Minggu, 30 April 2017

Mengenal mazhab Syiah melalui IJABI

Perlu diketahui tulisan ini pengamatan di komunitas Syiah dan interaksi langsung dengan tokoh dan ustadz dari ormas IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia): Ustadz Miftah Rakhmat, Dr Muhammad Babul Ulum, dan menyimak kajian dari Dr Jalaluddin Rakhmat. Saya mengikuti aktivitas komunitas sejak tahun 2002 hingga sekarang. Untuk apa ikut dalam kajian Syiah? Agar bisa memahami langsung Islam mazhab Syiah dari para penganutnya dan tokoh-tokohnya. 

Karena itu, melalui catatan ini saya beranikan diri untuk menulis pemahaman yang saya "tangkap" tentang Syiah dari para ustadz IJABI. Hal ini saya lakukan (sebagai informasi bandingan) karena di luar komunitas Syiah masih ada penyebaran informasi yang tidak sesuai dengan ajaran dan pahaman agama Islam yang dianut teman-teman IJABI yang notabene sebagai masyarakat Syiah di Indonesia.

Sabtu, 29 April 2017

Sunni dan Syiah: untuk Apa Dipersoalkan?

Persoalan mazhab Sunni dan mazhab Syiah bukan hanya ada dalam sejarah. Sekarang ini muncul lagi. Masalah mazhab Sunni dan Syiah di Indonesia kembali dipersoalkan oleh segelintir orang yang mengaku paling "Islam" dalam beragama. Ulama dari seluruh dunia dalam konferensi di Jordania tahun 2005 sepakat bahwa Syiah bagian dari Islam dan tidak boleh dikafirkan. Ternyata suara ukhuwah di Jordania tidak sampai pada telinga mereka. Orang-orang yang anti Syiah di Indonesia membuat kisruh dengan pernyataan yang memperlihatkan kebodohannya.

Jumat, 28 April 2017

Siapa itu Syiah?

Guru saya pernah bercerita bahwa suatu hari Sayyid Muhammad Husein Fadlullah (Allahu yarham) ditanya: apa yang harus saya jawab kalau ditanya mazhab, Sunni atau Syiah? Jawablah: Ana Muslim. 

Jawaban dari Marja Taqlid tersebut betul-betul menyentakan dada. Beberapa kali saya terlibat diskusi dengan seseorang yang ngaku dirinya Syiah. Namun, dari perilaku dan ucapannya tidak cerminkan seorang yang beragama. Beberapa kali saya diskusi tentang Syiah di media-media sosial, ternyata yang saya pahami dari orang-orang yang mengaku dirinya Syiah itu hanya identitas saja. Mereka belum sampai pada makna Syiah secara hakiki; yang sesuai dengan Syiah yang dimaksud oleh para Imam Ahlulbait.

Kamis, 27 April 2017

Kebebasan dan Toleransi, Masihkah Kita Miliki?

Ketika bicara kebebasan berpikir dan toleransi di negeri kita, Indonesia, dan setelah mengajar dan hidup di Malaysia dan Brunei, saya selalu membanggakan kebebasan berpikir dan keterbukaan masyarakat kita terhadap berbagai ragam pemikiran, bahkan pemikiran agama. Dan kebebasan berpikir seperti itu, menurut saya dan juga sudah saya tulis di buku-buku saya, adalah penting sebagai syarat bagi terbangunnya sebuah peradaban dan sintesa-sintesa besar dalam pemikiran manusia.

