Rabu, 25 Oktober 2017

Syahadat Ketiga dalam Azan dan Iqamah

Tulisan ini kami maksudkan untuk menjelaskan kesalahpahaman sebagian penganut syiah khususnya di Indonesia yang masih ada menganggap bahwa syahadat ketiga adalah bagian dalam azan dan iqamat. Mengenai syahadat ketiga yang dibaca dalam azan, ulama syiah terdahulu dan sekarang sepakat bahwa itu bukan bagian dari azan, yang nanti akan kami kutipkan beberapa pendapat ulama syiah tedahulu dan juga pada masa kini. Tetapi, mengenai boleh atau tidaknya syahadat ketiga dibaca dalam azan ini memang terjadi ikhtilaf.

Minggu, 22 Oktober 2017

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Setiap Bayi Dilahirkan Atas Fitrah

Tanya: Menurut Anda, apakah nilai masa kanak-kanak terkait dengan kehidupan manusia secara keseluruhan?

Jawab: Masa kanak-kanak sangat penting bagi pembentukan kepribadian anak di masa selanjutnya. Pada masa tersebut, seorang anak menyerap perilaku, kebiasaan, dan wawasan yang akan tertanam kuat dalam kepribadiannya, yang berperan dalam pembangunan dan pembentukan kepribadiannya. Pada tahap ini, anak lebih cepat menerima apa yang didengarnya dan lebih cepat merekam apa yang ada di sekitarnya. Benar, anak-anak lebih cepat dalam mempelajari dan mengikuti sesuatu sehingga dia mampu menyimpan banyak perasaan, sensitivitas, pemikiran, kebiasaan, dan tradisi dengan cepat. Ini tak akan mampu dilakukan oleh orang yang telah melampaui tahap perkembangan ini. 

Sabtu, 21 Oktober 2017

Hukum Memakai Niqob


Pertanyaan: Apa hukum syar'i penutup wajah dan apakah ia bagian dari hijab atau tidak? Dan apakah penjelasan tafsir ayat 59 surat Al-ahzab?

Jawaban: Allah berfirman dalam kitab Al-qur'an:

"وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ "

"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya". 

Jumat, 20 Oktober 2017

Hukum Memukul Anak yang Tidak Shalat

Tanya: Maaf Ustadz, mau bertanya soal hadits ini. Rasulullah saw bersabda, “Suruhlah anak-anakmu mengerjakan shalat bila mereka telah berusia tujuh tahun, dan pukullah jika meninggalkannya pada saat mereka berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur!" (Hadis ini sahih diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan Hakim).

Mengikuti tulisan Ustadz Jalal di buku Al-Mushthafa, jika ada ada 'hadits' yang mencemari kemuliaan Nabi Muhammad saw, patut diragukan keshahihannya. Apakah anjuran 'pukul' anak yang belum shalat tidak bertentangan dengan sifat-sifat utama Nabi saw yang penuh rahmah, kasih sayang, santun dan penyayang pada anak-anak?

Senin, 16 Oktober 2017

Syiah di Indonesia, Seperti Apa?

Dalam lima belas tahun terakhir, ada banyak gelombang penolakan terhadap kegiatan keagamaan yang diadakan oleh komunitas Syiah di berbagai kota di Indonesia. Bahkan, tidak sedikit penolakan tersebut berujung kekerasan terhadap kelompok Syiah. Diakui atau tidak, komunitas Syiah mengalami pertumbuhan di Indonesia dari tahun ke tahun. Inilah yang menyebabkan sebagian kelompok masyarakat bereaksi. Ada yang melakukan demo atau unjuk rasa, ada yang membangun opini agar kaum muslim tidak menyukai mazhab Syiah, dan ada juga yang melakukan kajian tentang bagaimana Syiah ini berkembang di Indonesia.

Tahun 2016, Balitbang Diklat Kemenag melakukan kajian dan penelitian soal Syiah di Indonesia. Penelitian dilakukan di 22 daerah. Diantara instrumen variabel yang dibahas dalam penelitian ini adalah terkait dengan perkembangan Syiah di Indonesia. 

