Senin, 31 Juli 2017

Profesionalisme dan Bertaruh dalam Olahraga

image
Soal: Apakah profesionalisme diperbolehkan dalam permainan seperti sepakbola, basketball atau permainan lainnya? 
Jawab: Profesionalisme sebagai sebuah karir dibolehkan asalkan sang pemain profesional memperhatikan syarat-syarat yang sah dalam kondisi seperti ini.

Minggu, 30 Juli 2017

Umatku akan Berpecah Menjadi 73 Golongan [by Muhammad Al-Baqir]

ENTAH mengapa, bagaikan koor yang mengalunkan irama tertentu, akhir-akhir ini timbul lagi gejala yang dikhawatirkan dapat mengganggu kesatuan dan persatuan umat. Yaitu adanya sementara khatib jumat dan penceramah yang getol mengutip hadis Nabi saw tentang “akan berpecahnya umat menjadi tujuh puluh tiga firqah, hanya satu saja di antaranya yang akan masuk surga dan selebihnya masuk neraka.”

Sebagai akibatnya, banyak kalangan kaum awam menjadi bingung dan bertanya-tanya, firqah (kelompok) manakah yang masuk surga dan yang mana pula masuk neraka? Bahkan, pada beberapa kelompok pengajian telah timbul saling menuduh dan saling mengafirkan akibat setiap kelompok atau mazhab  mengklaim bahwa kelompoknya yang selamat, sedangkan yang lain pasti binasa dan masuk neraka.

Mengingat bahwa suasana seperti ini tidak boleh dibiarkan sehingga dapat menimbulkan keretakan atau perpecahan di kalangan umat yang akan sulit diatasi, alangkah baiknya kalau kita mau mengkaji hadis tersebut, baik  ditinjau dari segi sanad maupun maksud yang dikandungnya.

Sabtu, 29 Juli 2017

Jalaluddin Rakhmat: Qadha Shalat bagi yang Haid

Sesudah haid datang, dua menit kemudian azan berkumandang. Adakah kewajiban meng-qadha’ ketika sudah bersuci (selesai haid)?

Jawaban:
Apabila haid datang sebelum masuk waktu shalat, Anda tidak berkewajiban meng-qadha’ shalat. Tapi, kalau dua menit setelah azan atau sudah masuk waktu shalat, baik ditandai azan maupun tidak kemudian haid datang dan Anda belum shalat (fardhu), Anda harus meng-qadha’ shalat karena sudah datang kewajiban shalat buat Anda. []


[Jalaluddin Rakhmat, Menjawab Soal-soal Islam Kontemporer. Bandung: Mizan, 1999. Halaman 152]

Jumat, 28 Juli 2017

Jalaluddin Rakhmat: Hukum Memegang Al-Quran bagi Wanita (yang) Haid

Bapak sering menjelaskan bahwa wanita yang sedang haid tidak boleh memegang al-Quran. Tetapi, bagaimana dengan memegang dan membaca buku yang ada ayat al-Qurannya dan saya pernah mendengar bahwa wanita yang sedang haid tidak boleh memegang dan membaca riwayat Rasulullah saw dan Ahlulbaitnya. Mohon penjelasan Bapak!

Kamis, 27 Juli 2017

Hukuman bagi Pemain yang Melakukan Pelanggaran


image
Soal: Menurut Anda, apakah dibolehkan hukuman dari wasit, misalnya skorsing sementara bagi seorang pemain yang melakukan pelanggaran atas lawannya? 
Jawab: Karena kontrak antar pemain atau pengurus klub meliputi hukuman bagi pemain yang melanggar, maka wasit diperbolehkan menjatuhkan hukuman dan sang pemain atau klubnya harus menghormati komitmen mereka pada kontrak bersama. []
(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Selasa, 25 Juli 2017

Manuver HTI

image
Saya terkadang heran dengan ambiguitas sebagian aktivis HAM dan demokrasi. Kalau kelompok-kelompok garis keras dibiarkan, nanti pemerintah dibilang kecolongan dan tidak peka. Kalau ditindak tegas, malah dibilang melanggar HAM dan demokrasi. Ini yang mungkin oleh Graham Fuller disebut sebagai "jebakan demokrasi", yaitu sikap yang sejatinya anti-demokrasi tapi dikemas dengan jubah dan atas nama demokrasi.  