Rabu, 26 April 2017

Apa yang Dilakukan Imam Ali setelah Peristiwa Saqifah?

image
Kita sering mendengar pernyataan bahwa jika Imam Ali bin Abi Thalib as adalah yang berhak atas kepemimpinan umat: kenapa Beliau as tidak menuntutnya dan merebutnya kembali?
Dalam kesempatan kali ini saya akan menukil salah satu riwayat shahih dalam kitab Rijal al-Kasyi yang sedikit mungkin bisa menggambarkan kondisi ketika itu, di mana hanya tiga orang yang selalu setia, loyal terhadap Imam Ali as.
Begitu banyak sahabat Nabi dan tentunya juga mendengarkan hadits ghadir, tetapi hanya sedikit sekali yang berpegang teguh kepadanya. Kita bisa bayangkan kesedihan Imam Ali as menghadapi kondisi seperti itu.
Mereka bersumpah ingin membai'at Imam Ali, ketika Imam Ali uji mereka hanya tiga orang yang mentaatinya. Lalu dengan hanya tiga orang sahabat, apakah pertanyaan di atas masih relevan ditanyakan?

Selasa, 25 April 2017

Di Antara Sahabat Saling Bunuh

Al-Amini dalam kitab Al-Ghadir, juz 5, halaman 96 menyebutkan, di saat meletus Perang Jamal yang terjadi antara pemimpin yang sah: Imam Ali bin Abi Thalib Kw, dengan kaum pembangkang yang dipimpin oleh Aisyah, Thalhah, dan Zubair. Juga terdapat Marwan bin Hakam, mantan penasihat Utsman, yang bergabung dalam pasukan pembangkang.

Sikap tersebut ia (Marwan) ambil agar dapat leluasa balas dendam terhadap salah satu pembunuh Utsman, yaitu Thalhah bin Ubaidillah, yang menjadi salah satu pemimpin kaum pembangkang.

Setelah Marwan berhasil membunuh Thalhah, ia berkata kepada Abban putra Utsman, “Laqad kafaituka ahada qatlati abĂ®ka” (Sungguh hari ini telah aku ‘bereskan’ salah seorang pembunuh ayahmu).

Senin, 24 April 2017

Ahmad bin Hanbal pun Tabarruk

Entah semua atau sebagian Salafi yang mengklaim diri bermazhab Hanbali. Minimal kecendrungan kepadanya. Mari bandingkan pendapat (sebagian dari) Salafi dengan pendapat Ahmad bin Hanbal yang tercatat dalam kitab al-'Ilal wa Ma'rifat al-Rijal, no. 3243.
'Abdullah, putra Ahmad bin Hanbal, meriwayatkan:

Minggu, 23 April 2017

Islam Mazhab Syiah: Sumber Ajaran dan Otoritas Keagamaan

SUDAH bukan lagi rahasia, kalau Islam mazhab Syiah Imamiyah (Itsna Asyariyah) dan pengikut Ahlulbait di Indonesia disebut sesat. Pernyataan demikian muncul dari segelintir orang yang tidak paham dengan ajaran dan sumber-sumber yang digunakan mazhab Syiah.  Ajaran mazhab Syiah bersumberkan dari Al-Quran dan hadis Rasulullah saw serta merujuk pada riwayat dari Ahlulbait. Hadis yang menjadi pedoman adalah: tsaqalain (yang menyatakan dua pedoman yang mesti diikuti oleh umat Islam setelah wafat Rasulullah saw) yaitu Al-Quran dan Itrah Ahlulbait.

Kaum Muslim Syiah juga merujuk pada hadis Ghadir Khum yang menyebutkan Imam Ali bin Abi Thalib ra sebagai washi dan waliy. Sehingga perlu merujuk dan mengikutinya sesuai dengan ketatapan hadis dari Rasulullah saw: Man kuntu mawla fa hadza ‘aliyyun mawla. Dan dalam hadis pula Rasulullah saw menyatakan bahwa Imam Ali bin Abi Thalib as sebagai pintu ilmu. Karena itu, selayaknya umat Islam mengikuti ketatapan Rasulullah saw untuk mengikuti sekaligus mengambil ajaran beserta ilmu-ilmu agama dan meneladani Imam Ali bin Abi Thalib as. Setelah Imam Ali as, yang dirujuk dalam agama Islam adalah sebelas Imam Ahlulbait setelahnya. Keyakinan tentang Imamah Ahlulbait yang duabelas orang ini yang menjadi ciri utama dari mazhab Syiah Imamiyah, yang popular disebut mazhab Ahlulbait.

