waras, artinya tidak seperti kebanyakan. Ketika orang gila tertawa sendiri, kita yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada dirinya, akan mengatakan edan, tetapi sebenarnya ia punya logikanya sendiri yang membuat dia merasa perlu tertawa. Mungkin ia melihat seseorang ghaib datang dan mengajaknya tersenyum? Tapi karena kita tidak melihatnya, kita mengatakan ia tersenyum sendiri. 

Rabu, 08 Maret 2017

Murtadha Muthahhari: Sunnah dan Itrah Ahlulbait

"... Kita tidak dapat menafikan kemungkinan Nabi saw bersabda di kesempatan tertentu bahwa Nabi saw akan meninggalkan dua perkara: Kitab Allah dan sunahnya. Tidak ada perbedaan antara keturunan Nabi saw dan sunahnya, karena yang dapat menjelaskan sunahnya adalah keturunannya. Sedangkan eksistensi keturunannya dan sunahnya satu sama lain tidak terpisah. Keturunan beliaulah yang menjelaskan secara terperinci dan menjaga sunahnya. Bila Nabi saw menyebut keturunannya bersama kitab Allah, beliau bermaksud mengatakan bahwa kalau mau mengetahui sunahnya, rujuklah keturunannya. Bahkan pernyataan bahwa Nabi saw bersabda, ‘Aku tinggalkan kepada kalian dua amanat yang berat: kitab Allah dan keturunanku’, itu sendiri sunnah. 

Karena itu, tidak ada perbedaan antara sunnah Nabi saw dan keturunan beliau. Kalau di satu tempat dan bahkan ini belum pasti, Nabi saw mengatakan, ‘Aku tinggalkan kepada kalian dua amanat yang berat: kitab Allah dan sunnahku’, maka dibanyak tempat lainnya, beliau menggunakan ungkapan lain. Jika dalam satu kitab hadis ini ditulis dalam satu bentuk, pada dua ratus kitab lainnya ditulis dalam bentuk lain.”

Sumber: Murtadha Muthahhari, Tafsir Holistik: Kajian Seputar Relasi Tuhan, Manusia, dan Alam (Jakarta: Citra, 2012) halaman 614.

Selasa, 07 Maret 2017

Konstruksi Shia, Imamiyah, dan Ismailiyah


Saya kebetulan sering mendengar ceramah Sayed Ammar Nasakhwani, dan konstruksi shia kebanyakan saya pahami dari beliau. Namun, yang saya belum paham adalah bagaimana kepemimpinan shia sejak Mahdi menghilang. Pertanyaan saya:

1. Apa sebutan theologis untuk menghilangnya mahdi dan kenapa harus demikian?
2. Jika pada masa awal mahdi memimpin umat dengan 4 orang penyampai pesan, bagaimana dengan sekarang? Bagaimana kepemimpinan shia bekerja? Bagaimana dengan fungsi ulama?
3. Bagaimana dengan sistem negera Iran dan hubungannya dengan shia?

Minggu, 05 Maret 2017

Mengapa Imam Ali As baiat kepada Abu Bakar, Umar dan Usman?

Pertanyaan
Tatkala Imam Ali As mengetahui bahwa Allah Swt telah mengangkatnya sebagai khalifah lalu mengapa ia memberikan baiat kepada Abu Bakar, Umar dan Usman? Apabila diatakan bahwa ia tidak memiliki kekuasaan d  an kemampuan, sementara kita tahu bahwa barangsiapa yang tidak memiliki kekuasaan dan kemampuan maka sesungguhnya ia tidak memiliki kelayakan untuk menjadi imam, karena seseorang dapat menjadi imam tatkala ia memiliki kemampuan. Apabila dikatakan bahwa Imam Ali memiliki kemampuan namun beliau tidak memanfaatkannya maka hal ini merupakan sebuah pengkhianatan dan seorang pengkhianat tidak dapat menjadi seorang imam! Ia tidak dapat menjadi pemimpin yang dipercaya oleh masyarakat. Sementara Imam Ali As tidak mungkin berbuat khianat. Ia suci dari segala macam pengkhianatan. Lalu apa jawaban atas pertanyaan ini?

Sabtu, 04 Maret 2017

Haidar Bagir: Sejarah Sunni-Syiah adalah Sejarah Perdamaian


image

Gerakan anti Syiah belakangan semakin menguat di Indonesia. Bahkan saat ini sudah berdiri organisasi yang secara khusus untuk mengkampanyekan gerakan anti Syiah seperti Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS). Dideklarasikan di Bandung, 20 April 2014 lalu, saat ini ANNAS sudah melebar ke sejumlah daerah lainnya.
Kalangan anti Syiah lazim menuduh Syiah sesat, Syiah bukan Islam, Syiah mempunyai Al-Quran yang berbeda dengan Sunni, bahkan Syiah akan melakukan revolusi di Indonesia. Organisasi-organisasi Syiah dan tokoh-tokoh tertentu sering menjadi sasaran tuduhan dan caci-maki mereka. Salah seorang yang sering menjadi sasaran tuduhan dan caci-maki tersebut adalah Haidar Bagir. Sekolah Lazuardi yang dipimpin Haidar, misalnya, dituduh mengajarkan syahadatnya Syiah. Isu itu mereda setelah orangtua murid dan beberapa alumni Lazuardi membantah tuduhan itu. Haidar punya sejumlah catatan kenapa ketegangan Sunni-Syiah belakangan menguat. Menurutnya, memang ada persoalan laten dalam hubungan Sunni-Syiah, tapi ketegangan yang ada saat ini lebih karena menguatnya ideologi takfiri yang menyertai gerakan salafisme. Untuk lebih jelas mengetahui persoalan di atas, Warsa Tarsono dari Madina Online mewawancarai Haidar Bagir, di salah satu kantornya di Cinere, Depok. Berikut petikan lengkapnya.