Senin, 24 Juli 2017

Menjual dan Membeli Pemain Profesional

Soal: Apakah dibolehkan tindakan menjual dan membeli pemain profesional yang dilakukan oleh klub-klub Barat dan juga diterapkan di beberapa negara? 


Jawab: Dibolehkan tapi hal ini bukan proses jual beli. Karena klub tersebut tidak memiliki pemain itu sendiri untuk dijual pada klub lain, tetapi klub itu melepaskan pemain tersebut, yang sudah berkomitmen untuk bermain di klub tersebut dalam turnamen dan kompetisi. Oleh karena itu, uang yang dibayar merupakan dispensasi atas pelepasan tersebut. Dengan cara ini, pemain akan dibebaskan dari persyaratan lainnya di klub yang baru.[]

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Minggu, 23 Juli 2017

Pertandingan Tinju dan Gulat

Soal: Bagaimana pendapat Anda berkenaan dengan kompetisi berikut: tinju (kedua tangan), tinju Cina (kedua tangan dan kaki), atau pertandingan yang paling keras atau pertandingan maut  (death game), balap mobil dan balap motor yang mengandung risiko dan gulat yang brutal? 

Jawab: Pertandingan-pertandingan semacam ini tidak dibolehkan apabila mengancam nyawa manusia atau organ-organ vital lainnya, walaupun ia rela menderita misalnya dalam tinju dan gulat. Karena manusia tidak memiliki hak untuk menyakiti orang lain atau mengorbankan nyawanya. Hal ini tidak dibolehkan walaupun dengan seizin sang kompetitor.[]


(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Sabtu, 22 Juli 2017

Pura-pura Kesakitan untuk Mempengaruhi Keputusan Wasit

Soal: Apakah sang kompetitor dibolehkan berpura-pura menderita sakit untuk mempengaruhi keputusan wasit? 

Jawab: Manusia tidak boleh menyembunyikan sifat alaminya dan menampakkan penampilan yang palsu karena tindakan ini sama halnya dengan berbohong, khususnya apabila dilakukan untuk mempengaruhi keputusan wasit. Pasalnya, perbuatan ini merupakan suatu usaha untuk membuat tekanan psikologis pada wasit sehingga ia memimpin pertandingan dengan tidak benar. Hal seperti ini tidak sesuai dengan kontrak yang didasarkan pada fakta bahwa keputusan yang menentukan mesti melalui cara yang realistis dan alami.[]


(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Jumat, 21 Juli 2017

Menjanjikan Hadiah bagi Pemenang

Soal: Apakah dibolehkan apabila para kompetitor membuat kesepakatan sebelum pertandingan mengenai siapa yang menang dan siapa yang kalah demi sejumlah uang?

Jawab: Tidak dibolehkan apabila hal tersebut dinilai sebagai penipuan menurut sifat pertandingan atau pelanggaran atas perjanjian antar kompetitor, yang mengharuskan pertandingan berjalan atas dasar kesungguhan dan hasil pertandingan yang alami di lapangan tanpa menipu para penonton.

Senin, 17 Juli 2017

Sayyid Fadhlullah: Menghasut dan Membalas Serangan Lawan

image
Soal: Apakah seorang kompetitor dibolehkan menghasut lawannya dengan tujuan agar dia marah sehingga wasit mengeluarkannya, sehingga perjalanan pertandingan dan juga hasilnya barangkali terpengaruh? 
Jawab: Apabila aturan pertandingan tidak membolehkan hal ini mengingat ia merupakan syarat penting dalam isi kontrak, maka dia tidak dibolehkan melakukannya sesuai dengan syarat yang diterapkan.[] 