Sabtu, 22 April 2017

Otoritas dalam Islam Mazhab Syiah Imamiyah

Dalam sejarah diketahui bahwa ketika ada Nabi Muhammad saw, umat Islam merujuk kepadanya dalam urusan agama dan kehidupan. Masa hidup Nabi setiap persoalan diajukan kepadanya dan dijawab langsung. Pascawafat Nabi Muhammad saw, kaum Muslim Syiah meyakini bahwa otoritas agama Islam berada pada Imam-imam dari Ahlulbait. Mereka meyakini bahwa Nabi menetapkan Imam Ali bin Abi Thalib ra sebagai washi, maula, dan khalifah setelah Rasulullah saw berdasarkan hadis ghadir khum dan hadis tsaqalain yang menyebutkan pentingnya merujuk kepada Al-Quran dan Ahlulbait.

Kamis, 20 April 2017

Kisah Pemotong Hadis


Suatu hari di Jawa Timur diundang seorang ulama dari Arab Saudi. Dikiranya hendak menyampaikan kesesatan Syiah, malah menyampaikan keutamaan Ahlulbait dan pentingnya mengikuti Ahlulbait dengan hadis-hadis sahih sebagai dasarnya.

Ceramah tersebut direkam kemudian dibuat tulisan dan disebarkan dalam media, yang dari segi isi tidak utuh. Perilaku curang tersebut dilakukan oleh seseorang yang tidak menyukai mazhab Ahlulbait atau Syiah.

Rabu, 19 April 2017

Tentang Kang Jalal


Dr. Muhsin Labib dalam facebook menulis:

“Almarhum Ust. Husin Alhabsyi, yg disepakati sbg Bapak komunitas ini, mewanti-wanti kami, saya dan putra2 beliau utk tetap menghormati dan mengingat selalu peran tak tergantikan Ust. Jalaludin Rakhmat. Alhamdulillah, meski terjadi beragam polemik dan kesalahpahaman dlm arena komunitas, wanti2 itu lestari dlm benak kami. Saya bangga ditunjuk beliau sbg editor ahli di sebuah penerbit besar menggantikan beliau yg saat itu melanjutkan studi di Australia. Adik saya, Ust. Musa Kazhim, menjadi anak angkat beliau selama beberapa tahun di Bandung. Ust. Jalaluddin tlh rela mengorbankan karir dan kiprahnya demi membela ‘jalan suci’ ini. Beliau adalah pusaka setiap peniti jalan ini, apapun ormas dan lembaga serta afiliasinya. Semoga Allah menjaganya dalam keberkahan usia dan kesehatan.”

Senin, 17 April 2017

Keluar dari Mazhab Syiah

Seseorang mengatakan ada orang yang menjadi Muslim Syiah selama 30 tahun kemudian keluar. Saya hanya senyum saja. Sebab yang saya ketahui yang sudah menjadi Syiah, tidak akan keluar dari mazhab Syiah. Kalau bukan karena persoalan pendapatan dan kasus keluarga.

Ada seorang ulama Tunisia bernama Muhammad Tijani Samawi. Setelah riset dan menemukan kebenaran dengan mengkaji mazhab Syiah, kemudian menjadi ulama Syiah yang banyak menulis buku. Bahkan sosok KH Jalaluddin Rakhmat (Kang Jalal) mengikuti Islam mazhab Syiah karena hasil penelitian. Bukan sembarang ikut. 

Di Indonesia ini orang yang ikut Mazhab Syiah lebih banyak karena hasil pencarian kebenaran melalui diskusi atau telaah buku-buku serta melakukan kajian perbandingan antar mazhab. Jadi, tidak ada pemaksaan dalam memilih mazhab Syiah. Siapa pun boleh mempelajarinya.