Minggu, 15 Oktober 2017

Sekum PP Muhammadiyah: Muhammadiyah Tidak Pernah Membuat Penyataan Syiah Adalah Aliran dan Paham Sesat


x
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. Abdul Mu’ti, saat dikonfirmasi oleh Khittah, Kamis 12 Oktober 2017, mengungkapkan, secara kelembagaan, Muhammadiyah tidak pernah memfatwakan syiah sesat.
“Muhammadiyah tidak pernah membuat pernyataan bahwa Syiah adalah aliran dan paham sesat,” tegas Mu’ti.

Mu’ti menyayangkan apabila ada warga, simpatisan, apalagi pimpinan Muhammadiyah yang terpengaruh atas isu-isu negatif perihal Syiah.

Muhammadiyah: Tidak Ada Fatwa Sesat Buat Syiah

Prof. Dr. Din Syamsuddin pernah mengatakan bahwa baik Sunni maupun Syiah adalah sama-sama Muslim karena masih berada di lingkaran syahadat. Menurutnya, yang mempercayai syahadat itu otomatis Islam, apa pun mazhabnya.

Syiah maupun Sunni pasti mempunyai keunggulan dan kekurangan masing-masing. Kedua hal itu, lanjutnya, harus disikapi dengan mengedepankan rasa saling menghargai dan toleransi satu sama lain. Kemunculan dua mazhab itu, kata Din, setelah Nabi Muhammad SAW sehingga dapat dipandang sebagai pandangan kritis dalam memaknai Islam. Oleh karena itu, menurutnya, hal itu tidak perlu dipertentangkan.

Sabtu, 14 Oktober 2017

Bolehkah Melahirkan Dengan Bantuan Dokter Laki-Laki?



Soal: Pada saat melahirkan, apakah boleh seorang wanita meminta bantuan dokter ahli kandung laki-laki padahal ada seorang bidan? Bagaimanakah apabila dokter tersebut hanya mengontrol operasi secara langsung melalui kamera televisi? 
Jawab: Perawatan pada orang yang melahirkan sama dengan perawatan pada selainnya. Apabila wanita melahirkan dengan bantuan bidan spesialis tidak akan berbahaya, maka wanita ini tidak dibolehkan minta bantuan pada ahli kandungan laki-laki. Tetapi hal ini dibolehkan hanya karena kasus darurat tatkala pengawasan dokter kandung laki-laki tersebut menjadi suatu keharusan dalam rangka membantu bidan.[] 
(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Soal Jawab Fikih Kontemporer. Cianjur: Titian Cahaya, 2005)

Jumat, 13 Oktober 2017

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah: Masa Puber Bukan Penyakit

Tanya: Bisakah dikatakan bahwa pandangan Islam atas masa puber adalah pandangan yang menganggapnya sebagai tahap perubahan dan bukan penyakit? 
 

Jawab: Masa puber bukan penyakit, tetapi sebuah perubahan menuju kesulitan. Sebab, perubahan fisik itu, jika terjadi di masyarakat yang tertutup maka remaja tersebut akan mengalami kesulitan dalam menghadapi "kegilaan" secara insting itu. Akhirnya, remaja yang puber akan terjatuh dalam kesengsaraan, kebimbangan, dan pemikiran-pemikiran yang tidak rasional. Begitulah, masa puber terbentuk sebagai sebuah kondisi alami. Keluarga harus berupaya meringankan dampak negatif masa puber tersebut semampunya. Oleh karena itu, keluarga harus mempermudah apa yang menjadi tanggung jawab syariat mereka terhadap remaja puber, misalnya dengan pernikahan dini dan sebagainya. Atau memberikan kesibukan kepada mereka agar tidak memikirkan masalah seksual, seperti kegiatan keagamaan, olahraga, penelitian ilmiah, dan sebagainya sesuai dengan kecenderungan pemuda pada tahapan usia tersebut. []


(Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, Dunia Anak: Memahami Perasaan dan Pikiran Anak Muda. Bogor: Penerbit Cahaya, 2004)


Kamis, 12 Oktober 2017

Seksual sebagai Kebutuhan

Tanya: Terdapat penekanan berlebihan atas sisi negatif masa puber, hingga sampai pada taraf banyak keluarga menjadikannya sebagai alasan untuk membenarkan kesalahan mereka dalam menekan anak-anak mereka. Bagaimana menurut Anda? 