Minggu, 16 Juli 2017

Sayyid Fadhlullah: Penggunaan Obat Perangsang dalam Olahraga

image
Soal: Apakah penggunaan obat perangsang (doping) dibolehkan dalam kompetisi yang sportif? 
Jawab: Dibolehkan apabila dianggap sebagai pilihan independen yang dipilih oleh seorang manusia. Tetapi tidak dibolehkan dalam kompetisi yang sportif, yang menunjukkan sebuah kontrak antar kompetitor berdasarkan komitmen pada kondisi-kondisi khusus, di mana gerakan atlet berdasarkan tubuh normal dan kekuatan mandirinya yang terpisah dari elemen tambahan yang barangkali membuat gerakannya berlebihan, seperti dalam kasus penggunaan obat perangsang khusus.
Karena itu, seorang Muslim mesti memenuhi janjinya dan mesti loyal pada komitmennya, sepadan dengan bunyi hadis: "Orang-orang yang beriman setia pada janjinya." Berdasarkan hal di atas, penggunaan Obat perangsang oleh para atlet tidak dibolehkan. Mereka pun tidak bisa memperoleh medali atau piala apabila dilakukan dengan cara yang tidak sah.[]
(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Sabtu, 15 Juli 2017

Mudik di Garut, Mengulang Perjalanan

Mengulang perjalanan. Masih tetap sama. Indah, segar, dan alamiah. Kampung halaman. Tahun demi tahun tidak berubah. Jalan menuju kampung tetap nanjak, terjal, berbatu, dan sisi kanan kiri pesawahan. 

Melewati galeungan, jalan setapak. Rumput eurih yang memerihkan kulit saat bergesek. Meski lelah dan khawatir terjatuh saat menapaki jalan menuju pajaratan, tetap dilakoni. Sungai dengan arus air sedang dilewati. Galeungan becek pun ditapaki. Terasa sakit kala kaki bentur batu. Tapi terus dijalani. 

Jumat, 14 Juli 2017

Nabi itu Maksum

Dalam asbabun nuzul surah Azhab ayat 33 disebutkan Rasulullah saw (beserta Imam Ali, Sayidah Fathimah, Al-Hasan, dan Al-Husain) adalah manusia suci (maksum) karena dibersihkan dari dosa oleh Allah. Bahkan ucapan Nabi itu berasal dari Allah. Hal ini diterangkan dalam surah An-Najm ayat 3-4.

Kamis, 13 Juli 2017

Mengapa Muncul Teriakan: Syiah Bukan Islam?

SYIAH dalam Bahasa Arab artinya pengikut atau golongan. Awalnya istilah Syiah ini dihubungkan kepada Ahlulbait, khususnya Imam Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah, dan orang-orang yang mengikutinya seperti Ammar bin Yasir,Salman Al-Farisi, Miqdad Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifari, dan lainnya. Mereka ini orang-orang yang setia kepada Imam Ali berdasarkan wasiat yang disebutkan di Ghadir Khum pada 18 Dzulhijjah (tahun 10 Hijrah) setelah pulang dari Haji Wada. Rasulullah saw menyebutkan Imam Ali sebagai washi yang melanjutkan risalah sekaligus khalifah Islam setelah Rasulullah saw. Terdapat 120 ribu umat Islam yang hadir dan mendengarkan langsung pernyataan Rasulullah saw berkaitan dengan pengangkatan Imam Ali sebagai pemimpin.

Rabu, 12 Juli 2017

Siapakah Ahlulbait?

AHLULBAIT terdiri dari dua kata, ahlu yang biasa diartikan “pemilik atau penghuni” dan bait yang berarti “tempat berlindung”, “rumah”, atau “keluarga”.  Istilah ahlulbait terdapat dalam surah Azhab ayat 33, “Sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan dosa dari kamu hai Ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”  Ayat ini berada pada tengah ayat yang diapit. Namun ayat ini dari sisi tema berdiri sendiri dengan yang mengapit sebelumnya. Seakan-akan ayat ahlulbait ini bersifat tersendiri, tetapi berada dalam satu ayat.

Selasa, 11 Juli 2017

Jalaluddin Rakhmat: Dasar Penetapan Imamah, Syiah Dua Belas Imam

Siapakah yang memberi hak Imamah kepada 12 orang Imam di kalangan Ahlulbait dari Imam yang satu kepada imam yang berikutnya sampai imam yang kedua belas? Apakah keimaman itu atas dasar ilahiah, atas dasar al-Quran dan hadis atau hanya simbol yang diberikan umat di setiap zamannya karena melihat keutamaan-keutamaannya sebagaimana diungkapkan Dr Musa Musawi dalam bukunya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Meluruskan Penyimpangan Syiah. Mohon dijelaskan dalilnya dan bagaimana pandangan Ustad terhadap penulis buku itu?