Minggu, 16 April 2017

Cara Mempelajari Mazhab Syiah

SUATU hari seseorang mengirim pesan menanyakan tentang cara mempelajari agama Islam Mazhab Syiah. Karena saya masih awam dan belum paham benar tentang Mazhab Syiah sehingga saya berbagi dari yang saya lakukan dalam belajar agama Islam, terutama dalam mempelajari mazhab-mazhab dalam sejarah Islam.

Saya jawab sesuai dengan yang saya ketahui dan berdasarkan pengalaman pribadi. Sampai sekarang saya membaca buku atau artikel tentang Syiah sembarang saja. Kadang dari buku akidah, fikih, atau sejarah. Namun, buku yang dibaca itu dipastikan penulisnya adalah ulama Syiah muktabarah; yang diakui oleh orang-orang Syiah. Jadi, sebelum baca bertanya dahulu pada orang-orang yang disinyalir pengikut Syiah, kira-kira buku apa saja yang layak dibaca yang representatif Syiah.

Sabtu, 15 April 2017

Belajar Mazhab Syiah dari Dirasah Islamiyyah


Belajar mazhab Syiah bisa dimulai dari bidang studi yang menjadi minat kita. Misalnya dalam Dirasah Islamiyyah (studi Ilmu-ilmu Islam), kita ambil satu bidang studi. Seperti saya minat pada studi sejarah Islam. Sebagai tambahan pengetahuan, saya membaca buku-buku sejarah Islam yang ditulis ulama atau muarikhin Syiah.

Kalau memilih bidang akidah atau ilmu kalam, bisa dimulai dari membaca sejarah dan tokoh dari firqah Khawarij, Murjiah, Jabariyah, Qadariyah, Asyariyah, Maturidiyah, Mutazilah, dan Syiah. Bandingkan prinsip keimanan atau akidah beserta sumber keyakinan yang ada dalam setiap firqah tersebut.

Untuk mengkaji Syiah bisa dilakukan secara tersendiri dengan melihat perkembangan atau pecahnya dalam bentuk aliran Imamiyah, Ismailiyah, Zaidiyah, Kisaniyah, dan lainnya.

Jumat, 14 April 2017

Khutbah Rasulullah saw di Ghadir Khum

PADA 18 Dzulhijjah, setelah melaksanakan haji terakhirnya (hajj al-wada) Nabi Muhammad saw pergi meninggalkan Makkah menuju Madinah bersama sekira tujuhpuluh ribu kaum Muslim kemudian berdiam pada satu tempat bemama Ghadir Khum (kini dekat dengan Juhfah) dan di tempat ini pula turun wahyu (Tafsir Ath-Thabari, jilid 7, hal. 109; dan Tafsir al-Durr al-Mantsur karya Jalaluddin Suyuti, jilid 3, hal. 8).

Kamis, 13 April 2017

Khazanah Ilmu dan Mazhab dalam Agama Islam

Dalam kajian peradaban Islam banyak diceritakan tentang mazhab-mazhab Islam yang terdapat pada ilmu kalam, tafsir, tawasuf atau tarekat, filsafat, fikih, politik, hadis, dan lainnya.

Yang berkaitan dengan aqidah adalah kajian ilmu kalam atau teologi Islam. Yang berkaitan dengan pengetahuan ajaran-ajaran Islam adalah tafsir dan hadis. Yang berkaitan dengan syariat atau amalan Islam adalah fikih.

Yang berkaitan dengan amalan zikir, doa, dan zuhud adalah tasawuf. Yang berkaitan dengan pemikiran Islam adalah filsafat.

Sementara yang berkaitan dengan pemerintahan, aturan masyarakat, dan kehidupan masyarakat diatur dalam politik atau jinayah siyasah.