Minggu, 08 Oktober 2017

Di Sangiang Ada Haul Cucu Rasulullah Saw

Tanggal 10 Muharram merupakan hari bersejarah. Dalam sejarah hari tersebut disebut Asyura. Pada hari Asyura itu cucu Rasulullah Saw yang bernama Sayyidina Husain ra beserta keluarganya dizalimi atas perintah Yazid bin Muawiyah bin Abu Sufyan, penguasa Dinasti Umayyah. Puluhan ribu pasukan yang dipimpin oleh Ubaidillah bin Ziyad dan Umar bin Saad membantai rombongan Sayyidina Husain beserta keluarganya.
Kepala cucu Nabi Muhammad saw beserta pengikut setianya dipenggal dan ditusuk dengan tombak. Tubuh cucu Nabi itu diinjak dengan kuda, disabet dengan pedang, dan dibiarkan tergeletak di tanah Karbala (Iraq) beserta tubuh yang lainnya. Kaum wanita yang berada dalam tenda (yang merupakan keluarga Sayyidina Husain ra) dirantai dan digiring dari Karbala menuju Damaskus. Selajutnya kepala-kepala yang ditombak dan rombongan yang digiring dibawa ke istana Dinasti Umayyah di Damaskus (Suriah).

Senin, 02 Oktober 2017

Puasa Asyura dalam fikih Syiah Imamiyah

Kaum Ahlussunnah melakukan puasa pada hari asyura atau 10 Muharram dengan mengacu pada hadis-hadis. Namun, tidak sedikit pula yang tidak melakukannya karena bukan termasuk wajib. Sedangkan dalam Islam mazhab Syiah Imamiyah yang dikenal dengan sebutan Ahlulbait berdasarkan fatwa dari ulama Marja Taqlid menyatakan lebih utama imsak.

Berikut ini fatwa tentang puasa 10 Muharram yang disampaikan oleh Sayyid Khamenei dan Sayyid Sistani sebagai ulama marja taqlid yang banyak diikuti kalangan Muslim Syiah di seluruh dunia.

Minggu, 01 Oktober 2017

Andai saja Ia Memberi Sedikit Minuman kepada Al-Husain

BUKANLAH KAMI YANG PERTAMA

Ah, bulan Muharram kembali menyapa. Syukurku pada Tuhan berselimutkan duka. Saudaraku seagama merayakannya dalam suka. Tahun baru kata mereka. Maka parade diarak, gegap gempita menyeruak. Semangat kebahagiaan terasa semarak.

Tak perlu dalil untuk itu. Tak perlu berpanjang kata. Para cendikia berjajar dalam barisan pawai raya.

Aku menjemputnya dalam wajah murung dan tangisan yang tertahan. Dan seberkas cahaya kerinduan membersit menghunjam, memberikan kehangatan. Selembar kertas kenangan terhampar di hadapan.

Kepala Suci Tanpa Jasad [by Muhammad Bhagas]

Setelah peristiwa berdarah di Karbala, ‘Ubaidillah bin Ziyad mengirim kepala Imam Husain ke Syam bersama para tawanan perempuan dan anak-anak dari Ahlul Bait as. Mereka ditempatkan di atas pelana-pelana, dengan wajah dan rambut mereka tersingkap.

Singkat cerita, perjalanan kepala suci itu berhenti di suatu daerah yang terdapat biara milik seorang pendeta. Setiap kali berhenti untuk istirahat, para pengawal mengeluarkan kepala Imam Husain as dari peti dan menancapkannya di ujung tombak. Tombak itu lalu disandarkan pada biara.