Senin, 10 Juli 2017

Sayyid Fadhlullah: Jilbab dan Depresi kaum Laki-laki

Soal: Apakah menurut Anda jilbab dapat menimbulkan depresi bagi laki-laki karena satu gerakan saja dapat menggairahkannya? 

Jawab: Sesungguhnya, jilbab tidak akan pernah dinilai sebagai penyebab depresi laki-laki, namun terdapat banyak alasan internal dan ekstemal yang mendukung ide ini. Misalnya apabila seorang laki-laki tidak terpuaskan secara seksual disebabkan motivasi sosial dan personal tertentu, dia bisa saja menjadi depresi. Lagi pula, jika seorang lelaki tidak mendapatkan dirinya sendiri dalam kehidupan sosial dan politik, ia pun bisa depresi. 

Minggu, 09 Juli 2017

Sayyid Fadhlullah: Benarkah Islam Berlebihan dalam Jilbab?

Soal: Orang-orang Barat menuduh Islam berlebihan atas konsep jilbab karena seorang wanita berjilbab yang tidak memakai make up pun juga menggoda laki-laki? 

Jawab: Sesungguhnya, pernyataan di atas tidaklah akurat dan logis karena apabila seorang wanita menghindari dari pakaian yang berwarna warni dan bergerak-gerak dipandang sebagai objek seks bagi laki-laki, pula laki-laki bagi wanita. Namun berdasarkan tingkat biologis, tabiat insting yang menyala-nyala membuat laki-laki secara instingtif memerlukan wanita. Itulah sebabnya, kita melihat bahwa ketika seorang laki-laki terpuaskan secara seksual maka antusiasmenya atas permasalahan lain berkurang. Karena baik tabiat wanita yang feminim atau pun lelaki yang maskulin melengkapi mereka dengan keindahan dan kegairahan, maka perdebatan mengenai wanita yang berjilbab dan tidak berjilbab tidaklah akurat. Namun kita semua setuju bahwa keindahan rambut dan kaki menyebabkan wanita yang tidak berkerudung lebih menarik dan menggairahkan. Dengan latar belakang inilah segala jenis media menyoroti dua organ tubuh ini.

Sabtu, 08 Juli 2017

Menanggapi Cerita Fitnah atas Syiah di Medsos

image
Cerita yang menyudutkan Islam mazhab Syiah kini beredar lagi di medsos. Cerita fiktif perempuan kena penyakit kelamin, mutah dengan adiknya, dan Aisyah yang kalahkan debat dengan ustad syiah. Bahkan muncul screenshot akun facebook dari seorang wanita Syiah yang menyatakan Tuhannya adalah yang kirim wahyu kepada 'Ali bin Abi Thalib ra. Dan informasi fitnah sejenisnya yang bertentangan dengan keyakinan mayoritas kaum Syiah. 

Jumat, 07 Juli 2017

Sayyid Fadhlullah: Karakteristik Jilbab yang Islami

Soal: Bagaimanakah karakteristik jilbab yang Islami?

Jawab: Pertama, jilbab artinya penutup seluruh tubuh kecuali kedua tangan dan wajah. Beberapa ahli fikih memandang wajib menutup keduanya (tangan dan wajah) sebagai usaha pencegahan. Sementara ahli fikih lainnya membolehkan membukanya sesuai dengan firman Allah: Katakanlah kepada wanita yang beriman untuk memalingkan mata mereka (dari godaan) dan memelihara kesuciannya, serta menutup perhiasannya kecuali yang biasa nampak (QS an-Nur: 31). Jadi, kaum wanita wajib menutup badannya dan menghindari apa saja yang tembus pandang dan tipis.