Rabu, 12 April 2017

Syiah Punya Al-Quran


Benarkah Syiah punya Quran sendiri dan berbeda dengan yang dipegang kaum Sunni? Pernyataan adanya Al-Quran yang berbeda, hanya fitnah dan taktik untuk menyesatkan Syiah. Sampai sekarang, Al-Quran yang ada di Iran, Irak, dan Arab Saudi sama. Al-Quran yang dimiliki kaum Syiah berbeda dari desain dan corak serta warna dalam cetakannya.

Saya punya kitab Tafsir Al-Mizan karya Allamah Muhammad Husain Thabathabai, seorang ulama Syiah abad duapuluh Masehi. Thabathabai dalam kitab tersebut menafsirkan Al-Quran Mushaf Utsmani yang tiga puluh juz; yang beredar di negeri umat Islam. Ini juga diakui oleh Ustadz Nabhan Husen dari Dewan Dakwah Islamiyah (DDI) Indonesia bahwa Al-Quran yang digunakan kaum Muslim Syiah sama dengan Al-Quran yang beredar dan digunakan umat Islam Indonesia.

Selasa, 11 April 2017

Diseminasi Karya Ilmiah Dr Muhammad Zuhdi, Rekonstruksi Pemikiran Marjaiyyah

Alhamdulillah, kegiatan LPII (Lembaga Pembinaan Ilmu-ilmu Islam) Muthahhari yang bertajuk Sekolah Islam Ilmiah: Diseminasi Karya Ilmiah Dr Muhammad Zuhdi terlaksana dengan baik dan lancar. Diawali dengan shalawat, pembacaan al-Quran, teks Pancasila, lagu Indonesia Raya, hymne dan mars IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia).

Acara yang berlangsung pada Ahad, 9 April 2017, pagi hingga siang, dihadiri sekira 150 jamaah di Aula Muthahhari Bandung. Narasumber yang mengisi: Dr KH Jalaluddin Rakhmat, Dr Muhammad Zuhdi, Ustadz Miftah Fauzi Rakhmat, dan moderator Dr Muhammad Babul Ulum.

Senin, 10 April 2017

Diseminasi Karya Ilmiah Dr Nurbaiti, Memori Kolektif dan Jejak Syiah

Alhamdulillah, kegiatan Diseminasi Karya Ilmiah Dr Nurbaiti: Aceh Gerbang Masuknya Islam ke Nusantara, pada hari Minggu, 5 Maret 2017, terlaksana dengan baik dan aman. Selain Dr Nurbaiti, yang menjadi narasumber adalah Dr Jalaluddin Rakhmat dan Dr Muhammad Babul Ulum sebagai moderator.

Karya ilmiah Dr Nurbaiti yang dipaparkan di Sekolah Islam Ilmiah LPII Muthahhari ini merupakan hasil riset sejarah dan budaya Islam di Aceh. Dari risetnya, Nurbaiti  menyimpulkan agama Islam yang masuk ke Aceh sekira abad 8 Masehi dibawa para pedagang kemudian disebar di kawasan Aceh dan Sumatera. Selanjutnya bergerak ke Sunda, Jawa, dan daerah lainnya.

Minggu, 09 April 2017

Organisasi Syiah Indonesia Bantah Bolehkan Nikah Mutah

image
Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI), organisasi pengikut aliran Syiah di Indonesia, membantah jamaahnya diperbolehkan untuk tidak salat Jumat dan nikah mut'ah (kawin kontrak).

“Kami di IJABI nikah mut'ah diharamkan,” tegas Ketua Dewan Syura IJABI Jalaluddin Rakhmat saat jumpa pers di Kantor Pusat IJABI di Jakarta Selatan, Sabtu (31/12/2011).

Sabtu, 08 April 2017

Hadis tentang Dua Belas Imam [by Muhammad Bhagas]

Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa Aali Sayyidina Muhammad

Ada dua mazhab besar dalam Islam: Sunni dan Syiah. Perkara siapa yang harus dirujuk sepeninggal Rasulullah Saw menjadi perbedaan mendasar kedua mazhab itu. Sunni berpegang pada mayoritas sahabat. Syi'ah berpegang teguh pada Ahlul Bait dan 'itrahnya. Keluarga terdekat dan keturunan Sayyidah Fathimah Az-Zahra' dinamai 'itrah. Inilah yang dikenal dengan dua belas imam Ahlul Bait.

Jumat, 07 April 2017

Dina Sulaeman: Cara Menganalisis Berita dalam Kasus Senjata Kimia di Idlib

Cara Menganalisis Berita dalam Kasus Senjata Kimia di Idlib
Berkali-kali mahasiswa menanyakan kepada saya, bagaimana cara kita menelaah berita dari media mainstream. Berikut ini contohnya. Kasus yang akan kita pelajari adalah berita dari New York Times (NYT), ditulis tanggal 4 April 2017, di hari yang sama dengan kejadian serangan senjata kimia tersebut. Penulisnya Anne Barnard dan Michael R. Gordon yang melaporkan dari Beirut (Lebanon). [1]

Kamis, 06 April 2017

Aliran Syiah di Nusantara (5)

Oleh H. ABOEBAKAR ATJEH

Baik orang Syiah maupun orang ahli Sunnah menganggap Ali bin Abi Thalib adalah ahli tafsir Quran yang pertama. Sejarah Islam karena ia masih mendapati Nabi yang selalu memberi petunjuk dalam pengertian dan ta’rif daripada wahyu-wahyu Tuhan yang mentaati paham manusia biasa.

Sudah kita katakan bahwa Ali tidak saja berjasa mengawasi pengumpulan ayat-ayat Qur’an, tetapi juga mempunyai pengetahuan tentang sejarah turunnya ayat dan surat, tentang ayat hukum dan mutasyabih, ayat nasikh dan mansukh, bahkan ada riwayat yang mengatakan, bahwa ia mempunyai enam puluh macam ilmu Qur’an, dan sebagaimana yang sudah kita katakan, mashafnya penuh dengan catatan2, seperti masih dapat dilihat beberapa lembar dari padanya dalam perpustakaan di Nejef.

Rabu, 05 April 2017

Aliran Syiah di Nusantara (4)

Oleh H. ABOEBAKAR ATJEH

Ali bin Muhammad At-Thaus dalam kitabnya Sa’dus Su’ud berdasarkan keterangan Abu Ja’far bin Mansur dan Muhammad bin Marwan, berkata, bahwa pengumpulan Qur’an dalam masa Abu Bakar oleh Zaid bin Sabit gagal, karena banyak dikeritik oleh Ubay, Ibn Mas’ud dan Salim, dan kemudian terpaksalah Usman mengadakan usaha mengumpulkan ayat-ayat Qur’an lebih hati-hati dan seksama, di bawah pengawasan Ali bin Abi Thalib (Az-Zanjani, hal. 45).

Maka pengumpulan Qur’an dengan pengawasan Ali bin Abi Thalib inilah yang berhasil, karena pengumpulan itu, tidak saja disetujui oleh Ubay, Abdullah bin Mas’ud dan Salam Maulana Abu Huzaifah, tetapi juga oleh sahabat-sahabat yang lain. Mashaf Usman inilah yang kita namakan Qur’an umat Islam sekarang ini, yang tidak saja wahyu-wahyunya benar seperti yang disampaikan Nabi, tetapi bahasanya dan bunyi ucapannya sesuai dengan aslinya. Usman membuat beberapa buah diantara mashaf ini, sebuah untuk dirinya, sebuah untuk umum di Madinah, sebuah untuk Mekkah, sebuah untuk Kufah, sebuah untuk Basrah dan sebuah untuk Syam.