Kamis, 06 Juli 2017

Dosa dan Ancaman bagi Tukang Fitnah beserta Penyebar Fitnah

Fitnah merupakan usaha menyiarkan sesuatu berita tanpa dasar kebenaran, dengan tujuan untuk mencemarkan nama baik seseorang, menanamkan kebencian, menumbuhkan permusuhan serta memupuk kedengkian. Tujuan fitnah tersebut agar mudah untuk mencapai segala cita-cita para pelaku fitnah.

Perbuatan yang tercela seperti itu dilarang Allah Swt dan orang yang membuat fitnah itu akan ditimpa azab yang amat pedih. Allah berfirman; “Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan fitnah kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang sangat pedih.” (QS. al-Buruj: 10). Fitnah itu lebih besar dosanya daripada dosa membunuh (manusia tak bersalah), Allah berfirman: “Berbuat fitnah lebih besar dosanya daripada membunuh.” (Q.S. Al-Baqarah: 217).

Rabu, 05 Juli 2017

Sayyid Fadhlullah: Menerbitkan Berita Tanpa Izin


Soal: Apakah boleh bagi surat-surat kabar Islam menerbitkan berita tanpa seizin pemilik berita, yang mungkin tidak ingin berita tersebut diterbitkan?

Jawab: Apabila berita tersebut merupakan rahasia-rahasia yang disembunyikan oleh pemiliknya, maka tidak boleh mengungkapkannya tanpa izin. Sebaliknya, tidak mesti meminta izin pada pihak terkait kecuali jika dapat menyebabkan kerusakan materialistis atau kerusakan moral. 

(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005. Halaman 20).


Selasa, 04 Juli 2017

Sayyid Fadhlullah: Bolehkah Memuat Foto Muslimah Tidak Berjilbab?

image
Menerbitkan Cerita-cerita Pesimistis 
Soal: Bolehkah secara hukum menerbitkan berita yang mengandung cerita-cerita pesimistis yang mendorong para pembaca menjadi putus asa?
Jawab: Pada dasamya, itu tidak boleh karena hal ini akan mendorong pada penciptaan kekalahan secara psikologis, kelemahan berkonfrontasi, dan kehancuran bangsa dalam menghadapi tantangan.

Senin, 03 Juli 2017

Sayyid Fadhlullah: Bolehkah Memalsukan Berita?

image
Soal: Apakah pemalsuan berita dibolehkan walaupun berita semacam itu tidak berlandaskan kejadian sebenarnya, apabila dimaksudkan untuk menundukkan musuh? 

Jawab: Pemalsuan berita tidak dihalalkan karena ketidaksahan mutlak dari berkata dusta, kecuali kalau ada kepentingan Islam yang mengikat yang mengantarkan kemenangan Islam atas musuh, yakni ia (musuh—penerj.) mungkin dapat dilemahkan, bingung, dan menyerah secara psikologis.  

Minggu, 02 Juli 2017

Sayyid Fadhlullah: Gerakan Islam

image
Soal: Bolehkah melebih-lebihkan angka dan statistik mengenai posisi dan kekalahan musuh? 

Jawab: Boleh saja apabila perang menuntut demikian dengan tujuan meningkatkan semangat kaum Muslimin. Tetapi sebaliknya diperhatikan pula sisi lainnya dari keadaan ini. Dengan kata lain, sesuatu yang dibesar-besarkan mungkin saja memperbesar tingkat keberhasilan, dan sebagai akibatnya, mujahidin akan santai dan kemudian kurang siap menghadapi musuh karena percaya pada kerentanan musuh.

Sabtu, 01 Juli 2017

Sayyid Fadhlullah: Perang Media dan Informasi

image
 
Soal: Yang Mulia, bagaimana pendapat Anda atas sumpah serapah jurnalistik atau perang-perang kecil yang menggunakan jurnalistik sebagai medan perang informasi? 

Jawab: Pada dasarnya, sumpah serapah dilarang dalam Islam. Sumpah serapah dapat menyebabkan bahaya yang lebih besar daripada keuntungan bagi jurnalistik, yang statusnya dapat terpuruk di hadapan manusia yang mengkritik gaya sumpah serapah. Hal ini juga dilihat dalam perang-perang kecil yang dapat menjadikan rakyat lupa akan perang eksistensi, di mana jumalisme memalingkan manusia dari penyebab-penyebab situasi saat ini yang vital.