Selasa, 04 April 2017

Aliran Syiah Di Nusantara (3)

Oleh H. ABOEBAKAR ATJEH

Dalam kitab karangan saya mengenai “Syi’ah, Rasionalisme dalam Islam” (Semarang, 1972), saya uraikan tentang pengikut Syi’ah Ali ini dengan mashaf (mazhab), yang bernama Ahlil Bait, sebagai berikut.

Memang di sana-sini kita mendengar kecaman terhadap Mashaf Ahlil Bait, yang menggunakan hadits-hadits tersendiri dan berbuat bidah; misalnya oleh pengarang sejarah yang terkenal Ibn Khaldun (Muqaddimah, hal. 274), tetapi acap kali orang lupa, bahwa di belakang tuduhan-tuduhan itu terdapat politik propaganda Bani Umayah atau Bani Abbas, yang membenci mashaf ini, karena ia teruntuk khusus bagi Syi’ah Ali bin Abi Thalib. Untuk kemaslahatan dan keselamatan diri serta karangan-karangannya, banyak penyusun-penyusun kitab dalam segala bidang meninggalkan kemegahan bagi Syi’ah, meskipun pada bathinnya kadang-kadang mereka membenarkannya.

Senin, 03 April 2017

Aliran Syiah Di Nusantara (2)

Oleh H. ABOEBAKAR ATJEH

NAMA Syiah itu pada awal mulanya berarti golongan, firqah dalam bahasa Arab. Tetapi telah pada permulaan Islam nama ini terutama digunakan untuk suatu golongan yang tertentu, yaitu golongan yang sepaham dan membela Ali bin Abi Thalib, khalifah yang keempat, suami dari anak junjungan kita Nabi Muhammad s.a.w., bernama Fatimah dan kemenakan penuh dari Nabi, karena ia anak pamannya Abu Thalib, saudaranya ayahnya.

Dalam masa salaf, zaman Nabi dan sahabatnya, perkataan ini belum digunakan orang, tetapi untuk itu dipakai perkataan Ahlil Bait atau Alawi atau Bani Ali atau Ba Alawi. Orang-orang Syi’ah itu, artinya orang-orang yang masuk golongan Saidina Ali , mempercayai bahwa Saidina Ali itulah orang yang berhak menjadi pengganti Nabi sesudah wafatnya, begitu pula khalifahan itu turun-menurun dari padanya, sebagai orang yang berhak menjadi Imam, yaitu kepala masyarakat kaum muslimin, karena mereka itulah, yang juga dinamakan Ahlil Bait, yang lebih mengetahui dan lebih dekat serta lebih meyakini akan ajaran Nabi Muhammad.

Minggu, 02 April 2017

Aliran Syiah di Nusantara (1)

Pendahuluan

Sesudah saya menulis beberapa kitab mengenai Mazhab Syi’ah, terutama Syiah Itsna Asyari Imamiyah atau Mazhab Ahlil Bait, dan tersiar tidak saja di seluruh Indonesia, tetapi juga di luar Negeri, misalnya di Malaysia. Banyak orang bertanya kepada saya, kapan aliran Syiah itu masuk ke Indonesia?

Saya jawab bahwa mengenai Islam, aliran Syiah-lah yang mula-mula masuk ke Indonesia melalui orang-orang Hindu, yang sudah masuk Islam, dan yang terserak di tepi pantai pulau-pulau Indonesia mengurus perdagangan dengan bangsa-bangsa Asing yang datang berdagang ke Indonesia.

Sabtu, 01 April 2017

Pelajaran Tawadhu

Seseorang dengan wajah sedih dan hati yang penuh luka mendatangi Imam Ali Zainul Abidin as dan berkata dengan bahasa keluhan, “Aku merasa sakit hati kepada orang-orang yang aku perlakukan dengan baik, tapi mereka menzalimi aku dan tidak menghargai kebaikan-kebaikanku.”